-webkit-border-radius: 100px; -moz-border-radius: 100px; border-radius: 100px; #linkwithin_logolink_0 {display:none;}

Polah Si Pemburu Gambar

Ternyata mengambil foto di tengah kerumunan sangat berbeda dengan menjepret obyek diam.  Selama ini seringnya memfoto orang-orang yang emang niat difoto alias foto narsis.  Kalau orang yang mau difoto narsis to the max (hallah !) ga usah diperintah kadang udah nyosor gaya duluan.  Hampir sama dengan memfoto pemandangan atau landmark di lokasi tertentu misalnya, karena obyeknya yang diem, justru kitanya yang harus aktif bergerak untuk cari angle yang baik.  



Maka ketika lihat kerumunan manusia sebanyak itu untuk menonton Perayaan Cap Go Meh di Jl. Suryakencana, mendadak bingung.  Kalo sampe ga dapet tempat yang strategis, bisa-bisa nanti yang kefoto cuma kepala-kepala hitam lautan manusia ajah.  Akhirnya mata jelalatan cari tempat-tempat yang lebih tinggi sampe coba naik trotoar segala. Namun kurang puas karena pijakannya kurang solid, ngeri jatuh.  

Perayaan Cap Go Meh Bogor 2014

"Cap Go Meh melambangkan hari ke-15 dan hari terakhir dari masa perayaan Tahun Baru Imlek bagi komunitas Tionghoa di seluruh dunia. Istilah ini berasal dari dialek Hokkien dan secara harafiah berarti hari kelima belas dari bulan pertama (Cap = Sepuluh, Go = Lima, Meh = Malam). Ini berarti, masa perayaan Tahun Baru Imlek berlangsung selama lima belas hari.
Perayaan ini dirayakan dengan jamuan besar dan berbagai kegiatan. Di Taiwan ia dirayakan sebagai Festival Lampion. Di Asia Tenggara dikenal sebagai hari Valentine Tionghoa, masa ketika wanita-wanita yang belum menikah berkumpul bersama dan melemparkan jerukke dalam laut - suatu adat yang berasal dari PenangMalaysia."
http://id.wikipedia.org/wiki/Cap_Go_Meh 
***

Ada dua versi terkait Cap Go Meh yakni versi petani dengan versi orang intelektual. Versi petani Cap Go Meh menandakan perayaan Imlek telah berakhir, keesokan harinya sudah kembali ke ladang atau sawah untuk bekerja sehingga berakhirlah perayaan Imlek pada Cap Go Meh itu. 

Sementara versi intelektual, Cap Go Meh merupakan perayaan dengan nilai ritual di mana para tatung/loya atau dewa membuka kembali stempel para tatungnya yang telah ditutup sebelum perayaan Imlek sebelum dibuka kembali setelah 15 hari terhitung Imlek. Karenanya ada anggapan para tatung atau dewa turun atau kembali ke bumi sehingga perlu diadakan arak-arakan tatung.

Terlepas dari versi mana yang dipakai, kabarnya ketika Dinasti Han memerintah dahulu, perayaan ini tertutup hanya untuk kalangan istana saja.
***

Dari Dapur Turun ke Film

Kalau kemaren review film yang ada unsur buku atau penulisan.  Sekarang mau ngomongin film yang mengetengahkan masak-memasak sebagai temanya.

Dibanding memasak, saya lebih hobi makan, hehehe.
Tapi bukan berarti ga bisa masak lho.  Untuk masak yang praktis-praktis aja, masih bisa lah.  Selama masakan saya masih bisa dinikmati orang serumah dan ga bikin mules, itu udah cukup buat saya.

Dari semua film yang sudah saya tonton, ternyata tema memasak ini ngga sebanyak tema buku seperti yang tulis sebelumnya.


Ratatouille

Mimpi menembus segala batasan.  Selagi ada kemampuan, do whatever it takes and you'll achieve it.  Rasanya itu pesan yang ingin disampaikan film animasi ini.  Seekor tikus -yup, tikus- hewan pengerat yang biasanya dimusuhi oleh manusia apalagi jika hubungannya dengan makanan malah jadi berteman bahkan berkolaborasi dalam memasak. Si Tikus bahkan hijrah ke  Paris untuk meraih cita-citanya.  Padahal dalam dunia nyata, masakan dan tikus adalah hal yang tidak boleh bersatu bukan ?

Remy si tikus jenius punya cita rasa tinggi dalam hal kuliner.  Tidak seperti tikus lain yang pemakan segala, rakus dan jorok; sifat Remy lebih selayaknya manusia.

Moral story of the movie is good.  I would say this is one of inspiring  movie not only for kids but for all of us who has A dream.  Go for it !  Chase your dream, no matter what !
As an animation movie lover, what I enjoy the most is French's taste in this film.  The songs, the accent, voila !

Bon appetite, mon ami ...



How To Add Free Social Media Icons On Blogger

It's been a quite sometime I am figuring out on how to install social media icon onto my blog.  I tried some methods but I didn't like the result.  I could ask someone to do it for me but outsourcing means I have to spend some money.  Anyhow, I prefer to do it by myself just like when I decided to start create this blog.    

I am NOT a Web Designer (I wish I were now).  Not HTML expert either.  But it doesn't mean we can't do it ourselves.  Once I found a post which saying just copy a template of HTML and edit according to our personal conditions such as our url etc etc.  Yet, it ended up with no success to me.  It is not as easy as it looks, my oh my ! 

The spirit of  "If somebody can and so CAN I" made me to keep looking and googling and looking and googling.  Until finally found this simple tutorial on Youtube, it may not the best but it is the most suitable for me; no need a kind of editing HTML (wink-wink with happy face) !


Before you do the installation, make sure you already have social media icon matches to your blog or icons you like the most.  Either you buy or get it free.   Yup, it's free, folks ! Type the keyword on search engines;  free social media icons.  Then voila !  There are plenty of them.  Or try searching by using Pinterest like I did.  It is very an interesting that Pinterest can also act as search engines.  I also found an interesting web where you can get the set of icons by free like this one or here.

Finally, I realized that blogging requires creativity.

Happy blogging ! 

Travel's Bucket List #1 - Solo


I feel so crafty today and made this scrappy page.


It's about places I want to see and foods I would to taste once I visit Solo.

Though I've visited Jogja many times which geographically close to Solo but never been to Solo at all.  Weird, isn'it ?!

I wish I could make this trip sometimes this year.

Happy travelling !

thinking to make similar scrappy pages for my other Travel's Bucket List :)