-webkit-border-radius: 100px; -moz-border-radius: 100px; border-radius: 100px; #linkwithin_logolink_0 {display:none;}

Ini Dia; 3 Blog Lokal Dengan Niche Home Decoration

Selain topik tentang travel; food, fashion dan beauty nampaknya merajai jenis niche blog lokal belakangan ini. Kombinasi topik yang saya sebuatkan itu lazim juga disebut sebagai life sytle blog. Coba  ketik "lifestyle blogger Indonesia" maka dalam waktu kurang dari 1 menit kita akan dihadapkan pada berjuta hasil mesin pencarian.

Beda cerita waktu saya ketik "home decor blogger Indonesia".  Banyak juga sih yang dihasilkan tapi lebih pada laman yang mengarah ke Pinterest atau website milik majalah interior, which is not what I am intent to see.

Maka dari itu, menurut saya, catet, menurut saya lho yaaa, agak sulit menemukan blog lokal dengan kriteria home decoration yang dimiliki oleh blogger Indonesia.  Padahal yang nulis juga blognya gado-gado.  Minta ditoyor ini mah! 😜


Rumah Seduh Bogor

Perlu berkali melintasi sebelum akhirnya meneguhkan hati untuk mampir ke Rumah Seduh.  Walau di pintu masuknya tertera keterangan jam operasiosna mulai pukul sembilan pagi.  Pada kenyataannya, kedai kopi di sebuah ruko berlantai tiga ini tidak akan melayani pembeli sebelum pukul setengah sebelas.  

Sama seperti tempat ngopi yang kekinian, dapurnya dibuat dengan open lay out.  Sambil order, pembeli dapat menyaksika langsung bagaimana para barista meracik minuman yang kita pesan.  Clean simple kitchen concept.  Minimal itu yang saya pahami.  





Table kitchen, seperti biasa model island.  Diramaikan oleh aneka pernak-pernik ingredients berikut coffee ware makernya.  Belum lagi jejeran cangkir aneka bentuk warna-warni.  Tapi yang jadi centre of my attention (which I believe all visitors, too) adalah ornamen dinding yang menghias interior kafe lantai satu.


9 Free, Clean & Simple Blogspot Themes For Your Blog



Hi there!

It's been a while for me not posting an article about Blogging.

Kali ini saya mau sharing tentang template blogspot yang clean and simple.  

Jika ada yang bertanya, kenapa berbasis Blogspot, why not WordPress?  The anwer is why not? 😄

Well actually, itu samalah dengan kenapa makan bubur kok diaduk, gak diaduk aja donk.  Atau, mending mana antara jadi full time mom or wanita pekerja?

Buat saya, it doesn't matter whatever the choice is.  Daripada mendebatkannya, lebih baik cari tahu:

My Thai Bogor, Kuliner Thailand di Kota Hujan

Yang tersisa dari sebuah perjalanan adalah kenangan.  Kenangan yang menjadi kumpulan cerita, untuk dibicarakan berulang kali tanpa rasa bosan.

Kenangan jualah yang kadang memicu kita untuk mengulang kembali sesuatu.  Entah perjalanan itu sendiri.  Atau sesuatu yang berhubungan dengan perjalanan itu yang terkadang hanya untuk mengecap lagi sensasi yang pernah dirasa.

Seperti perjalanan Bangkok tahun lalu yang -seperti perjalanan lainnya- meninggalkan kesan yang masih kadang kami bicarakan.  Entah berkesan karena sempet nyasar pulang ke hotel akibat keliru ambil jalur BTS.  BTS adalah Bangkok Train Sky, semacam commuter line jika di Jakarta.  


Menggali Ingatan di Braga Weg



Di salah satu edisinya, Kompas menuliskan Braga Weg atau Jalan Braga, seruas jalan kuno di pusat jantung Kota Bandung yang penuh romantika itu kini berada di persimpangan perabadaban akibat derasnya modernisasi perkotaan.  Jalanan yang membujur 700m dari utara ke selatan itu dipenuhi bangunan kuno kolonial Belanda tanggal 18 Juni 2017 lalu ternyata sudah berusia 135 tahun.  Tidak heran jika Braga Weg sekarang mejadi salah satu tujuan wisata nostalgia, terutama wisatawan asing.  

Ruas jalan ini muncul di tahun 1882 saat Asisten Residen Bandung Pieter Sijthoff mendirikan kelompok tonil bernama Toneelvereniging Braga.  Semenjak saat itu, nama jalan yang sebelumnya bernama Karren Weg (Pedati Weg).  Sedangkan Gedung tonil itu kini menjadi Gedung Yayasan Pusat Kebudayaan Bandung.  Konon, Jalan Braga adalah satu-satunya jalan di kota yang memiliki hari jadi dan galur sejarah.  Jalan yang sarat akan nilai budaya itu telah menjadi legenda.