-webkit-border-radius: 100px; -moz-border-radius: 100px; border-radius: 100px; #linkwithin_logolink_0 {display:none;}

Menikmati Kreativitas Rasa di B'Tur Puncak

Eating is necessity. But cooking is an art.

***

Selamat Tahun Baru 2017!

After a while, this would be my first post for this year.  I closed 2016 by receiving un-expected letter from a stranger.  Di penghujung tahun lalu saya menerima sebuah email dari B'Tur Resto & Cafe untuk melakukan food testing dan perkenalan akan menu baru mereka.

I was thrilled when received the email.   Da saya mah apa atuh?
Ngakunya blogger tapi gak rajin update blog. Sering menulis tentang makanan tapi bukan food blogger.  Suka nulis perjalanan namun bukan traveller.  Lalu termasuk jenis apa donk?  Mungkin lebih tepat jika saya blogger jadi-jadian 😀.  

Jadi tidaklah salah jika rasanya so amazing ketika membaca kalimat ini di pembuka email,"...recognize the dedication and passion you put into writings your articles which you frequently publish on your blog."




My goodness, is it me the sender is talking about?  *tepuk-tepuk pipi untuk menyadarkan diri* #lebay

Di tengah menurunnya motivasi untuk menulis, menerima email semacam ini seolah-olah jadi mood booster.  Energi saya kemarin seolah tersedot ke tempat lain yaitu foto.  Setelah mengikuti workshop sehari ini, kenginan menulis surut drastis.  Sebaliknya, punya energi lebih untuk motret.  Gak punya pendirian banget ya?


Long short story, saya menerima undangan food testing (please read Discloure) dari B'Tur.  

Undangan berlaku untuk dua orang saja, namun mengingat akhir Desember kemarin sudah masuk masa liburan sekolah maka anak-anak pun ikut serta.  Lumayanlah, ada alasan untuk jalan-jalan pendek ke Puncak.

Secara lokasi jarak rumah ke B'Tur sekitar 20 KM. Sedianya bisa dicapai kurang dari satu jam, tapi mengingat sudah masa liburan belum lagi volume kendaraan maka membuat waktu tempuh molor dari hitungan empat puluh menit menjadi hitungan jam.  

Bukti bahwa Puncak masih jadi destinasi tetirah favorit penduduk Jabotabek.  Ada banyak alasan untuk selalu menyambangi Puncak. Mulai dari keinginan merasakan hawa sejuk non-artifisial (baca: AC).  Menikmati pemandangan landscape pegunungan yang pastinya lebih menyegarkan mata dibanding deretan mobil-motor atau hutan beton yang tak berkesudahan.  Hingga pilihan tempat makannya.  Tidak sedikit orang datang jauh-jauh ke Puncak hanya untuk sekedar untuk goyang lidah.

Selain karena kemajemukan alasan, Puncak adalah jalur pelintasan antar kawasan di kaki Gunung Gede-Pangrango, tak heran jika ruas lalinnya selalu padat kendaraan. Siang itu  matahari belum lagi beranjak dari titik tertingginya, tapi antrian panjang kendaraan menuju Puncak seolah enggan bergerak.  

Berbekal arahan Pak Vandy dalam emailnya, kendaraan kami arahkan menuju Puncak Pas.  Lokasi B'Tur sebelum Kebun Teh dan berada di sisi kanan jalan jika menuju Puncak.  






Maka pada sebuah bangunan yang eye catching; berbentuk kotak terbuat dari kombinasi kayu dan kaca, dengan ruang parkiran yang luaslah kami tujukan si roda empat.  Matahari belum lagi di titik tertingginya dan antrian kendaraan sudah mengular di jalan raya saat kami tiba di B'Tur.

Sejenak menghentikan langkah di ambang pintu bangunan.  Selain mencari lokasi meja yang akan ditempati, indera penglihatan mengagumi konsep bangunan yang tak biasa ini.  

Ruang yang luas tanpa sekat dengan dominasi furnitur kayu menyambut mata.  Dinding tembok hanya menjadi pembatas antara area masak dengan ruang saji.  Selebihnya los, minus sekat.   Langit-langit bangunan juga berfungsi sebagai atap, terbuat dari rangka besi nampak kokoh memayungi seluruh gedung.  Susunan berseling antara kayu dan kaca selain berfungsi sebagai dekoratif juga memberikan efek ringan dan hangat. 

Keberadaan kaca yang nyaris menyelimuti seluruh bangunan rupanya bukan sumber penerangan semata. Karena kaca tersebut adalah jendela hidup (baca: bisa dibuka tutup). Rupanya dari situ sumber hembusan angin semilir yang terasa dalam ruangan.  No Air Con needed, too!  

Konsep cerdas berorientasi Go Green. 






Sengaja saya hadir lebih cepat dari waktu yang ditentukan.  Selain antisipasi kemacetan -ternyata intuisi ini benar adanya- karena pertimbangan tiba lebih awal dengan niat mengambil foto-foto lebih dahulu. 

Ada pemikiran, jika lebih awal tiba maka prakiraan saya restonya belum ramai pengunjung dengan demikian memberikan kesempatan pada untuk lebih leluasa memotret.

Ternyata perkiraan saya tidak meleset.  B'Tur belum ramai saat kami tiba.  Setelah menghampiri salah satu crew resto dan mengutarakan maksud tujuan; kami dipersilahkan menunggu Pak Vandy.  Sambil mengisi waktu, maka sayapun mulai mengeluarkan alat potret. 

Surprisingly yang saya sebut-sebut sebagai Pak Vandy turns out to be a young and energic man. Langsung ganti sebutan jadi "Mas" hehehe.

It is very clear to me that he is very passionate about the business he is running now; B'Tur.  Mulai dari berdirinya B'Tur, alasan memilih nama B'Tur, rencana-rencana jangka panjang B'Tur seperti the coming soon variant yaitu B'Tur bakery termasuk konsep menu yang meliputi Menu Western (steak, pasta)  and Menu East (menu lokal) including Arabian dishes.  Mengingat Puncak belakangan merupakan salah satu destinasi favorit pelancong dari Timur Tengah ke tanah air maka B'Tur pun memasukkan makanan asal jazirah tersebut dalam daftar menu B'Tur.  




B'Tur yang beroperasi belum dua tahun ini ternyata sudah sering diliput media televisi.  Mulai dari acara kuliner hingga setting sinetron.  B'Tur juga melayani pelanggan yang ingin menjadikan resto tersebut sebagai lokasi pemotretan, prewedding misalnya.

Sebelum kepo apa arti B'Tur, saya terlebih dahulu bertanya bagaimana melafalkan nama B'Tur. Ternyata B'Tur diilhami dari bahasa lokal (aka. Bahasa Sunda) yaitu Batur yang berarti "teman". Alih-alih menggunakan huruf 'a', dipakailah tanda baca apostrof.  Kreatif 😀 !

Mas Vandy juga fasih menjelaskan every story and the process behind every dishes B'Tur is serving. Totalitas memang diperlukan dalam setiap pekerjaan.  Tidak salah jika owner mendapuknya sebagai CEO B'Tur Puncak Resto & Cafe.  He surely knows what he is doing.  

Sebagai pelepas dahaga, empat jenis minuman terhidang lebih dahulu.  Banana Oreo Milks Shake dan Orange Juice.  Those two are my kids regular choice when it comes to drink.  Cappuccino Latte pilihan Suami Ganteng.  And Lemonana from myself.

Oke, mari kita jajal rasa di B'Tur!



























Sudah menjadi kebiasaan saya untuk bertanya sebelumnya pada saat order, memastikan apakah juice terbuat dari fresh fruit atau tidak.  Berdasarkan pengalaman, walaupun tertulis fresh juice, terkadang  ada penyedia yang "nakal" mengakalinya dengan menggunakan minuman buah kemasan.

Unfortunately, kita baru mengetahui apakah juice terbuat dari buah-buahan segar setelah mencicipinya.  But not to worry karena B'Tur is genuinely serves fresh juice.  Rasa pekat jeruk terasa sekali saat menyesap Orange Juice.

Pun dengan Banana Milk Shake Oreo.  Serasa minum es krim cair dicampur pisang dan biskuit Oreo. Dingin-dingin seger! 

The unexpected taste coming from Lemonana.  Saat pemesanan saya bertanya apa perbedaan antara Lemonana dengan Fresh Lemon.  Bear with me, Coz I'm such a demanding customer 😂😂

I know what I could get from Fresh Lemon.  But Lemonana?  Basically, Lemonana is just a mixture of lemon with mint leaves.  The all blend together, demikian jelas Pak Vandy.  One more, Lemonana is cold drink and served without ice cubes.

Daun mint ini tidak saja dekoratif.  Tapi juga mempunyai rasa dan aroma yang khas.  Karena sifat-sifat yang dimilikinya tak heran jika si daun ini termasuk yang sering dijadikan sebagai garnish, baik untuk makanan maupun minuman.



Nggak nyesel saya pesan Lemonana.  Rasanya beneran unik.  Imagine this; kombinasi kesegaran air lemon dengan daun mint.  Ada after taste setelah menyesap minuman yang berwarna hijau ini.   Itu adalah rasa daun mint.  Sedang warna hijau berasal dari warna daun mint yang diblender. Serpihan daun yang kecil-kecil terlihat melayang dalam cairan.

Obrolan panjang dengan Mas Vandy tak menyisakan rasa bosan menunggu karena tak lama menu yang perlu diicip-icip pun tiba.  Sesuai info yang disampaikan dalam email, ada tiga jenis menu makanan yang disajikan yaitu:
  • Shawarma; an Arabian wrapped sandwich. 
  • SiROTBAK alias roti bakar, topping sesuai pilihan sendiri.  Karena roti bakar ini kesukaan anak-anak maka mereka memilih Ovaltine dan Fruit Loops cereal sebagai topping.
  • Dan Charcoal Grilled Chicken atau fillet ayam yang dipanggang di atas arang.  



Sekilas lembaran dagingnya mirip daging sapi, ternyata itu adalah fillet ayam.
Dipanggang di atas bara api setelah dimarinated dengan resep 
yang terinspirasi oleh bumbu sate ayam.
Ada aroma panggang bercampur dengan rasa kaya bumbu; sedikit manis but not too sweet




Semacam kebab namun dengan kulit roti yang tidak terlalu tebal. 
What I like from this dish is the sauce; tasty and juicy.
Ada rasa asam seperti mayonaise dalam sausnya.
 Ternyata bukan mayonaise, melainkan homemade sause with B'Tur secret recipe.
Jika disuruh memilih, I like this dish very much.
Rasanya ringan, ada muatan daging tapi nggak bikin "enek" plus sayuran segernya.
Cocok buat yang pengen kenyang tapi ngga mau makan berat.





Khusus SiROTBAK, saya persilahkan anak-anak yang memilih topping.
And they chose Ovaltine with Fruit Loops cereal.
Semua sudah tahu lah ya, gimana rasanya Ovaltine dan cereal.
Jadi perhatian saya tertuju pada si roti yang tebal and they way the serve si roti bakar.
Sering nemu roti yang kelihatan tebal tapi pas digigit kempes.  
Yang ini nggak.  Asli tebelnya.  Digigit ngga kempos 😄



Dan sama seperti kulit Shawarma, roti ini pun home made alias buatan B'Tur sendiri.
Setelah dibakar, bagian luar roti terasa crispy namun bagian dalamnya tetap moist alias empuk.
Rasa asli si roti 'almost' plain, gak manis tapi juga gak tawar (nah, kebayang gak?)
Beragam topping "kekinian" disediakan seperti Oreo atau Peanut Butter.
Keunikan lain, ada pesan-pesan alay lucu yang disematkan pada bendera kertas yang ditancapkan di atas roti bakar.
Pastikan Anda simak bacaannya sebelum melahap SiROTBAK ya!
Dijamin bikin senyum-senyum sendiri.  
Well, I did enjoy their creative way in serving the dish ^_^


Rupanya kreativitas B'Tur tidak berhenti sampai di situ.  Mas Vandy juga menawarkan saya untuk melihat proses pembuatan Infused Cappucinno Latte.  Apalagi tuh?




What special about this cappucinno; jika pada umumnya creamer yang digunakan untuk menghiasi si latte berwarna putih, maka si Infused Cappucinno diberi tambahan warna lain.  Tentunya pewarna yang digunakan adalah pewarna makanan, donk!

Dari sisi rasa, selayaknya rasa cappucinno latte lah.  Hanya beda di tampilan saat penyajian saja. Melihat kombinasi warna yang dihasilkan, rasanya lebih kok sayang banget untuk diseruput, mendingan untuk sajian mata aja 😃




Ketika perihal makan tidak melulu tentang mengisi perut melainkan beralih menjadi suatu pengalaman dan sensasi, B'Tur is the place.

Di sini, semua panca indera "dipaksa" untuk memenuhi rasa laparnya masing-masing.

Konsep minimalis dan lay out yang tidak neko-neko tapi cozy, membuat mata betah untuk berlama-lama menikmatinya.  Banyak foto cantik yang bisa diabadikan di sana.  Gak percaya?  Coba cek IG B'Tur, akan ada banyak hasil captured para pengunjung.

Suasana di dalam resto yang tenang, mengenyangkan rasa akan kebosanan atas riuhnya Ibu Kota. Semilir udara sejuk Puncak, menyegarkan kulit yang biasa terpapar matahari ataupun hawa sejuk buatan.  Selain nyaman untuk kongkow syanteek, B'Tur juga cocok bagi pekerja digital yang ingin mencari suasana kerja yang berbeda.  Don't worry, koneksi jaringan internet WiFi di lokasi bisa diandalkan kok!

Dengan rentang harga high to end, B'Tur is worth for your indulgent.  Menu minuman dimulai dari harga Rp10ribu hingga Rp 40ribuan.  Bagi para penyuka kopi, per cangkirnya dimulai dari harga Rp 17ribuan.  Paling mahal adalah kopi luwak yang dibandrol sekitar Rp 50ribuan.

Aneka Steak dihargai mulai dari Rp90ribuan.  Side Dish semisal SiROTBAK dimulai dari harga Rp10-40ribuan, tergantung pilihan topping.  Sedangkan  harga Asian Food Rp30-70ribuan, serta Arabian Food antara Rp70-170ribuan.   

Wanna try?

====

B'TUR Puncak Resto & Cafe
✉ bturresto@cbn.net.id
☎ +62-251-825 4938
Line ID: BTURPNCK
FB: @bturpnck
IG: @bturpnck 
Twitter: @bturpnck










3 comments:

  1. Menyimak aja. Gini nich yang namanya blogger jadi-jadian.

    Bukan food blogger bukan jadi travel blogger .. Tapi tetep loh job ngalir lancar.

    Keren kian ibu.. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah, rejeki gak ke mana, Oom Ginting.
      Apa kabarnya? Salam utk Nyonya Cantiknya yaa :)

      Delete
  2. Lucky u mba.. Tempatnya cozy, penasaran sama lemonana, kayaknya seger bgt tuh. Kapan2 main ke puncak mau aah kemari. Thanks for review..

    ReplyDelete

Hai ^_^
Terima kasih sudah berkunjung dan membaca tulisan saya di blog ini.
Silakan tinggalkan komentar yang baik.
Mohon maaf, komentar anonim maupun yang sifatnya spam, tidak akan dipublikasikan.
Keep reading and Salam !