-webkit-border-radius: 100px; -moz-border-radius: 100px; border-radius: 100px; #linkwithin_logolink_0 {display:none;}

The Lorax, How Bad Can It Be Without Trees


Pernahkah terpikirkan jika kita harus membeli udara untuk bernafas ?  Saat ini saja, khususnya bagi kita yang tinggal di kota besar, memerlukan usaha ekstra jika ingin menghirup udara segar bebas polusi, tujuannya jika bukan ke pinggir laut pastilah ke daerah pegunungan.  Artinya ada dana ekstra yang di atas nama liburan kita sisihkan untuk “membeli” sebuah kesegaran.  Denga sadar, kita juga rela menganggarkan sekian rupiah dari bujet kita untuk membeli air kemasan untuk minum, masak bahkan mandi dengan pertimbangan kesehatan.

Jauh sebelum adanya kesadaran aksi “Go Green” saat ini, di awal tahun 70-an, Dr. Seuss telah mengilustrasikan betapa mengerikannya dampak eksploitas alam yang disebabkan oleh keserakahan industri.

Adalah suatu kota bernama Thneedles.  Kota yang bersih, menyenangkan, penduduknya diliputi keriaan sepanjang tahun.  Bahkan bukan musim dingin pun, warga masih dapat melakukan aktivitas di atas salju yang anehnya tidak meleleh walau di bawah sinar matahari.  Sayangnya semua itu bukan hal alami.  


Salju yang digunakan untuk bermain ski adalah salju buatan.  Kota tampak bersih karena tidak ada tanah.  Nampak terlihat seperti tumbuhan namun itu semua adalah artifisial.  Perubahan warna daun yang biasanya terjadi di Negara 4 musim; hijau ketika summer, menguning ketika musim gugur, memutih kala musim dingin dan kembali cerah manakala musim semi; semua bisa dilakukan kapan saja kita inginkan karena semuanya sudah terprogram.  

Tinggal pencet, seperti kita memindahkan saluran televise maka lampu akan berubah warna seperti musim yang diinginkan.  Makanan segala rasa tersedia namun semua dalam bentuk jelly, mengingatkan saya akan makanan yang dikonsumi oleh astronot jika berada di luar angkasa.

Adalah remaja Ted yang mulai mencari tumbuhan asli karena Audrey, tetangga sebelah rumah yang ditaksirnya sering bercerita tentang Thneedles ketika masih dirimbuni oleh pepohonan asli. 

“I would marry anyone who can bring me the genuine seed of tree.”  Ucap Audrey suatu saat.

“Anyone ?” Tanya Ted lagi.

“Yes, anyone !” tegas Audrey



Semenjak itu, petualangan Ted pun dimulai.  Ternyata untuk mendapatkan hati gadis yang menarik perhatiannya tidak semudah yang dikira.  Semua upaya Ted selalu dihalangi oleh Once-ler, penguasa kota Thneedles hanya karena dia merupakan pemasok tunggal kebutuhan udara bagi seluruh warga kota.  Once-ler khawatir jika Ted dapat menemukan bibit pohon dan mulai menanamnya di kota lagi maka lama-kelaman usahanya akan merugi sebab tidak ada penduduk kota yang akan membeli oksigen buatan pabriknya.

Di akhir kisah fabel yang happy end ini mengingatkan kembali alasan kenapa kita –manusia- harus menjaga lingkungan hidup beserta isinya.  Manusia tidak bisa hidup sendiri.  Manusia bergantung pada tumbuhan.  Manusia juga membutuhkan hewan, baik sebagai teman berbagi atau hewan sebagai bagian dari rantai makanan.

Bencana yang tak terbayangkan akan terjadi jika kita mengabaikan kelestarian alam dan tidak memelihara lingkungan hidup.  Buku ini ditulis oleh Dr. Seuss, pertama kali diterbitkan tahun 1971, jauh sebelum gaung Go Green menggema seperti saat ini.  Dan ternyata diperlukan waktu hampir 4 dasawarsa hingga cerita ini diadaptasi ke versi layar lebar pada 2011.


Film edukatif yang menghibur dan cocok untuk mengisi liburan sekolah anak-anak.  Sesekali nonton film sambil ngabuburit, boleh-boleh aja ‘kan ?


4 comments:

  1. ini film kayaknya gak bakal pernah ketinggalan zaman sampe kapanpun, deh. Selama pengrusakan lingkungan tetep berlanjut.

    Kesukaan saya sekeluarga, nih. Anak-anak saya juga gak bosen nontonnya walopun udah berkali2 nonton

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya justru tahu film ini diberi tahu si Sulung.
      Temanya gak akan pernah basi, masih dan makin relevan nampaknya.

      Delete
  2. udah beredar di bioskop ya? jadi pengen liat ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bunda Shidqi, film ini udah tayang lama jadi ga akan ada di bioskop lagi.
      Mungkin bisa cari di toko VCD. Selama hunting film :)

      Delete

Hai ^_^
Terima kasih sudah berkunjung dan membaca tulisan saya di blog ini.
Silakan tinggalkan komentar yang baik.
Mohon maaf, komentar anonim maupun yang sifatnya spam, tidak akan dipublikasikan.
Keep reading and Salam !