Bogor Jazz Reunion 2015

by - November 01, 2015


Begitu dapet flyer Bogor Jazz Reunion, langsung memutuskan untuk beli karcisnya.  Terutama setelah lihat nama-nama pengisi acara yang dulu biasa dilihat ketika agenda Friday Jazz Night Pasar Seni Ancol masih berjaya *hallagh, ketahuan angkatan berapa ! ^_^*

Fariz RM, Iga Mawarni, teh Rieka Roeslan [ex-the Groove] dan Idang Rasjidi adalah beberapa diantara nama-nama yang bakal unjuk aksi lagi di panggung BJR 2015 kali ini.

Rupanya BJR ini sudah menjadi agenda rutin tahunan Bogor.  Setelah tahun lalu perhelatan diadakan di SKI Tajur maka tahun ini pihak penyelenggara bekerja sama dengan Manajemen Kebun Raya Bogor.  Cocok dengan tema Respect The Nature diusung BJR kali ini.

Bukan tanpa alasan Bang Idang mengangkat tema lingkungan karena prihatin dengan kondisi alam Indonesia belakangan ini.  Semua orang rindu hujan dan kangen langit biru,  Lewat musik, semua tirai penghalang akan kesadaran cinta alam dengan mudah bisa tersibak karena musik adalah bahasa jiwa, menyapa semua telinga.  Siapa yang tidak suka musik ?  Pesan lebih tersampaikan melalui musik ditimbang pidato.  Demikian tutur Bang Idang di puncak acara yang kabarnya diliput oleh media termasuk CNN Indonesia, pfuiih.





Maka ketika hujan deras mengguyur Bogor, penonton tetap setia menanti jalannya acara yang dimulai pukul satu siang.  Walaupun sudah lama tidak turun hujan namun panitia tetap mengantisipasi cuaca dengan membagikan jas hujan berikut alas duduk yang diberikan pada penonton ketika registrasi.  Benar saja, sore itu, tidak lama dari saya dan Suami Ganteng masuk Pintu 2 KRB menuju area Wisma Tamu Nusa Indah, air pun tercurahkan dengan sederas-derasnya.  Payung yang kami bawa rasanya masih kurang menahan basahnya air.  Tapi kapan lagi kita berduaan di bawah payung sambil menapaki aspal Kebun Raya ? Begitu hibur Suami Ganteng.  Ah, kamuu ! *tersipu*

Selama menanti hujan reda kami berteduh di tenda food area yang disediakan panitia.  Mulai dari makanan yang kekinian hingga tradisional berjejer rapi.  Agar tertib, pengunjung harus membeli kupon dahulu di meja kasir.  Sore itu semangkok soto mie menghangatkan perut saya.  Sedangkan sepiring doclang sukses pindah ke perut Suami Ganteng.


 dokumentasi by Woro


Ki-Ka : saya-Woro-Sally "Ei"- Rani
dokumentasi by Woro

Setelah hujan mengguyur Bogor hampir dua jam, saya pun bergabung dengan teman-teman yang sudah tiba di lokasi terlebih dahulu.  Teman-teman dari gerombolan yang punya interest sama; yup my fellow blogger !  Ada Mak Woro, Sally "Ei" dan si imut Rani.  Sama seperti saya, sore itu Ei ditemani oleh sang Suami dan rupanya mereka termasuk pasangan yang dulu juga doyan nongkrongin Friday Jazz Night Ancol.  Cucok deh !



Selain pergelaran musik, dituturkan pula sejarah Kota Bogor oleh salah satu pegawai senior Istana Bogor.  Talk show ini mengambil slot waktu di siang hari.  Mungkin karena alasan itu maka siswa sekolah menengah dihimbau untuk datang di sesi siang agar tahu sejarah kota yang dihuni.  Siapa lagi yang akan membangun kota selain penduduknya, right ?


Suami Ganteng lagi gaya


Istrinya Suami Ganteng yang ikutan bergaya ^_^

Di sesi siang, penampil acara adalah Duo Endah dan Rhesa serta Fakhry and Friends.  Namun saya nggak sempet lihat aksi mereka karena saya tiba di lokasi sudah menjelang sore dan hujan keburu turun.

Tapi ngga kecewa kok karena yang saya tunggu adalah para pelaku jazzy Indonesia yang udah lama tak saya lihat.

Sekitar pukul 8 malam, Fariz RM siap menghibur di panggung dengan setting tenda.  Oh ya, sebelum lupa ada 3 panggung yang disediakan oleh panitia.  Tiap artis tampil di panggung yang sudah ditentukan.  Jadi jika selesai di Panggung 1, misalnya, penonton langsung berubah posisi duduk ke panggung yang lain.  Begitu seterusnya.  Seru juga, jadi kita ngga duduk diem terus.  Aura dinamis terasa juga ke penonton.

 Fariz RM on stage

Balik ke penampilan Faris RM, malam itu dia bawain lagu-lagu populernya yang lawas seperti Penari, Sakura dan so pasti Barcelona.  Lagu tentang pengalaman cinta di Spanyol ini jadi pamungkas aksi panggung Fariz.


Fariz in action


Walau kualitas sound di panggungnya Fariz RM kurang memadai -mungkin akibat terpaan air hujan- namun penonton tidak protes apalagi beranjak pergi.  Mungkin semua kangen lihat Fariz nyanyi lagi seperti dulu ya ?

Usai Fariz, penonton digiring untuk pindah ke pelataran Wisma Tamu di mana Iga Wamarni sudah siap menanti.  Selain membawakan lagu Kasmaran-nya yang sempat jadi hits di masanya [malu nyebut tahun hehehe], malam itu Iga juga membawakan lagu-lagu pop dalam genre pop.  Let It Be-nya The Beatles, salah satu lagunya Koes Plus hingga lagu anak-anak Burung Kutilang semua dilantunkan dengan improvisasi yang jazzy.  Malam itu, saya menyimpulkan sendiri kalo Iga ibarat Diana Krall-nya Indonesia.


Iga Mawarni on stage


Semua lagu yang asalnya bukan lagu jazz itu terdengar enak aja dibawakan Iga.  Ditambah lagi warna vokal "berat"-nya khas.  Satu lagi, Iga sangat komunikatif dengan audience.  It all makes her humble and friendly.


Iga Mawarni in action


Makin malam alampun lebih bersahabat.  Langit cerah walau tak berbintang, angin sejuk khas Bogor berhembus pelan. Dengan menggunakan alas duduk yang terbuat dari karet yang diberikan panitia, maka rumput basah sehabis hujan sore tadi tidak mengganggu kami dalam mencari posisi duduk.  Jas hujanpun berganti fungsi menjadi alas tikar.  Perfecto !

Panggung terakhir yang disasar adalah panggung bambu yang tengah lapangan yang berada di depan Wisma Tamu Nusa Indah.  Lagi-lagi kami segera berpindah mencari posisi yang strategis.  Kali ini kami berhasil mendapatkan tempat duduk yang berjarak kurang dari dua meter dari panggung setinggi 60cm terbuat dari bambu.  Tema Respect To Nature pun  diimplementasikan hingga dalam konsep panggung.  Kereeenn !!


Rieka on stage


Lihat penyanyi yang ini, ingatan saya adalah The Grove.  Salah satu grup band jazzy yang sayangnya udah bubar.  Kalau penyanyi lain bawain lagu hits maka Rieka cuma nyanyiin lagu baru yang notabene awam terdengar.  Tapi teteuub aja, penonton tak beranjak pergi.  Tersihir sama aksi panggungnya Rieka yang seperti orang menari dan lengkingan suaranya yang WOW tinggi sekalee ! Nyampe berapa oktaf ya ?


Rieka's expression 


Rieka on silhoutte

Di telinga saya, Rieka seperti membaca sajak dalam irama jazzy.  Perlu nyimak liriknya walau melodinya tetap ngebeat alias tetep enak untuk goyang-goyangin badan ^_^

Di panggung yang sama pula, akhirnya sang penggagas acara Bang Idang Rasjidi tampil.  Klimaks perhelatan ditutup dengan performansi Idang & Friends yang menghadirkan Tata sebagai vokalis dan pemain saxophone muda Richard Hutapea yang pernah diulas di Net TV.


Si cantik Tata



 Richard Hutapea


Acara yang dijadwalkan selesai pukul sebelas malam ternyata masih berlanjut hingga tengah malam. Kalender di smart phone saya sudah berganti tanggal.  Panggilan bantal guling yang hangat sudah menggayut kantuk di mata sedang Idang Rasjidi & Friends masih meriahkan Kebun Raya Bogor yang biasanya hening lagi gelap.

Kami tetapkan langkah kaki saja menuju pulang.  Terpuaskan sudah kerinduan lama akan suguhan musik jazz yang dulu akrab kami sambangi di Friday Jazz Ancol.

Kira-kira, tahun depan BJR akan dipusatkan di mana ya ?


My last shot.  See you next year !



You May Also Like

11 comments

  1. Asyik ya acaranya ^_^ Seneng banget bisa nikmatin suguhan musik jazz sambil duduk santai bersila (kadang2 nyelonjorin kaki juga kalo pegel) di atas rumput Kebun Raya Bogor. Fotonya bagus mbaakk... bisa dapat agak close up gitu..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, enak duduk merumput walau basah-basah gimanaa gituuu ^_^
      Gw bawa lensa 18-200, makanya bisa semi close-up dibantu posisi. Posisi memang menentukan prestasi *hallagh !*

      Delete
  2. Ish..keren ini acaranya, ngebet juga saya denger suara mereka bertiga. Ketahuan angkatan berapa ini, hihihiii

    ReplyDelete
    Replies
    1. Eits, "sesama" angkatan dilarang protes hihihi

      Delete
  3. Ah keren banget bisa mendengarkan tembang lawas jazz nostalgia live :) nunggu yg di Surabaya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini agenda tahunan Bogor mba, mengingat Idang domisili di kota yang sama.
      Jadi tahun depan ke sini aja ya :)

      Delete
  4. Semoga di Bogor makin sering ada event2 keren kayak gini ....

    ReplyDelete
  5. Keren ya acaranya. Terlalu lama nunggu tahun depan, kenapa tidak dipersering?

    ReplyDelete
  6. keren-keren artis pengisi acaranya,ada Fariz juga ya

    ReplyDelete
  7. Duuh, betapa kepenginnya aku nonton konser musik jazz, bener
    Even begini harusnya dipersering, bener kata mba Arin tuh

    ReplyDelete

Hai ^_^
Terima kasih sudah berkunjung dan membaca tulisan saya di blog ini.
Silakan tinggalkan komentar yang baik.
Mohon maaf, komentar anonim maupun yang sifatnya spam, tidak akan dipublikasikan.
Keep reading and Salam !