-webkit-border-radius: 100px; -moz-border-radius: 100px; border-radius: 100px; #linkwithin_logolink_0 {display:none;}

Tips Membuat Photo Wall

membuat photo wall sendiri


Semenjak hobi motret digiatkan kembali, koleksi foto di rumah jadi numpuk.  Belum lagi hasil jepretan di handphone.  Kalau semuanya dijadikan satu dan dimasukkan dalam album foto, ngga tahu deh segimana banyaknya.  Pikir-pikir sayang juga, udah foto-foto tapi ngga dipajang.  Minimal untuk konsumsi pribadi lah.

Yang jadi ganjalan, jika foto diframing lalu dipasang dinding; harus berapa banyak titik di dinding yang dipaku ?  Dengan foto sebanyak itu, estimasi saya bisa lebih dari sepuluh titik.  Waduh, sayang temboknya.
Begitu tembok dipaku, akibatnya suka gompel, alhasil tembok jadi bolong-bolong.  Dinding rumah yang sudah dicat cat jadi nampak ngga bagus.  Selama ada pilihan tidak melubangi tembok, I will go for that :)

Lalu saya lihat gambar ini di Pinterest....



Beli 1, Dapat 3 – Kredit Keren Banget Dari BCA

Kredit Keren Banget Dari BCA

“Pak, jangan lupa ya, bulan depan si Abu ulang tahun loo...” kata saya mengingatkan Suami Ganteng. 

Siapa si Abu, hewan piaraan ?  Hihihi, bukan dink.  Si Abu adalah julukan kami untuk mobil tercintah J.  Tidak hanya hewan piaraan, di keluarga kami mobil pun diberi nama.  Sebagai bagian dari keluarga yang punya andilnya tidak bisa diabaikan, memberikan nama pada mesin roda empat yang setia membawa kami ke mana pun itu adalah bentuk kesayangan. 

Sehingga biasalah terdengar di antara kami; si Abu belum dicuci tuh atau si Abu di-service dulu atau si Abu jangan diparkir di situ donk, kepanasan dia nanti.   Lalu, bagaimana mobil bisa ulang tahun ?  Itu juga cara kami dalam mengingat jatuh tempo STNK.  Mungkin terdengar berlebihan tapi demikianlah kami mempersonifikasikan kendaraan keluarga.  

Sudahkah Berolahraga ?



Untuk urusan olah raga, selain berenang, saya suka berenang, aerobik dan bersepeda.  Namun semenjak tidak menemukan kolam berenang yang sreg di hati, alhasil berenang jadi vakum.  Biasanya jadwal berenang adalah akhir pekan.  Tapi belakangan berenang di akhir pekan ibarat cendol; kolamnya penuh oleh pengunjung, air kolam jadi butek dan berenang tidak bisa santai.  Baru berenang satu meter, udah terhalang orang.  Nggak enjoy.  Padahal olah raga air yang baik untuk pergerakan sendi-sendi ini adalah olah raga yang saya tekuni semenjak usia SD.

Maka berenang pun jadi diseling dengan aerobik.  Seperti menari, gerak badan sambil diiringi suara musik khususnya yang berirama ritmis itu ternyata buat tambah semangat dan .... bikin happy.  Walau udah ngos-ngosan dan gobyos keringet, rasanya menyenangkan.  Kendala di eorobik ini, sayanya semangat eh...si gurunya malah nggak rajin datang. Ada aja gitu halangannya; mulai dari batal kelas karena murid yang hadir tidak mencapai kuota minimum.  Yang gurunya ikut lombalah.  Yang anulah, inulah.  Sudah datang jauh-jauh dari rumah ke tempat sanggar, eh, batal.  Bete !

Memaknai Silaturahmi


Lebaran tiba.  Time line sosial media penuh dengan ucapan selamat hari raya dan sejenis.  Ada yang mirip kartu lebaran model online namun tidak sedikit yang pasang foto keluarga dengan berbagai pose.  Ada foto dengan pose resmi, banyak juga yang pake gaya bebas.  Ada yang keluarga inti -seperti saiah !- dan ada pula yang publish foto keluarga besar.  Tongsis atau tripod jadi berguna banget ^_^

Tidak ada ekspresi sedih. Semuanya wajah sumringah, penuh senyum bahagia.  Betapa Hari Kemenangan memang disambut penuh suka cita.  Akhirnya datang juga hari yang telah dinanti 30 hari sebelumnya.  Bertemu dengan orang tua, bersua kembali dengan orang-orang terkasih, dengan orang-orang yang tidak setiap hari dijumpai karena kesibukan keseharian.  Sejumput rasa kasih yang Tuhan tanamankan dalam diri setiap insan-Nya, terpancar terang di Hari penuh Kemenangan.

The Beauty of Vintage

Saya selalu exciting jika berkunjung ke rumah kerabat Suami Ganteng yang terletak di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan.

Si Tante dari pihak Suami Ganteng ini pandai mendekor rumahnya dengan menggunakan barang-barang peninggalan sang mertua.  Sekian lama dihuni, the owner of the house tetap mempertahankan bentuk asli bangunan yang konon peninggalan jaman Belanda.

So, every time I step into this house, feel like somewhere -not in the present time-.  Kalo kemaren ada yang kecele dengan postingan saya yang ini karena mengira beneran hasil ketemuan di rumah nenek, well berikut beneran hasil berkunjung ke rumah sesepuh.

Perhatikan ubinnya !


Eid Mubarak 1436


Kita pikir, memaafkan adalah untuk orang lain.  Ternyata, memaafkan lebih untuk diri sendiri. Dengan memaafkan stress yaitu ketegangan otot, dan tekanan darah jadi stabil.  Dengan memaafkan, mengurangi rasa sakit yang dirasakan oleh tubuh.  

Hasil sebuah survei sesi psikoterapi, diperoleh hasil, orang yang memaafkan dan melupakan kesalahan orang lain memiliki tubuh yang lebih sehat ketimbang mereka yang tidak.  Orang yang memaafkan biasanya memiliki hubungan sosial yang lebih sehat.

Maka, maafkan saya jika Anda menemukan kata-kata yang kurang berkenan ketika blog walking di sini.



"Orang yang kuat bukanlah orang yang pandai berkelahi, namun orang yang kuat ialah orang yang mampu menahan amarahnya"
Rasullullah SAW


Cooking With Love



Cooking is not my thing.  Buat sebagian orang, masak adalah me time bahkan salah satu cara untuk mood booster sedangkan bagi saya cooking is for survival supaya ngga kelaparan, hehehe.  Beda banget 'kan ?

Padahal almarhum Nyokap pinter banget masak.  She can cook almost all kind of dishes.  Walaupun udah lama ngga ada, kalo lagi ngobrol sama Tante-tante gw, kepiawaian nyokap yang satu ini masih digadang-gadang.  Saya ?  Cukup manggut-manggut mengamini.  Sambil ngebayanging makanan-makanan yang udah lama saya ngga pernah icip lagi karena kalo yang masak orang lain, kok rasanya beda.  Mom's dishes is the best.  Probably because she always put love as main ingredients to all her dishes, tsah !

Saking minimnya [minim ya, bukan nol, jadi masih mendinglah hehehe] kemampuan saya dalam memasak, waktu saya dilamar dulu, Bokap sampe ngomong, "Iya, tapi anak saya ini nggak bisa masak, lho, Pak, Bu...".   Jiaahhh, Bokap teh gimana, sih ?  Kok malah ngejatohin anak sendiri ? Mungkin maksud Bokap ngomong gitu sebenernya mau kasih tahu ke calon besannya, "Jangan salahin gw, kalo anak lo nanti cuma diceplokin telor doank, yaaa..."  Hihihi

3 Free Tools for Tracking Blog Post

TRACK BLOG POST


Jika bukan karena permintaan agency tentang data pageview dan visitor terkait job review yang saya lakukan, kemungkinan besar saya tidak diggin this up.

Selain Google Analytics ternyata ada aplikasi gratis lainnya yang dapat dijadikan sebagai tracker tool.  3 aplikasi online berikut, selain sebagai URL Tracker, juga berfungsi sebagai URL shortener. URL shortener adalah aplikasi guna menyingkat url suatu blog post karena biasanya url blog post idem ditto dengan judul blog post itu sendiri.  Kenapa url perlu disingkat ?  Biasanya jika kita ingin mempublikasikan suatu postingan di sosial media yang memiliki keterbatasan karakter seperti Twitter.

Boost Your Creativity with Polyvore

polyvore


Tahu Pinterest 'kan ?
Aplikasi selain Instagram yang isinya gambar melulu.  Jika Instagram lebih ke foto, maka Pinterest selain foto juga bisa berupa artikel pendek.  Kelebihan lain Pinterest adalah adanya link hidup yang tersambungkan dengan suatu blog.

Di Pinterest juga banyak bertabur berbagai macam image baik foto maupun ilustrasi.  Dari mulai fashion hingga makanan.  Buku, film, quotes dll.  Berkat keluwesannya ini maka Pinterest banyak disukai terutama oleh penggemar fashion dan desain.

Khusus fashion, hingga ada pernyataan kalau Pinterest adalah lemari baju yang tidak kita miliki, cuma bisa kita pajang di Pin Board yang kita miliki ^_^

Tips Tantangan 15 Hari Menulis

tips menulis panjang


Di salah satu komunitas yang saya ikuti, sedang berlangsung tantangan #15harimenulis.  Tujuan utama dari si penggagas agar kita-kita yang katanya suka nulis ini, tidak lupa tujuan menulis.  Yang katanya lagi, kalo nulis itu pakai hati.  Jangan cuma untuk ngejar job review semata #uhuk !

Buat saya yang belum pernah ikut program seperti ini, tantangan kali ini benar-benar ‘nantangin’.  Kenapa ?  Well, begini ya.

Dilaksanakan saat bulan Puasa.  Sebetulnya sih, puasanya tidak masalah. Yang bisa jadi batu sandungan adalah 15 hari terhitung dari tanggal 6 Juli kemarin berarti, program ini akan berakhir tanggal 21/7.  Dengan catatan Hari Raya Idul Fitri jatuh di tanggal 17-18 [prakiraan].  Terbayang donk, minggu-minggu Lebaran itu acaranya bisa full day bahkan kadang hingga malam.  Maklum, undangan acara kumpul saudara dan kerabat ada di sana-sini.  Energi sudah terkuras di seharian, masih harus setor tulisan juga !  Eaaaa....

Food Fotografi Ternyata Tidak Gampang

Jadi ceritanya ada seorang kerabat yang punya usaha kue kering dan ingin menjajal promosi via sosial media layaknya yang dilakukan banyak orang sekarang.  Karena dia tahu saya suka potrek-potrek, maka dimintanya saya untuk membantunya.

Awalnya saya tolak.  Pertama, ilmu potrek-potrek saya masih minim banget.  Baru sebatas hobi yang belum diasah betul.  Kedua, mintanya foto makanan pula.  Setahu saya, memotrek objek diam lebih sulit dibandingkan mahluk hidup.  Beda dengan memotret human atau binatang yang punya emosi sendiri, di objek diam kitalah yang memberikan "roh" ke dalamnya.  Makanya ada orang yang dikenal dengan food stylish.  Mereka inilah yang memberikan sentuhan, agar gambar makanan can speak for themselves.  The ultimate goal para food stylish ini adalah agar orang-orang yang melihat gambar makanan tersebut jadi ngiler, pengen icip-icip.  

Tentang Menginstal Ulang WhatsApp di Android



Sebelum ada Android, aplikasi messaging yang dikenal hanya SMS.  Mundur ke belakangnya lagi, ada yang namanya pager.  Eh, BTW, pada tahu pager 'gak ?  Kalo ngga tahu, berarti saya lebih banyak tahu dibanding Anda-anda semua, wkekekekek.  

Ada juga BBM dari si Hitam Berry.  Tadinya dia somse, gak mau berkolaborasi sama aplikasi texting lainnya di Android.  Akhirnya semaput, mengibarkan bendera putih karena ternyata hidup di era internet seperti ini yang namanya interdependency lah yang survive.

Yang tadinya BBM itu ekslusif, sekarang sudah sama egaliternya dengan Kakao Talk, WhatsApp, Line dan teman-teman lainnya.  Akibatnya, orang pun rame-rame migrasi ke basis Android karena lebih banyak kemudahan dan jasa yang ditawarkan.

Segar Sehat dengan Si Kuning Lemon




Asal muasalnya kepincut sama si kuning lemon ini ketika minum lemon tea di salah satu restoran. Selain memberi rasa asem pada air teh, terhirup juga aroma segar lemon.  Syaraf-syaraf di badan sontak bangun, jadi jreng lagi.  Tambahan es batu, jelas menghalau dahaga.  Semenjak itu ice lemon tea jadi minuman favorit.

Dan si kuning lemon ini menambah daftar jenis jeruk yang dikonsumsi.  Hanya saja, saya kurang suka mengonsumsinya secara langsung.  Lebih cocok jika untuk campuran makanan.  Biasanya saya melakukannya untuk ini.

Rumah Tanpa ART

rumah tanpa art


Jadi fix, sudah setahun ini kami hidup tanpa ART [Asisten Rumah Tangga].  Si Mbak yang sudah kerja hampir 3 tahun itu, mengundurkan diri setelah Lebaran tahun lalu.

And surprisingly, we able to manage so far !  We live normal as we used to be.  Bedanya Cuma ngga ada si Mbak aja.  Dan ternyata it wasn’t horrible as we thought before.  Seisi rumah masih makan teratur mengingat cooking is not my thing ^_^.  Masih ada baju bersih di lemari masing-masing dan rumah masih rapi teratur tidak seperti kapal pecah.  Bisa saja kami mencari ART baru, namun berdasarkan berbagai pertimbangan, kami memutuskan untuk tidak melakukannya.

Jadi, apa saja yang sudah kami lakukan hingga survive sampai hari ini ?

Berkunjung ke Imah Nini di Bogor


Imah Nini Bogor


"Jadi kita ketemuannya di Imah Nini, aja."

Demikian pesan yang terbaca siang itu di salah satu grup aplikasi texting yang saya ikuti.  Membaca nama tempatnya, terdengar lucu di telinga saya.  Karena dalam Bahasa Sunda, Imah artinya rumah dan Nini adalah panggilan untuk nenek.

Sebelumnya udah pernah dengar Bumi Aki [Rumah Kakek], yang ini Imah Nini.  Hihihi, lucu dan unik, ya ?  Both are ear catchy.

Mengingat banyak kafe dan resto baru di Bogor yang tumbuh bak jamur di musim hujan, selain konsep, nama pun jadi urusan yang tidak bisa diabaikan oleh pengelola kafe.  Semakin unik, semakin menarik perhatian pengunjung.

Rekomendasi 5 Aplikasi Tak Berbayar untuk Collage





Hai, I'm back and now would like to talk about Application & Tools.  Kali ini tentang 5 aplikasi tak berbayar online untuk collage.  Kenapa collage ?  Kan udah mau deket Lebaran nih.  Biasanya kalo lagi kumpul keluarga gitu, apalagi yang dilakukan selain ngobrol dan makan ?  Yup, bener banget.  Futu-futu, donk !  Nah, daripada hasil fotonya cuma nganggur di USB aja, mending kita buat collage.

Apa itu collage ?  By definition collage adalah:



Source: Google

DI.LO Co-Working Space, Satu Meja Ramai-Ramai




Teknologi jelas-jelas merubah wajah kebudayaan manusia.  Kalau mesin uap James Watt berhasil membangun Revolusi Industri, hal yang sama juga terjadi pada internet.  Selain gadget, internet melahirkan cara kerja dan jenis pekerjaan dengan job description yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. 

Kemudahan yang disediakan oleh internet memungkinkan orang untuk bekerja di mana saja dan kapan saja.  Selama terhubung dengan jaringan, hasil pekerjaan pun sampai di tangan si Bos.  Bahkan meeting pun bisa dilakukan via conference call atau video call.  Pendek kata, ga perlu datang ke kantor lagi !  Kenyamanan-kenyamanan yang ditawarkan seperti inilah yang belakangan makin dilirik banyak orang.  Ngga heran kalo sekarang banyak orang yang ingin beralih profesi menjadi freelancer.  Atau mencari pekerjaan yang bisa dikerjakan dari rumah. Dream job, ever !

Tapi bekerja dari rumah bukannya tanpa persiapan, lho.  Seminim apa pun itu, tetap harus ada ‘office facility’ yang disediakan.  Jika bekerja dari rumah adalah pilihan final, idealnya memang harus sedia area khusus.  Namun the biggest challenge bagi pekerja rumahan adalah destruksi alias gangguan yang dapat menyebabkan kerja tidak optimal.  Destruksinya bisa macem-macem, mulai dari anak-anak, tamu yang tiba-tiba datang tanpa pemberitahuan, dan hal-hal domestik lainnya. 

---------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------

Tips Menabung Cermat a’la My Dairy Note’s


Cermati.com


Tidak sedikit di antara kita yang punya rekening di bank tapi rekening tersebut hanya berfungsi sebagai media penerima pembayaran alias gaji.  Dengan anekdot “gajian sepuluh koma” yang maksudnya setelah tanggal sepuluh, terus koma; rekening tidak berfungsi sebagai tabungan seperti asumsi kita sebelumnya.  Ketika saya kecil dulu, punya rekening di bank itu artinya punya tabungan.  Termasuk kategori “horang kaya”, kelebihan duit.  Supaya aman, maka kelebihannya disimpan di bank. 

Waktu berlalu masa berganti, situasinya berbeda.  Sekarang semua orang hampir bisa dipastikan punya rekening di bank, secara udah bukan jamannya lagi bayar gaji memakai uang tunai.  Tinggal lihat saldonya, apakah memang termasuk kategori “horang kaya” tadi (ehm) atau rekening cuma tempat transfer gajian, titik.