-webkit-border-radius: 100px; -moz-border-radius: 100px; border-radius: 100px; #linkwithin_logolink_0 {display:none;}

DIY : Refill Bantal

Untuk urusan bantal, saya suka yang "berisi" namun empuk.  Makanya saya jadi pilih-pilih untuk urusan yang satu ini.  Karena pada prinsipnya, tidur itu harus enak jadi perangkat tidur pun sebaiknya yang membuat tubuh nyaman.

Bantal terlalu "gendut" atau "kempes" gak bakal masuk hitungan. Keduanya bikin ga nyenyak tidur.  Yang terlalu berisi membuat kepala serasa nangkring karena membuat jarak antara kepala dengan tulang leher. Terlalu "kempes" membuat posisi kepala nyaris sejajar dengan badan bisa menyebabkan tubuh jadi terlalu telentang.  Keduanya bikin saya ga enak tidur.






Malangnya, di abad 21 ini sudah jarang ditemukan lagi bantal yang terbuat dari kapuk (atau saya aja yang jarang ketemu ? )  Umumnya terbuat dari bahan sintetis lazim disebut dacron untuk isian bantal.  Keunggulan dacron adalah karena sifatnya yang lembut dan empuk.  Karena itu cocok banget untuk bantal.  Namun ternyata kelembutan dan empuknya dacron ini juga tidak selamanya alias ada batasannya.  Ketika sifat-sifatnya termakan usianya maka sang dacron pun "kempes" dengan sukses.


Tapi rasanya kok mubazir sekali, bolak-balik beli bantal baru tiap kali ada yang "kempes".  Maka ketika beberapa waktu yang lalu bantal-bantal di rumah sudah tidak mencerminkan sifat-sifat dacron tadi; yang saya lakukan adalah mengisi ulang alias refill, bukan mengganti semua bantal lama dengan bantal baru.

Caranya mudah kok, jadi bisa DIY alias Do It Yourself :

  1. Kumpulkan bantal-bantal yang terbuat dari dacron.
  2. Tentukan bantal mana yang akan dijadikan bantal donatur (mis. A) dan mana yang akan diisi ulang (mis. B atau bantal receiver)
  3. Dari 4 sisi bantal "donatur", cari bagian yang ada jahitan di bagian luarnya.  Biasanya 3 sisi akan dijahit di bagian dalam dengan mesin dan 1 sisi dijahit manual.  Bisa dilihat dari jenis jahitan yang bukan hasil jahitan mesin.  Sisi yang dijahit manual berfungsi sebagagi "pintu" tempat di mana dari situlah dacron biasanya dimasukkan.  
  4. Buka sisi jahitan yang dijahit secara manual dengan cutter.
  5. Lakukan yang sama untuk bantal yang akan diisi ulang (bantal B).
  6. Ambil dacron dari bantal A dan masukkan ke dalam bantal B.  Atur ulangdengan meratakan dacron dalam bantal B.  Lakukan demikian hingga diperoleh kondisi bantal yang diinginkan.
  7. Agar rapih, lipat sisi yang akan ditutup dengan jarum peniti sebelum dijahit dengan tangan.  Untuk menutup sisi yang dibuka tadi, bisa pilih tusuk feston atau tusuk tikam jejak.

Dari 2 bantal yang "kempes" kini bisa diperolah 1 bantal yang "gemuk" lagi.  Jadi kalo mau beli bantal baru cukup beli 1 saja, ga perlu beli 2, hehehe...ilmu ngirit baru.  Lumayan 'kan, minimal bisa hemat setengahnya !

Ternyata DIY (Do It Yourself) itu selain menyenangkan cocok untuk program penghematan.

7 comments:

  1. kirain DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta)...tyt...inspirasi emak rajin...makasih mak

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe, bukan mak. Terima kasih udah mampir yahh ^_^

      Delete
  2. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  3. nah, kalo urusan penghematan, cucok nih makk..hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Selamat berhemat dengan jahit-menjahit kalo gitu, Makk ! :)

      Delete
  4. ahhh samaaa aku juga suka refill dacron bantal2 dirumah yg udah mulai gepeng ... irit ... hihihi. Salam kenal balik ya mbak Ratna :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. DIY emang cucok untuk tips irit-mengirit ya, jeng Yuli :)
      Thanks udah mampir.

      Delete

Hai ^_^
Terima kasih sudah berkunjung dan membaca tulisan saya di blog ini.
Silakan tinggalkan komentar yang baik.
Mohon maaf, komentar anonim maupun yang sifatnya spam, tidak akan dipublikasikan.
Keep reading and Salam !