-webkit-border-radius: 100px; -moz-border-radius: 100px; border-radius: 100px; #linkwithin_logolink_0 {display:none;}

Menyiasati Writer Block

Yang namanya pikiran buntu itu bisa terjadi pada jenis pekerjaan dan siapapun; baik profesional atapun amatir.  Dari pengalaman sendiri ketika masih jadi orang kantoran, yang suka saya lakukan ketika mengalami kebuntuan adalah angkat telepon dan ngobrol ngalor-ngilur sama teman yang “bersedia” untuk terima telepon saya hehehe.  Jika telepon ga sukses karena ga bisa nemuin ‘korban’ yang bersedia diajak bicara, maka saya akan “namu” minimal sama temen yang duduk di meja sebelah.  Ga ada orang di meja sebelah ?  Nyamperin temen yang duduknya beda lantai, itung-itung olahraga kecil-kecilan.   Lumayan lho, selain ngelurusin kaki karena duduk berlama-lama ternyata tidak baik untuk kesehatan, siapa tahu dapat update dari bagian lain.  Atau bahkan timbul ide ciamik setelah bincang-bincang dengan kawan dari bagian lain.

Dalam dunia perbloggingan atau menulis –mungkin- tepatnya.  “Nenamu” tadi sama dengan blog walking yang setelah saya lakoni ternyata memang bisa mendatangkan ide-ide untuk menulis.  Mau nulis sesuatu yang beda atau thingking out of the box?  Bisa coba blog walking ke laman yang mengusung tema yang completely different  dengan interest kita.  Insya Allah, sukses menemukan sudut pandang yang berbeda dan opini yang berbeda ini bisa kita tuangkan jadi satu artikel menarik.  Baiknya sih, sebagai tanda perkenalan bahwa kita sudah pernah berkunjung di laman tersebut, kita juga ninggalin jejak dengan memberikan komentar di kolom yang disediakan.  Anggap saja sebagai tanda silaturahmi.

Mendengarkan siaran radio, nonton film atau baca buku juga hal yang mujarab yang biasanya saya lakukan untuk mencetuskan ide-ide dari kepala.

Sudah melakukan hal-hal yang saya sebutkan tadi tapi masih belum juga bisa menyiasati writer block syndrom ?   Then it’s time to go out, folks.   Siapa tahu ketemu dengan tetangga sebelah yang selalu punya topik untuk dibicarakan.  Atau pergi ke tempat menarik yang potensial punya banyak bahan untuk menulis; contohnya pasar.  Karena saya suka memotret, saya pernah menyusuri Pasar Bogor sepanjang Jl. Suryakencana –Chinatownnya Bogor- berbekal kamera.  Awalnya sempat diperhatikan dengan pandangan aneh terutama oleh para pedagang lapak kaki lima; ada emak-emak kok bawa tustel keluyuran di jalanan.  Ice breaking nya adalah dengan menegur sopan plus senyum.  Dijamin, motret sampai tangan kita pegel pun mereka ga keberatan asalkan dagangannya ga dicolek-colek ^_^.

Lha, terus hubungannya motret dengan writer block ?  Dengan membuka lagi koleksi foto, ibarat membuka kotak harta karun.  Karena setiap gambar punya cerita.   Buat saya, album foto itu timeless.  Bisa dilihat kapan saja dan pintu memoripun terbentang, membuka jalan untuk bercerita atau menulis seperti yang saya lakukan sekarang dalam rangka menyiasati writer block syndrom karena merasa bulan lalu saya kok produktif sekali, beda banget jika dibandingkan bulan ini yang rasanya berbanding terbalik hehe.

Jika punya cara lain untuk menyiasati writer block syndrom, boleh dong sharing di kolom komentar ^_^.

9 comments:

  1. writer block syndrom mungkin sebutan yang awam bagi saya yang masih baru di dunia blogging, Namun setelah membca artikel ini saya mendapatkan kesimpulan yang saya tarik dari pandangan saya sendiri bahwa ide untuk menulis bisa datang tanpa batas jika ide itu terlintas di kepala.

    Hal lain yang cukup menarik di sini adalah memnuka kembali "harta karun" itu tadi yakni koleksi foto foto yang berhasil dibukukan oleh kita. Betul sekali setiap foto punya ceritanya. Foto lebih banyak bercerita tentunya. S

    Salam kebal eh kenal ya. Ttd Blogger Pontianak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal juga pak Asep. Terima kasih komentarnya.

      Delete
  2. Ini pas bgt sama saya yg bulan ini gak produktif :)
    Tiap hari buka2 gallery foto di hp tetep aja msh nge blank, ya gmn gk nge blank org fotonya itu2aja, gak ada update terbaru. Akhirnya pasrah nganggurin blog, eh gak terasa sampe 3 minggu -__-"

    ReplyDelete
  3. Betul, biasanya dengan blog walking, ide yg tadinya buntu, jadi menemukan jalan :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Termasuk BW ke sini 'kan, mba Santi ?
      ALhamdulillah kalau membawa ide-ide baru ^_^

      Delete
  4. setuju bgt. Sy juga suka gitu, blogwalking atau buka2 koleksi foto. Ternyata dengan lihat 1 foto aja bisa jd beberapa postingan :D

    ReplyDelete
  5. makasih mak sharingnya ^^ iya, saya juga pernah ngalamin..bingung mau nulis apa dan ga mood, ujung2nya paling bercerita ttg sesuatu (daripada ga nulis sama sekali) :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. alhamdulillah jika berguna mak Arifah :)

      Delete
  6. nonton tv yang jarang saya tonton tuh mak. biasanya trus 'tringngngng' gitu di kepala. hihihi...

    ReplyDelete

Hai ^_^
Terima kasih sudah berkunjung dan membaca tulisan saya di blog ini.
Silakan tinggalkan komentar yang baik.
Mohon maaf, komentar anonim maupun yang sifatnya spam, tidak akan dipublikasikan.
Keep reading and Salam !