-webkit-border-radius: 100px; -moz-border-radius: 100px; border-radius: 100px; #linkwithin_logolink_0 {display:none;}

Shared of My Life

1st time sharing when you were in my womb
we shared breathe, food and air
: we shared life
that was you started filling my dream

Now..

we share clothes, shoes and bags
we share laughs, stories and wishes
: Your dreams is my prays 
I am happy when you happy
as I won't let one tears falling in front of you

We are no more sharing the same breathe as we did 15 years ago

but doesn't mean we are not sharing our life

Happy Bornday, sweetie pie


Selfienya Tukang Potret

Ternyata, memerangkap para penjepret dalam gambar asik juga. Tidak jarang hasilnya pun menarik.

Ini hasil browsing iseng saya di Pinterest



Paralayang; Uji Nyali di Puncak Kebun Teh

Saya pikir, rafting adalah olahraga paling 'gelo' yang pernah saya coba. Ternyata ada olahraga lain yang menguras nyali plus adrelin.  


Adalah ajakan dari Mas Gendon untuk mencoba paralayang yaitu sejenis olah raga yang menggunakan parasut seperti yang digunakan penerjun payung.  Mas Gendon, begitu kami biasa menyapanya jika bertemu di lingkungan sekolah karena kebetulan anak-anak kami satu sekolah.  



Bermula dari bincang-bincang antar ortu di sekolah hingga suatu saat beliau menawarkan kami, "Kalau mau coba terbang, kasih tahu saya aja, nanti kita terbang tandem" begitu tawarnya.  Ajakan yang sukar ditolak terlebih bagi Suami Ganteng yang [menurut saya sebagai istrinya] termasuk manusia kategori urat nyali-nyaris-putus, maka tawaran demikian is too good untuk dilewatkan.  Ngga sampai di situ, istrinya pun (baca: saya, iya saiyyahh !) dibujuk-bujuknya pulak.  "Ayolah, Mam, kapan lagi nyoba terbang ?  Ntar nyesel lho."  Begitulah kurang lebih bujuk rayunya.  Entah termakan rayuan pulau kelapa Suami Ganteng atau emang saya juga yang pada dasarnya penasaran pengen nyobain hal-hal baru, maka pada suatu akhir pekan kami pun menyambut tawaran 'menggiurkan' tersebut.