-webkit-border-radius: 100px; -moz-border-radius: 100px; border-radius: 100px; #linkwithin_logolink_0 {display:none;}

Menggali Ingatan di Braga Weg



Di salah satu edisinya, Kompas menuliskan Braga Weg atau Jalan Braga, seruas jalan kuno di pusat jantung Kota Bandung yang penuh romantika itu kini berada di persimpangan perabadaban akibat derasnya modernisasi perkotaan.  Jalanan yang membujur 700m dari utara ke selatan itu dipenuhi bangunan kuno kolonial Belanda tanggal 18 Juni 2017 lalu ternyata sudah berusia 135 tahun.  Tidak heran jika Braga Weg sekarang mejadi salah satu tujuan wisata nostalgia, terutama wisatawan asing.  

Ruas jalan ini muncul di tahun 1882 saat Asisten Residen Bandung Pieter Sijthoff mendirikan kelompok tonil bernama Toneelvereniging Braga.  Semenjak saat itu, nama jalan yang sebelumnya bernama Karren Weg (Pedati Weg).  Sedangkan Gedung tonil itu kini menjadi Gedung Yayasan Pusat Kebudayaan Bandung.  Konon, Jalan Braga adalah satu-satunya jalan di kota yang memiliki hari jadi dan galur sejarah.  Jalan yang sarat akan nilai budaya itu telah menjadi legenda.