-webkit-border-radius: 100px; -moz-border-radius: 100px; border-radius: 100px; #linkwithin_logolink_0 {display:none;}

Asinan, The Iconic Food of Bogor

Masih tentang kuliner, apalagi yang jadi icon kuliner Kota Bogor selain roti yang bentuknya kecil-kecil itu dan toge goreng ?  Tiada lain adalah asinan.

Yup !  Jenis yang satu ini sudah menjadi ciri khas Kota Kujang lainnya untuk urusan perut.  Sederhana saja tampilannya; selain asinan sayur ada juga asinan buah atau kombinasi keduanya.  Disajikan dengan kuah cuka yang dicampur ulekan cabe merah.  Ditambah taburan kacang tanah goreng yang masih ada kulitnya. Aksesoris lainnya adalah kerupuk mie yang bentuknya melingkar-lingkar itu.  Jika masih kurang pedas, silahkan tambahkan sambal yang biasanya hanya terdiri dari cabai rawit hijau.  Lebih sip lagi jika dinikmati dalam kondisi dingin setelah disimpan dulu dalam lemari pendingin.  Dijamin, mata yang terbuai kantuk langsung melek !  Segerrrr !!



Untuk urusan asinan, saya punya beberapa pilihan yang patut dicoba.


Asinan Bogor Permai
Masih ingat dengan kawasan Bogor Permai yang saya ceritakan di sini 'kan ?  Di pelataran parkirnya, juga bisa kita temukan penjual asinan.  Selain asinan, dijual pula rujak ulek hanya bumbunya uleknya sudah disiapkan rapih dalam kantong-kantong plastik.  Jadi si penjual tidak mengulek bumbunya di lokasi jualan. Yang menarik saya untuk mencobanya karena display buah-buahan yang segar dan bagus.  Tidak ada buah atau sayuran yang layu.  Walaupun menumpang di pelataran parkir namun kondisi gerobaknya rapih dan bersih.  Hei, selain rasa, kita juga harus tetap memperhatikan faktor kebersihannya 'kan ?  

Waktu itu saya mencoba asinan kombinasi sayur dan buah.  Tidak saya konsumsi di hari yang sama di hari pembelian melainkan saya santap keesokan harinya.  Alhamdulillah,  pilihan nggak meleset karena walaupun sudah menginap semalam di lemari pendingin; kondisi buah dan sayuran masih segar, crunchy waktu digigit.  Kuahnya pun enak segar; kombinasi cuka dan pedasnya cukup untuk saya yang ngga terlalu suka pedas. Belum lagi aroma dan cita rasa khas rumput teki yang makin membuatnya slrrppp banget !

Ngga ada "judul" di gerobak si mamang penjual namun karena dia selalu mangkal di pojokan parkiran Toko Kue Bogor Permai maka biasanya disebut sebagai asinan BoPer alias asinan Bogor Permai.



Asinan Pabrik Good Year
Emang susah kalau ga punya nama a.k.a brand apalagi jika urusannya terkait jualan.  Tukang asinan yang ini juga ga ada judulnya.  Saya nemuin tukang asinan plus rujak ini ngga sengaja; hasil pencarian ngidam pengen banget makan rujak waktu hamil anak pertama dulu.  Which almost 15 years ago !  Karena jaraknya lumayan cukup jauh dari rumah, alhasil jadi jarang disambangi padahal rasanya okey juga lho.  

Pertama beli dulu, penjual adalah pasangan suami istri.  Nah, ketika saya datangi lagi beberapa waktu yang lalu; penjualnya sudah berganti rupa menjadi dua lelaki muda.  Ngobrol punya ngobrol ternyata tongkat bisnis sudah diestafetkan pada sang anak yang sekarang berjualan ditemani oleh asisten.  Saya jadi teringat penjual toge goreng langganan di Bogor Permai.  Bukti bahwa no matter what, jika konsisten dan fokus maka bisnis pasti jalan terus.  Khusus untuk makanan, konsisten termasuk konsistensi rasa yang tidak berubah berikut mutu bahan yang digunakan.

Sama dengan penjual asinan Bogor Permai, selain asinan mereka juga menyediakan rujak ulek.  Bumbu rujak ulek juga fresh karena baru akan dibuat jika ada pesanan.  Bumbu rujak uleknya juga juara akan rasa kacang tanahn.  Uniknya (kalo boleh saya bilang unik karena belum pernah lihat di tempat lain sebelumnya), jika Asinan BoPer berkuah bening cuka cabe merah saja maka kuah asinan yang satu ini menambahkan bumbu kacang hasil ulekannya. Kombinasi tersebut membuah si kuah asinan tidak bening namun terlihat keruh.  Mungkin karena itu, rasanya jadi berbeda dengan asinan lainnya.  

Penamaan Pabrik Good Year ini cuma versi saya sendiri, karena mangkalnya tidak jauh dari pabrik ban Good Year. Tepatnya sebelum pabrik, terletak di sebelah kiri jalan.  The one and only tukang rujak plus asinan di ruas jalan itu.

Satu lagi yang saya amati, masing-masing selain asinan juga menjual rujak ulek. Apa memang pola berjualannya seperti itu ya; jual asinan pasti gandengan sama rujak ?  Perbedaannya di bumbu rujak; with or without nuts !  Banyak kacang atau cuma sedikit.  Tergantung selera.


1 comment:

  1. Memang bogor salah satu kota yang banyak kulinernya
    ada kacang bogor, talas bogor, roti unyil dan sekarang kakak Ratna menulis tentang Asinan Bogor
    terimakasih ya kak Ratna
    jadi bangga sama Bogor, semoga makin banyak wisatawan yang kBogor walau hanya kuliner
    Love Bogor

    ReplyDelete

Hai ^_^
Terima kasih sudah berkunjung dan membaca tulisan saya di blog ini.
Silakan tinggalkan komentar yang baik.
Mohon maaf, komentar anonim maupun yang sifatnya spam, tidak akan dipublikasikan.
Keep reading and Salam !