#My2018Resolution: Empat Langkah Besar Blogging Tahun Depan

by - December 15, 2017





Tidak terasa sudah di penghujung tahun.  Pada titik ini tidak sedikit dari kita yang merasa betapa banyak waktu terlewati tanpa pencapaian yang berarti.  Sampai-sampai ada yang beranggapan jika waktu hanyalah ilusi.  Waktu tidak diperlihakan dengan angka seperti yang ditunjukkan oleh jarum jam, namun dinyatakan oleh berapa banyak momen yang kita ciptakan.

Bicara momen, jujur harus diakui nggak sedikit momen yang sekarang ini cuma bisa saya sesali.  Salah satu penyesalan yang mau saya bahas adalah blogging.

Lho, kok tentang blogging?

Saat ini saya suka miris sendiri terutama jika melihat rekam jejak di Blog Archieve tahun 2017 yang [hingga saat saya menulis ini] hanya ada 14 postingan.  Bayangkan; hanya empat belas postingan!  Jika dalam setahun kita punya 12 bulan, artinya rata-rata saya posting satu blog post dalam dua bulan. Sesibuk itukah saya?


"Nobody is just too busy, it is just a matter of priorities"


Jawabanya adalah:   T.I.D.A.K.

Tepatnya; enggan yang berujung pada malas.

Iya, kemarin-kemarin saya sempat "gerah" dengan dunia maya yang didominasi berita hoax berikut celoteh haters.  Sedih rasanya melihat inovasi manusia yang disebut teknologi ternyata malah digunakan untuk menggali kubangan kebencian dan membangun tembok pemisahan.  Akhirnya saya pun memilih "menjauh".  Turns out it was not a good decision.  Lalu penyesalan tinggalah penyesalan.  Harusnya saya bisa lebih bijak dalam menyikapi kondisi eksternal tersebut and ignorance it was not supposed to be on the list.

So yes, I definitely need a resolution to overcome my blogging issues.  Tepatnya saya butuh resolusi blogging di tahun depan.   Terlebih di akhir November lalu saya dapat suntikan semangat dengan mengikuti workshopnya Blogger Perempuan tentang SEO.  Semoga early start tersebut bisa jadi mood booster blogging saya, ya! 😄

Nah, agar resolusi nggak cuma jadi mimpi yang ditulis di atas kertas semata, saya batasi resolusi blogging menjadi empat saja.  Ini dilakukan dengan kesadaran penuh bahwa 24-jam sehari harus dibagi dengan komitmen lain; pekerjaan sebagai konsultan, belum lagi sederet tanggung-jawab sebagai istri dan ibu, wow banyak!  Thus, mengingat usia yang bertambah berbanding terbalik dengan stamina.  Let's face it, alam gak bisa ditentang 'kan?

Kita mulai bahas, ya!


#1 - Rajin Update Blog 

Seperti yang tulis di atas, rekam jejak ngeblog tahun ini bukanlah sesuatu yang bisa dibanggakan.  Cuma satu postingan setiap dua bulan, mending gak usah ngaku-ngaku blogger, deh!  Begitu kalo ngutip kata-katanya Neil Patel. 🙈

Rajin posting seolah mantra wajib yang dilakukan oleh para blogger guna menunjukkan eksistensinya.  Blogger yang nggak posting ibarat menggali kuburnya sendiri.  Kenapa?

Semisal toko, maka blog adalah etalase seorang blogger memajang hasil kreatifitasnya.  Etalase yang hanya memuat blog post yang "itu-itu" saja [alias gak diupdate] potensi besar akan ditinggalkan pembaca.  Lha, yang sering diupdate pun sulit menuai page view tinggi, apalagi blog with no updates?






Hal ini saya alami sendiri.  Grafik Google Analytic memvalidasi hal tersebut; session progres tahun ini terjun bebas dibandingkan tahun sebelumnya #hiks 😱.

Maka dari itu, rajin update blog is no questions anymore.  Walaupun saya yakin, hal ini bukan resolusi saya semata.  Ini bisa dikatakan adalah keinginan seluruh blogger sejagad dunia maya.  



#2 - Top Level Domain 

Saat rekan-rekan blogger yang saya kenal ramai-ramai menghijrahkan blognya dari blog gratisan menjadi TLD (Top Level Domain), keknya cuma saya yang masih pakai platform tak berbayar.  Apakah itu pertanda saya pelit?  😆

Padahal jelas-jelas founder Blogger Perempuan Network, Shintaries menuliskan bahwa kalo mau serius di dunia blogging, maka investasi is something to think about.  

Setelah berinvestasi waktu dengan menulis blog post, mungkin sekarang adalah waktunya saya mengakhiri masa galau untuk pindah dan mulai berinvestasi dengan menggunakan hosting berbayar.  Dengan begitu saya bisa daftar menjadi salah satu squadnya BPNetwork Partner hehehe.


"There's no such of I don't have time, we just have to make it"



#3 - Punya Kartu Nama

Jika ada yang beranggapan resolusi ketiga ini adalah resolusi receh dari seorang blogger, mungkin pikirannya akan berubah setelah tahu alasan berikut.

Tanda Pengenal Profesional 

Saat ini blogger bisa dibilang sebagai salah satu profesi jaman milenia.  Dalam banyak event, blogger disejajarkan dengan awak media main stream lainnya; meliput acara, mereview produk dan sebagainya.  Memberikan kartu nama pada pihak penyelenggara bisa jadi salah satu cara blogger agar namanya diingat oleh klien dengan harapan kerja sama yang berkelanjutan.  

Bukankah sekarang ini kartu nama merupakan tanda pengenal standar dalam berbisnis?

Media Promosi

Kawan blogger saya, Donna Imelda, membuat kaos aneka warna bertuliskan nama webnya.  Di kesempatan yang bersifat casual, bisa dipastikan Donna akan mengenakan kaos tersebut.  Khalayak mungking akan lebih ingat nama lamannya dibanding nama Donna sendiri.  Namun tujuannya  untuk berpromosi sudah tercapai.

Alih-alih membuat kaos seperti Donna, #My2018Resolution adalah kartu nama.  Kartu nama dengan deklasari diri sebagai blogger akan menjadi media promosi keahlian saya di bidang ini.  Sudah terbayang desain kartu nama yang akan saya pilih; clean & simple design [my favorite theme, ever!] dengan mencantumkan nomor telepon, url blog dan akun media sosial; so people will easily contacting me!



#4 - Menjaga Kesehatan

Insya Allah, dengan ijin Sang Pemilik Kehidupan, ketiga resolusi di atas bisa saya lakukan dalam kondisi kesehatan yang prima.  Doa minta sehat -disamping doa-doa lainnya- tak lupa dipanjatkan.  Kalaupun harus sakit , doanya adalah; "Ya Allah, kalau sakit jangan lama-lama".  Boleh 'kan doa begitu?

Sangat sadar diri kok, punya keinginan banyak sedangkan usia tidak lagi muda [uhuk!], saya harus pandai-pandai memilah aktivitas agar staminanya oke terus.  Oleh karena itu doa saja nggak cukup, harus ditambah ikhtiar.  



Pilih warna gonjreng, supaya semangat olah tubuhnya!


Lima tahun belakangan gaya hidup disesuaikan.  Dimulai dari soal makanan.  Sumber karbo tidak melimitasi pada nasi semata.  Tidak ada nasi, kentang atau roti pun jadi.  Perbanyak serat, sayur maupun buah.  Yang ini nggak masalah banget, secara saya memang sudah penyuka sayur.  

Membatasi konsumsi gula; biasanya kalau pesan jus di rumah makan, order tanpa gula.  Selain membatasi gula, protein daging merah pun dikurangi.  Seringnya diganti dengan ikan, tahu atau tempe.  Dan kebiasaan minum susu sedari kecil, alhmdulillah masih berlangsung sampai sekarang.  Alhasil anak-anak pun terkontaminasi dengan kebiasaan tersebut.  



Assorted salad, one of fave dish


Sebagai langkah monitor, apakah ikhtiar-ikhtiar tersebut hasilnya sesuai keinginan, maka setiap tahun rutin menghadiahi diri sendiri dengan melakukan medical check-up di klinik langganan.  Alhamdulillah selama ini hasilnya baik-baik saja.  

Yang masih terasa sulit adalah disiplin olah raga.  Malesnya itu yang suka nggak kira-kira, padahal Pak Suami udah maksimal maksa saya olah raga.  

Sempet gowes bareng Pak Suami, tapi gak kuat nanjak secara jalanan di sekitar perumahan saya lebih banyak tanjakan dibanding kontur tanah landai.  Lalu diajak jogging, ngga mempan juga dengan alasan ngga kuat napasnya.  Akhirnya saya memilih olah raga favorit yaitu berenang; lumayan bisa rutin seminggu sekali.  Jika dihitung, setiap berenang akumulasinya bisa sekitar 500 meter.  Sayangnya di Bogor nggak ada kolam indoor maka ketika musim hujan seperti ini, maka kegiatan berenang pun vakum.  Airnya dingin, bok!  Seandainya ada kolam indoor air panas #mengkhayal

Maka dengan terpaksa, selama musim hujan ini, saya pun kembali jogging.  Seterpaksanya saya akan memilih olah raga jalan kaki dengan durasi waktu yang lebih panjang.  Kesannya kok ngotot banget gerak badan, ya?  

Buat saya, menjaga kesehatan bukan urusan yang main-main.  Masih segar dalam ingatan bagaimana almarhum Bapak akhirnya tunduk oleh kanker, atau almarhum Bapak Mertua yang mengibarkan bendera putih setelah delapan tahun menggantungkan hidupnya pada mesin pencuci darah.  Dua pengalaman itu mengristalkan kesadaran pada saya; bahwa di kala sakitlah manusia baru menyadari "harga" sebuah kesehatan.

Sehat itu investasi yang harus dibentuk melalui treatment luar-dalam; olah fisik dan konsumsi asupan.





Apakah cukup sampai di situ?

Sebagai pelengkap, saya menyediakan suplemen multi vitamin Theragran-M untuk seisi rumah.  Kebetulan anak-anak sudah beranjak remaja, jadi suplemen yang satu strip berisi 4 tablet ini tidak terbatas untuk ayah-ibunya saja, bisa dikonsumsi kami berempat #emakirit 😁  

Jika ditanya alasan memilih Theragran-M keluaran PT. Taisho, alasannya selain karena produk ini sudah sudah diresepkan oleh para dokter selama 40 tahun lamanya makanya mudah didapat di toko obat dan apotek; kandungan kombinasi multivitamin (Vit A, Vit B, Vit C, Vit D, Vit E) berikut mineral esensial seperti Magnesium dan Zinc; terbukti meningkatkan, mengembalikan dan menjaga daya tahan tubuh. Pantaslah jika Theragran-M jadi pilihan vitamin yang bagus untuk mempercepat masa penyembuhan dan mengembalikan daya tahan tubuh setelah sakit.


Itulah empat langkah #My2018Resolution milik saya. Semoga istiqamah dalam menjalankannya di tahun mendatang, Aamiin.

Reader punya resolusi untuk tahun 2018 juga?  Ditunggu sharingnya di kolom komentar.

Oiya, selamat Tahun Baru ya!




***



Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh 
Blogger Perempuan Network dan Theragran-M
#TheragranM #My2018Resolution

Theragran by PT. Taisho Pharmaceutical Tbk








You May Also Like

90 comments

  1. Resolusiku tahun 2018 itu, ingin punya penghasilan tetap. Atau punya usaha sendiri, lebih sehat dan berani menerima tantangan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wow, keren resolusinya, Mel. Semoga tercapai, aamiin!

      Delete
  2. Replies
    1. Terima kasih udah sempetin BW, Sil. Apa kabarmu?

      Delete
  3. Semoga resolusinya tercapai ya mbk. Amiiinnnn.

    ReplyDelete
  4. ei juga akhir2 ini malu bilang punya blog secara 1 tahun cuma 1 postingan ... jauh lebih parah kan ... hiks ...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sesekali ditengok blognya, Ei, supaya gak nyasar hihi.
      Memulai kembali itu emang luar biasa kok perjuangannya. Nanti juga ada masanya kok, untuk menekuni hobi.

      Delete
  5. resolusi tahun saya sama diantaranya olah raga, supaya stamina gak gampang melendoy ��

    ReplyDelete
  6. asekk jadi mau bikin tld nih? aku malah sempet kepikiran mau balik gratisan semua lalu gantung raket, haha... dan heup ga jadi, kemudian insap :D

    ReplyDelete
  7. Semoga tercapai resolusinya Mak😉 semangaattt... dan selamat tahun baru juga😊

    ReplyDelete
  8. Resolusiku tahun depan punya kamera mirrorless Mbak. Biar hasil fotonya bening bening dan kece kayak foto-foto Mbak Ratna.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin, semoga tercapai Mba Nunung. Abis itu kita belajar motret bareng yaaa

      Delete
  9. Olahraga juga resolusiku *sambil menghela napas kayak berat banget mau mulai. Wkwkwkwk. Kalau kartu nama itu bikin sendiri juga bisa kok pake canva. Tinggal beli kertas foto ukuran A4 di gramedia. Kalau mau event biasanya aku cuma print 1-2 lembar trus dipotong-potong. Itu krn aku suka ganti mood ganti design lo ya. Kalau orangnya mantepan sih bikin aja di percetakan atau pesan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Memulai olah raga emang beradddt. Magernya itu bukan main ya?
      Wah, ide baru tuh untuk buat kartu nama. Dirimu emang selalu full of ide, jeng Lusi. Matur suwun inputannya ya.

      Delete
  10. Kalau resolusi yang pertama tercapai, jangan lupa share tipsnya ya tante Nana, biar aku semangat nulis terus. Oiya, East Java is waiting for you to come on 2018 tuh, aku tunggu review-nya di blog ini yaaakk 😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Berarti salah satu konten update blog Tante; tentang Baluran ya Han? Insya Allah terlaksana. Untung lihat foto Hani, Tante jadi tambah insight baru lagi deh. Ma kasih ya, Cantik.

      Delete
  11. Setuju teh, sehat itu penting bgt...
    Asyik nih yg mau upgrade ke tld & bikin kartu nama :)

    ReplyDelete
  12. Olahraga nih yg harus rutin lagi. Suka males berkeringat banyak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Soalnya Kita sudah sangat nyaman dengan olah raga jempol *hiks

      Delete
  13. Dulu kupikir kartu nama bakal kegeser sama dunia digital. Ternyata dia tetap diperlukan yaa. Semangat buat resolusinya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nampaknya begitu. Ada saja hal-hal yang tidak bisa digantikan oleh inovasi digital. Ada niatan Tukeran kartu nama? hehe

      Delete
  14. Sebelum bikin kartu nama, pindah ke TLD dulu kaak. Biar makin joss!

    Semoga tercapai ya semua resolusinya! ����

    ReplyDelete
    Replies
    1. Because one thing link to another ya, bener juga.
      Ma kasih sarannya.

      Delete
  15. Resolusi yang mulia Mbak Ratna walau cuma empat. Selamat tahun 2017 semangat blogging saya juga terjun bebas. Mungkin kalau bisa ikutan resolusi saya meninggalkan tudung kemalasan juga dengan update blog minimal 1 kali seminggu. Mari kita sama-sama mendoakan agar lebih rajin menulis di tahun 2018. Amin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin, mba Ev *salaman* supaya ngblognya lebih rajin di tahun mendatang.

      Delete
  16. Aku baru mau nyusun resolusi. Tahun 2017 resolusi tinggallah resolusi. Hahahaa. Semangat ya Kak buat resolusi tahun depan. Semoga makin rajin ngeblognya. :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga ini juga ngga jadi resolusi "semata". Hayuklah kita rajin berjamaah ^_^

      Delete
  17. Sampai saat ini, aku belum punya kartu nama >,< Asa ngga pede mba. Tapi, kayaknya tahun depan kudu punaya ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pede aja, Yul. Ada saat dimana benda ini ternyata memang diperlukan. Soalnya aku udah pernah di situasi kayak gitu :)

      Delete
  18. Semangat mbaa, kudukung resolusimuu..go..go..aku pengen olahraga rutin dan nulis buku di 2018 aamiin..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Trimikisi mamaknya Alde. Aku baru niatan rajin ngeblog, belum bikin buku seperti dirimu cyiiin hehe. Ditunggu buku barunya!

      Delete
  19. 2018 kalau aku malah kudu memperbanyak sepedaan, karena tahun ini paling jarang sepedaan :-D

    ReplyDelete
  20. Mama saya pernah bilang, "luangkan waktu, bukan sisakan waktu". Dan saya rasa itu benar.
    Saya selalu meluangkan waktu seminggu 1x untuk update blog. Kalau nunggu waktu sisa, mungkin 2 bulan sekali juga saya baru update blog.

    Terima kasih bjat sharingnya. Olah raga itu memang penting, tapi menjaga asupan makanan lebih penting :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Apa yang dikatakan Mamanya Mas Darius betul banget tuh. Salam hormat untuk beliau. Pantesan postingan mas Darius banyak, yaa. Kudu ditiru nih.

      Delete
  21. Baca ini, sepertinya aku juga perlu mempertimbangkan untuk punya resolusi yang sama. benahin blog dan benahin pola hidup hahaha
    Yang poin olahraga ini yang masih susah juga buat aku. Dan ternyata sama yah, jalanan di Ciapus juga banyakan nanjaknya mba dari pada datarnya :( aku syedihhh.
    Ahh, semoga resolusi tahun depan berjalan lancaar yaa mba, semangaattt.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nasib "orang gunung" gitu Ran. Jalanannya Lebih banyak tanjakan dibanding yang nggak. Berasa di betis dan udah mirip tales Bogor, hahaha

      Delete
  22. Semangaaaaattt :D kartu nama tuh perlu banget, apalagi kalo ada channel yg berpotensi, jangan kasih kendor! wkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mainkan 'ilmu ngotot" ya? Wah, aku perlu dari dirimu nih, keknyah :D

      Delete
  23. Bismillah :D
    Rajin olahraga juga masuk list 2018, tp olahraga sepedaan :D

    ReplyDelete
  24. posting blogku juga tidak jauh lebih banyak dari tahun kemarin mba... aku juga pingin lebih konsisten lagi ngeblog..

    ReplyDelete
  25. Betul, kak. Kesibukan itu bisa diatur kok. Kamu bisa mencicil menulis 1 paragraf per hari. Yakin deh, dalam 7 hari, kamu udah akan bisa menghasilkan tulisan sepanjang minimal 500 kata buat di-update di blog. Aku pun menargetkan 1 minggu sekali update blog.

    TLD juga penting, supaya kesannya lebih professional dan branding-nya dapet :D

    Semangat!

    ReplyDelete
    Replies
    1. WAh, mas Matius sudah walk the talk. Semoga aku bisa mengikuti jejakmu.
      PR 1-nya yaitu; branding!

      Delete
  26. Didoain lancar semua ya mbak resolusinya,amiennn. Dulu aku juga masih blogspot, trus dpt hidayah abis ikutan workshopnya mb Shintaries, siapa tau samaan kita, mbak, hehe

    Resolusiku masih aku kerucutin biar ga kebanyakan, wkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini pun sudah hasil "pengerucutan" dan cuma untuk blogging doank! Belum yang lain-lain hahaha

      Delete
  27. no satu tuh yg pengen banget dilakuin tapi selalu adaaaa aja malesan buat males :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alesan mah banyak banget yak; mulai dari gak ada waktu sampe writer's block. Ga abis-abis rasanya lalu kapan nulisnya? hehehe

      Delete
  28. Semoga resolusinya kewujud mbk :)) Ada beberapa resolusi kita yg smaan :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Toossslah!
      Semoga kita berdua bisa bersama mewujudkannya.

      Delete
  29. Saya juga punya resolusi 2018 yang sama dengan mbak... semoga bisa terwujud ya :)

    ReplyDelete
  30. Turut mengamini. soal sehat ada resolusi yg gak pernah terwujud dr tahun ke tahun yaitu olahraga

    ReplyDelete
  31. Sukaa sama tulisannya, haha aku pun suka malas posting klo gak ada event #ups. Ayo kita semangat lagi dgn cetak kartu nama hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalao udah bikin, nanti kita tukeran kartu nama ya...

      Delete
  32. Aku kok gak bikin resolusi buat blog ya mbak, mudah2an ini bukan pertanda kemunduruan, apapun resolusinya semoga tercapai ya mbak. Aamiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ngga bikin resolusi blogging aja, prestasimu udah ngacir, Evvv #envy

      Delete
  33. punya kartu nama penting banget ya.. ah semoga 2018 aku makin banyak rejekinya.

    ReplyDelete
  34. Khusus buat resolusi no 1 yang rajin update blog itu kudu dibuat lebih spesifik dan terukur biar jelas targetnya. (Halaaah.. ini ngomong apa seh? hihihi..). Contohnya : Rajin update blog, dengan membuat postingan minimal 1 postingan setiap 1 minggu, jadi targetnya 1 bulan 4 postingan. Kalau spesifik begitu, celah buat ngelesnya jadi sempit. Semoga sukses ya Ratna dear :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Emang ngga dibuat spesifik, supaya ada alasan hehehe #akalbulus

      Delete
  35. Amiiin.. Saya doakan tercapai ya mbak.. Eh bikin kaos dgn nama blog qta kyana seru tuh..

    ReplyDelete
  36. toss mba...aku juga sempat hiatus ngeblog karena lelah hayati melihat dunia perbloggingan yang penuh intrik

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, kondisinya membuat lelah hayati ya? Makanya memilih "menyingkir" dulu. siggh

      Delete
  37. Ayo, Mbak, bikin TLD blog & lebih rajin lagi apdet blognya ��

    ReplyDelete
    Replies
    1. Insya Allah lebih rajin, aamiin. Makasih doa dan supportnyaahh #laff

      Delete
  38. Selamat Tahun Baruuuuu... Semoga resolusi kita terlaksana dan bermanfaat. Aamiin..Sehat-sehat terus yaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Selamat Tahun Baru juga. Semoga kita semua selalu diberkahi dengan kesehatan, Aamiin.

      Delete
  39. Asyikkk..ada yg bakal makin sering update. Aku termasuk lumayan sering mmapir kemari karena suka lihat foto2nya. Cakeppp dan jadi pengin bisa juga.

    Semoga semua resolusi terlaksana ya Mbak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebelumnya trimikisi atas niatannya mau jadi frequent reader hihihi #sodorinbangku
      Insya Allah aku juga makin rajin latihan motret jadi makin banyak yang bisa dipajang disini.

      Delete
  40. Rasa sehat fisik dan jiwa bener-bener terasa ya mbak kalau sedang sakit. Kalau sehat, pasti ngeblog makin semangat. Selamat menjalankan resolusinya ya mbak, tetap bugar! :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamin mba Nad. Semoga kita senantiasa dalam berkah sehat. Happy blogging to you too!

      Delete
  41. aku dukung mba resolusinya, semoga selalu konsisten untuk update blog ya. segera TLD in mba.. insyallah gak nyesel deh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Insya Allah ngga nyesel yaa.
      Aamiin doanya. Terima kasih supportnya.

      Delete
  42. Ayo migrasi ke dotcom, Mbak. Kalo udah pakai yang berbayar, bakal cepet kok sadar diri untuk rajin postingnya. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ternyata migrasi ke dotcom bisa mempengaruhi mood menulis juga toh? Mari kita buktikan mba hehe

      Delete

Hai ^_^
Terima kasih sudah berkunjung dan membaca tulisan saya di blog ini.
Silakan tinggalkan komentar yang baik.
Mohon maaf, komentar anonim maupun yang sifatnya spam, tidak akan dipublikasikan.
Keep reading and Salam !