-webkit-border-radius: 100px; -moz-border-radius: 100px; border-radius: 100px; #linkwithin_logolink_0 {display:none;}

Shopious, Media Iklan Para Iger

Fungsi gadget ngga sebatas sebagai alat komunikasi, gaming atau browsing saja.  Alat yang pandai ini ternyata bisa mempengaruhi trend mode bahkan industri aksesoris.  Coba perhatikan di pasaran, ada berapa model tas untuk laptop.  Beragam.  Mulai dari bahan tas, ukuran dan model.  Seperti layaknya fashion, sudah ada brand-brand premium yang mengkhususkan diri untuk piranti yang satu ini.  Itu baru laptop. 

Begitu juga dengan handphone, rupa-rupa pernak-perniknya.  Ada cover pelindung atau casing.  Dompet tempat handphone.  Hingga hiasan gantungan telepon genggam seperti yang sering terlihat di film-film drama Korea (ehm !). 

Rupanya inovasi pernak-pernak tidak berhenti sampai di situ.  Ada lagi yang baru; yaitu cable protector.  Fungsinya ?  Jelas untuk melindungi lapisan luar kabel agar tidak sobek karena sering ketekuk-tekuk.  Motifnya yang aneka warna membuat tampilan kabel charger makin modis.  Hasil pencarian di Instagram, cable protector ini banyak sekali pilihannya.

5 Hal Positif Shophacolic

Apa yang terlintas jika mendengar shophacolic ?   

Yang terbayang adalah si gila belanja yang saking gilanya bisa jebolin limit kartu kredit.  Shophacolic juga orang yang doyan belanja gak kenal waktu apalagi jika ada diskon.  Wahh, bisa jatuh dalam kondisi lebih besar pasak daripada tiang.  Tidak jarang si sophacolic ini membeli barang bukan karena needs melainkan lebih pada faktor wants.  Persis seperti yang digambarkan dalam film Confession of a Sophacolic

Image from here with personal customization


Tapi ternyata tidak selamanya si shophacolic ini negatif.  Seperti dua sisi mata uang, ada hal positif yang bisa kita teladani dari si sophacolic. 

Afiliasi CNI untuk Blogger

Sebagai pelaku blogging, kadang terbersit pikiran untuk memonitize blog sendiri.  Tapinya bingung mau pake cara apa.  Google Adwords belum berani, hihi.  Produk sendiri ga punya.   Terbayang kerempongan jika punya online shop sendiri.  Seperti yang pernah ditulis di sini, setiap usaha itu sama artinya dengan komitmen.  Jadi kalau masih didominasi rasa galau, lebih baik dipikir lagi.

Setelah mempelajari berbagai informasi terkait memonetizing blog, saya menyimpulkan bahwa saat ini cara yang sesuai buat blogger newbie seperti saya adalah program afiliasi.

Pertama, tokonya bisa nebeng website si empunya produk yang kita pasarkan, jadi nggak perlu buat web baru lagi.  Kedua, tidak dipusingkan dengan stok apalagi pembayaran.  Cukup lampirkan link afiliasi kita saja.  Simpel ‘kan ? 

Hal lain yang perlu diperhitungkan jika ingin mengikuti program afiliasi adalah perhitungan komisinya (so pasti lah ya, secara kita pengennya untung) dan produknya yang familiar atau sudah dikenal umum.

Ketika Blogger Diundang PBB

Kalo bukan karena blogging mungkin saya tidak akan pernah menjejakkan kaki ke tempat ini; Gedung PBB di Menara Thamrin, Jakarta.  Rasa ingin tahu yang besar menggelitik saya untuk memenuhi undangan terbuka dari pihak UN Indonesia yang infonya diumumkan di salah satu komunitas blogger yang saya ikuti.  Kok bisa-bisanya organisasi semacam United Nation ini sampai mengundang blogger, kenapa tidak mengundang jurnalis ?

Ms. Dina explains the program

Program Affiliate dari CNI

Hampir satu dekade yang lalu, perusahaan ini nge-hits dengan kopi ginsengnya dalam kemasan sachet.  Selain penggemarnya yang seabreg, produk ini bahkan diusung sebagai pionirnya kopi ginseng di tanah air.  Mundur sekian tahun ke belakang lagi, perusahaan yang sama kondang dengan produk suplemen berbasis ganggang laut.  Nama produknya juga tak kalah terkenal, apalagi kalau bukan Sun Chorella.  Saking ngetopnya produk-produk tersebut, si kopi ginseng sampai mendapatkan Top Brand 2011, sedangkan Sun Chorella dianugrahi Grand Gold Quality Award 2009 .

Yup, CNI memang tidak main-main untuk menjadi salah satu pemasar produk berkualitas baik.  Tidak berhenti di situ karena bakal ada produk minuman baru dari perusahaan yang memulai usahanya di Bandung hampir 3 dasawarsa ini yaitu lemon tea.  Up Honey Lemon Tea, demikian nama produknya.  Minuman teh instan yang dibuat dari teh hitam plus ekstrak buah lemon dan ekstrak madu.  

Kayaknya sih bakalan saya suka karena sebagai penggemar lemon tea, tidak selamanya bahan-bahan untuk membuat minuman ini selalu stand-by di rumah walaupun saya selalu mengupayakannya demikian.  Kadang, lemonnya yang habis tapi madunya masih ada.  Atau sebaliknya; madu habis, lemonnya available. 

Courtesy of www.geraicni.com

[TUTORIAL] Aplikasi Online untuk Picture Resize

Dalam blogging, foto punya nilai tambah.  Biasanya sang blogger akan memasang minimal satu buah foto yang mencerminkan isi tulisan yang diposting.  Blog dengan tulisan asik dan foto yang ciamik dijamin bikin betah yang baca.  

Buat blogger yang punya kepiawaian fotografi, blog biasanya juga dipakai sebagai ajang pamer hasil karya.  Makanya, foto yang dipajang adalah foto yang oke punya; berkualitas prima. 

Namun sayangnya foto-foto bermutu bagus ini seringnya butuh kapasitas memory yang tidak kecil.  Akibatnya, makan waktu lebih untuk mengakses blog tersebut selain ternyata bisa ngabisin kuota internet.  Oh no 0_0 !  Padahal katanya salah satu yang diinginkan oleh mesin pencari atau search engine adalah laman yang mudah diakses. 



Jawaban mudahnya adalah; kecilkan memory foto yang akan diupload.  Kalau hanya untuk image tulisan saja, gambar dengan kualitas sedang pun memadai. 

Diskon Online Makin Asik dengan iprice

Sekitar setahun yang lalu saya masih katro dengan belanja online, maklum masih terbawa sifat jadul, kalo belanja gak lihat dan pegang langsung barangnya rasanya ada yang kurang macam sayur gak dikasih garam !

Namun semenjak lihat Kakak Cantik yang lebih dulu melakukan belanja di dunmay, mau tidak mau saya jadi kepo.  Sebagai bagian dari Generasi Y -kalo pinjem terminologinya William Strauss dan Neil Howe- ternyata dia lebih fasih dalam bertransaksi online.  Mulai dari item yang dibelanjakan hingga portal jual-beli yang dipilih.  Lama-lama asik juga ngelihatnya.  

Ga perlu buang bensin dan ongkos parkir, Cuma lihat etalase online.  Pilih barang, transfer dan tak lama barang pun diterima.  Walau barang yang dipilih adalah barang-barang tipikal abegeh tapi rupanya Kaka Cantik juga sudah memperhatikan hal-hal berikut dalam proses pemilihan lapak.  Dari hasil ngobrol-ngobrol santai, kesimpulannya seperti ini.

Yang pertama adalah jenis barang yang ditawarkan, sesuai keperluan atau ngga.  Lanjut ke koleksinya.  Varian makin beragam, makin asik milih-milihnya.  Kedua, lihat referensi sang penjual, dapat dipercaya atau tidak. 

Terakhir, ini yang tak lah penting, yaitu harga.  Makin bersaing harganya, makin menarik promonya, makin disukai.  Potongan harga ternyata tidak sebatas pembeli offline saja.  Online shopper pun doyan sama yang namanya diskon.  Bedanya, kalo di jual-beli konvensional, diskon diberikan langsung oleh si penjual sedangkan di dunia maya ada portal yang khusus memberikan rabat.