-webkit-border-radius: 100px; -moz-border-radius: 100px; border-radius: 100px; #linkwithin_logolink_0 {display:none;}

Antara Buku dan Film, Bagian #1

Saya suka nonton.
Saya juga suka membaca.
Dan sekarang sedang antusiasnya menulis.
Jadi kalo ada film yang melibatkan buku dan atau tulis-menulis dalam ceritanya; pastinya bela-belain nonton. Bila perlu, sampe beli atau download filmnya, hehehe.  Oh ya, yang dimaksud melibatkan buku atau tulis-menulis di sini dalam ceritanya sang tokoh bisa berperan sebagai penulis atau senang membaca atau sebagai pemilik buku.  Pendeknya yang kehidupannya tokohnya bersentuhan dengan buku atau proses penulisan.

Mau tahu film apa aja ?
Hallow para pencinta buku dan film, berikut daftar film versi saya yang memenuhi unsur buku atau tulis-menulis.  Satu lagi, semua film berikut sudah saya tonton ya !

You've Got Mail 
Di dunia maya, mereka saling merindukan padahal tanpa mereka sadari ternyata di dunia nyata mereka berseteru karena Tom Hanks selaku pemilik salah satu toko buku besar di New York ingin mengakuisi toko buku kecil milik Meg Ryan.  Padahal Meg sangat menyayangi toko buku kecilnya. Meneruskan usaha sang ibu juga melambangkan rasa sayang Meg pada mendiang ibunya.  Yang saya suka, ada adegan bagaimana Meg mendongeng pada pengunjung-pengunjung kecil di tokonya. Tidak hanya sekedar menjual buku, selain mencintai buku Meg juga gambarkan mencintai profesinya sebagai pemilik toko buku.  


The Notebook
Intinya sih cinta beda kasta dengan setting Amerika di Perang Dunia II, yang cewek dari keluarga berada sedangkan cowoknya miskin papa.  Singkat cerita, mereka menikah juga dan beranak pinak.  Sayangnya di penghujung usia, sang cewek mengidap demensia berat, ga inget sama keluarganya termasuk sama sang suami padahal perjalanan cinta mereka mengharu-biru begitu.  Walau demikian sang suami masih berkeyakinan jika suatu saat ingatan istri tercintanya akan pulih kembali.  Caranya adalah dengan membacakan kisah cinta mereka setiap hari hingga ajal menjemput keduanya.  Saking seringnya mendengar cerita itu sang istri sampai hapal cerita tersebut namun tetep ngga "ngeh" kalo itu tuh kisah cinta mereka berdua.  Love is blind or what ? Film yang masuk box office tahun 2012 ini dibuat berdasarkan novel karya Nicholas Sparks.  Novelnya sendiri terbit tahun 1996, terinspirasi oleh kisah cinta kakek-nenek dari sang istri.  Adegan membaca di film ini sih ngga banyak.  Biasanya dimulai dengan suara sang suami sebagai narator, lama kelamaan faded untuk kemudian digantikan dengan gambar lakon para pemainnya; Ryan Goshling dan Rachel McAdams.


Profesi menjadi penulis bukannya pekerjaan tanpa bahaya.  Ketika si ghost writer (Ewan McGregor) menerima proyek penulisan memoar seorang mantan Perdana Menteri Inggris, he thought it's just like another ghost story he used to work on.  Banyak pertanyaan kemudian bermunculan karena sang penulis hantu menemukan kejanggalan-kejanggalan berdasarkan temuannya. Tanpa disadari, rasa keinginantahuannya tersebut justru mengancam keselamatan jiwanya. Menurut saya, film ini serius.  Kesan seriusnya makin kental dengan penyajian warna chromatic yang monoton, ga jauh-jauh dari hitam-putih dan abu-abu.  Simbol dari tokoh-tokoh dalam cerita itu sendiri.  Lay out desain ruang minimalis juga mendominasi film.  Nonton film ini kudu disimak baik-baik, every single word is the clue. Saya pikir jawaban atas teka-teki misterinya ada di penghujung cerita.  Ternyata ending ceritanya pun tetap dibuat gantung.  Film yang disutradarai oleh Roman Polanski ini, fully twisted !  Gak heran oleh situs IMDB film ini masuk kategori thriller dan misteri.  Lewat film ini saya dapat gambaran bagaimana selayaknya kerja seorang ghost writer; tetap harus pake jiwa alias integritas walaupun pekerjaan itu dibuat berdasarkan 'pesanan' (klien).




Film dibuka dengan Clay Hammond -diperankan oleh Dennis Quaid yang- membacakan bukunya yang berjudul The Words yaitu tentang penulis yang menjadi plagiat. Diceritakan Rory Jansen adalah penulis yang karyanya selalu ditolak (ehm !).  Di saat Rory nyaris melepaskan impiannya menjadi penulis terkenal, dia menemukan naskah lama dalam sebuah tas yang dibelikan oleh istrinya sebagai hadiah. Naskah yang ditemukan mengenai kisah cinta antara tentara Amerika yang bertugas di Perancis. Ketika naskah itu diterbitkan ternyata menjadi best seller dan Rory pun menjadi terkenal.  Walaupun sudah tidak hidup susah lagi namun hati kecil Rory tidak tenang karena dia tahu itu bukan murni hasil karyanya.  Terlebih ketika The Old Man (Jeremy Irons) mendatanginya untuk meminta pertanggung jawaban atas perbuatan Rory tersebut.  Harusnya cerita romansa tidak bikin bingung ya ?  Namun tidak demikian dengan film ini.  Sampai sekarang saya masih menebak-nebak apakah Clay itu adalah personafikasi dari Rory ?  Atau Rory itu hanya tokoh rekaan Clay semata ?  Sepertinya ending yang mengambang memang tujuan dari film ini seperti yang diucapkan oleh Clay "At some point, you have to choose between life and fiction".


Love Actually
Ibaratnya buku, film ini adalah antologi. Ada 5 kisah romansa dimana ke-8 orang tokoh sentral dalam film terkait satu sama lain.  Hebat banget sang penulis naskah merangkai ceritanya ya !  Adapun salah satu kisah romansa itu tentang penulis -diperankan oleh Colin Firth- yang diam-diam jatuh hati pada house keepernya.  Dibandingkan adegan lain, frame tulis-menulis tidak banyak diperlihatkan.  Tapi justru adegan yang minim kata namun sarat gesture ini  menurut saya lebih "berbicara."  Digambarkan bagaimana perasaan itu terbangun lewat secangkir kopi dan roti yang selalu disediakan oleh si house keeper untuk sang penulis.  Si wanita yang diam-diam mencintai sang penulis juga sepenuh hati menjaga kerta-kertas hasil ketikan (belum pake laptop bok !) sang penulis walaupun dia tidak mengerti apa yang ditulis sang penulis. Maybe that's why I put this movie into the list.


The Neverending Story
Yang ini untuk anak-anak, bukan cerita cinta-cintaan lagi !  Walaupun termasuk film jadul (tahun 1984) tapi sangat bekesan bagi saya.  Tahun segitu belum ada Harry Potter.  Jadi film dengan model seperti ini sepertinya mewakili imaginasi anak-anak pada saat itu termasuk saya.  Dikisahkan ada seorang anak yang cerdas namun nakal.  Jangan tanya siapa tokohnya, saya gak inget, maklum ini film udah lama banget.  Suatu saat si anak melakukan kesalahan lalu dikenakan hukuman dengan dikurung di gudang di rumahnya.  Dari sekian banyak barang yang tersimpan di gudang, dia menemukan sebuah buku dongeng yang sudah usang.  Bosan berdiam diri dalam gudang, si anak yang tadinya tidak tertarik untuk membaca mulai membuka buku itu.  Dan petualangan pun dimulai.  Adegan ini digambarkan dengan keterlibatan langsung si anak tersebut dengan semua tokoh yang ada dalam buku dongeng.  Bagaimana dia menolong sang puteri, menunggang naga sebagai kendaraannya.  Pertanyaannya adalah; apakah buku dongeng tersebut memang mengandung kekuatan sihir sehingga si anak masuk ke dalam buku tua itu ? Atau begitu pintarnya si pengarang dongeng sehingga ceritanya sampai menghanyutkan pembacanya ? Yang saya ingat, di bagian akhir cerita ditampilkan bahwa buku itu ditemukan oleh anak lain dan si anak yang ini pun mengalami pengalaman yang sama seperti anak yang sebelumnya.  Gak heran film ini diberi judul Neverending Story.  Mirip-mirip konsep cerita Jumanji gitu deh !


bersambung ke Bagian #2

5 comments:

  1. wah... jadi pingin nonton juga :)
    makasih sharingnya

    salam hangat dari Cepu-Jawa Tengah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah kalo terinspirasi untuk nonton juga.
      Salam hangat juga dari Bogor, mak !

      Delete
  2. Aaaaaa... Saya belum nonton semuanyaa... Ihiks.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya gak nolak kalo diajak nonton lagi, mak hehehe

      Delete

Hai ^_^
Terima kasih sudah berkunjung dan membaca tulisan saya di blog ini.
Silakan tinggalkan komentar yang baik.
Mohon maaf, komentar anonim maupun yang sifatnya spam, tidak akan dipublikasikan.
Keep reading and Salam !