-webkit-border-radius: 100px; -moz-border-radius: 100px; border-radius: 100px; #linkwithin_logolink_0 {display:none;}

Popolo Coffee Shop


Kopi lokal makin hari makin diapresiasi di negeri sendiri terbukti dengan menjamurnya kedai kopi, Nggak hanya kota besar seperti Jakarta saja yang punya banya warung kopi kekinian, Bogor pun mulai banyak ditemukan tempat kongkow enak yang menyajikan kopi domestik nan syedap.  Selain Imah Nini yang sempat yang tulis di waktu yang lalu, coffee shop yang mulai beroperasi bulan Mei lalu ini mulai ramai dibicarakan oleh warga Kota Hujan.

Baca juga Berkunjung Ke Imah Nini di Bogor

From The Backyard; Foto Challenge



Gak selalu harus hunting ke tempat-tempat eksotis untuk mendapatkan foto-foto yang menarik.  Gak juga harus nunggu liburan untuk punya foto yang eye-catching.

Dari hasil baca artikel fotografi dan perhatikan gambar-gambar cantik yang sekarang banyak banget diposting di social media -dalam hal ini gw banyak lihat di Instagram-, salah satu cara dapetin gambar yang bagus adalah dengan mengambil objek dari sudut pandang [angle] yang berbeda.

Setelah dicoba, ternyata cukup menantang.  Selain faktor teknis, momen pengambilan gambar juga berperan.  Tidak jarang, momen udah OK, angle juga bagus tapii.....kamera belum ditangan. Belum lagi pencahayaan yang baik itu sangat dianjurkan menggunakan sinar matahari.  Itu baru tentang cahaya, belum soal komposisi objek dan kombinasi warna objek.

Piknik Irit ala MyDairyNote


Apa yang terbayang kalo denger kata ‘piknik’ ?

Acapkali mendengar kata piknik yang terbayang dalam benak saya adalah duduk di hamparan rumput nan luas sambil bermain dan ngemil-ngemil cantik makanan yang dibawa dalam keranjang bambu.  Dengan bekal roti isi, berbagai biskuit, minuman segar beserta buah-buahannya.  Tidak lupa buku bacaan dan radio kecil untuk menambah kemeriahan.   Supaya adem, lokasi menghamparkan tikarnya di bawah pohon nan rindang.  Menikmati keteduhan dibelai angin sepoi-sepoi.  Ideal banget ya ?  Atau ini efek kebanyakan baca bukunya Enid Blyton yang sukses bikin saya terngiler-ngiler saking suksesnya beliau mennggambarkan suasana piknik ala Lima Sekawan ?  Bisa jadi.

Tapi seringnya kenyataan tidaklah sama dengan impian, hihihi.  Dari semua piknik yang udah dilakonin, nggak ada tuh seperti yang digambarkan di atas.  Boro-boro sempat siapin makanan segitu banyak dan lengkap.  Ada beberapa hal penyebabnya; utamanya adalah waktu dan biaya.  Menyiapkan begitu banyak makanan, sudah pasti perlu persiapan khusus.  Mulai dari belanja bahan hingga membuatnya.  Padahal udah tahu ‘kan kalau cooking is not my thing !  Selain faktor malas,  seringnya piknik kami berjalan tanpa direncanakan alias dadakan.