-webkit-border-radius: 100px; -moz-border-radius: 100px; border-radius: 100px; #linkwithin_logolink_0 {display:none;}

Mencoba Ber-Fiksi Mini

Merangkai kata itu (ternyata !) tidak mudah apalagi membuatnya bermakna.
Maka saya mencobanya.
Jajal kemampuan diri dalam keterbatasan ruang berekspresi.


***

#1
Aroma miras merebak di udara, botol berserakan. 
Mulutnya tertinggal dalam salah satu botol itu.

#2
Nenek moyangku orang pelaut. 
Aku berkaca; kulitku hitam bersisik, kakiku seperti ekor ikan.

#3
Mata kita bersiborok.  Merona merah jengah wajahmu,
tapi tak semerah lingeri mu semalam.

#4
Purnama pertama, aku membeku dalam rumpun bambubisu tak bersuara.  
Liar mereka mencariku, perawan terakhir dusun Ronggeng.

#5
Alhamdulillah Mak, doamu terkabul.  Tiap hari aku pegang duit.
Batin Nuri, kasir swalayan.

***

2 comments:

  1. Replies
    1. Fiksi mini digagas oleh penulis Clara Ng yg ingin buat cerita pendek di media twitter. Forum witter 'kan terbatas, hanya 140 karakter. Jd di situ tantangannya. Dari 140 karakter, pembaca sdh dapat menangkap cerita/pesan yang ingin disampaikan. Begitu kira-kira. Untuk jelasnya, silahkan googling atau berkunjung dulu di wikipedia.

      Terima kasih sudah mampir ya ^_^

      Delete

Hai ^_^
Terima kasih sudah berkunjung dan membaca tulisan saya di blog ini.
Silakan tinggalkan komentar yang baik.
Mohon maaf, komentar anonim maupun yang sifatnya spam, tidak akan dipublikasikan.
Keep reading and Salam !