-webkit-border-radius: 100px; -moz-border-radius: 100px; border-radius: 100px; #linkwithin_logolink_0 {display:none;}

Wisata Kuliner Bogor, My Personal Preferences

Pertanyaan yang paling sering diajukan oleh orang yang baru tahu jika saya berdomisili di Kota Hujan alias Bogor adalah; "Tahu gak, FO (Factory Outlet) yang paling bagus di mana ?" atau "tempat makan yang enak, di mana ya ?"  Atau dapat komentar seperti ini; "Katanya ada bansus (bandrek susu) enak banget di daerah bla bla bla, udah pernah nyoba belum lo ?"

Honestly, itu adalah pertanyaan yang sulit dijawab karena jawaban-jawabannya subjektif. Kalau saya bilang bagus atau enak tapi ternyata tidak satu selera, nah...repot 'kan ?

Nggak jarang pula, baik saya maupun Suami Ganteng, ditelepon di kala akhir pekan oleh teman-teman kami yang isi pertanyaannya adalah; "eh, gue mau ke tempat bli bli bli, tapi ngga tahu tempatnya.  Kira-kira dari pintu Tol (Jagorawi) gue harus ambil arah ke mana ya ?"  Ada dua kemungkinan besar, yang nelpon tidak pasang GPS di kendaraannya atau lupa bahwa Google Maps itu free dowload di smart phone yang dipakainya untuk menelepon kami (^_^).

Pertanyaan seperti ini masih enak untuk dijawab.  Yang bingung kalo ada yang nanya; "Gue lagi di Bogor nih, lagi nyari tukang soto. Belah mana ya ?"  Lha, memangnya cuma satu tukang soto di Bogor ?  Lagipula, posisi kawan yang bertanya itu ada di mana sampe 'lempeng' aja bilang "belah mana ?"  (Se)Belah mana dari sisi siapa ?  Hihihi.

Terlepas dari semua itu, saya seneng-seneng aja ditanya seperti itu. Telepon dari teman-teman pun kami anggap sebagai sambungan tali silaturahmi ^_^.  Dianggap lebih tahu dari Mr. Google (Maps) artinya informasi kami bisa dipercaya 'kan ?

Bicara soal selera pribadi, saya jadi pengen share beberapa spot kuliner jadi favorit kami sekeluarga dan kemudian sering saya rekomendasikan baik ke kawan dan kerabat.  Dan semoga ngga dianggap 'promo terselubung' ya, hehe...

Toge Goreng Ibu Hj. Omah
Ini salah satu icon kuliner kota Bogor. Rebusan toge, mie kuning dan potongan lontong plus tahu yang disiram kuah khas berbahan tauco ini termasuk jajanan yang diperkenalkan oleh kedua orang tua saya di waktu kecil.  Penjual toge goreng awalnya mangkal di depan Kantor PLN Jl. Jend. Sudirman sebelumnya akhirnya menempati lokasi permanen di Toko Kue Bogor Permai masih di ruas jalan yang sama.  Rasa bumbu kuahnya yang nggak berubah dari pertama kali mencicipi dulu sekali hingga sekarang menambah rasa romantisme masa lalu saya; teringat kenangan makan bersama Bapak dan almarhum Mama beserta kakak-kakak.  Saat ini, usaha Toge Goreng Ibu Hj. Omah sudah dikelola oleh generasi ke-3.  Penjual yang biasa melayani kami sekeluarga dulu merupakan ayah Ibu Hj. Omah.  Betapa segala sesuatu itu jika dikelola dengan baik, nyata bisa diwariskan termasuk diantaranya usaha kaki lima ini.


Toko Roti & Kue Bogor Permai (BoPer)
Kalau Anda ingin bernostalgi lagi dengan roti-roti rasa klasik seperti roti tapal kuda atau roti gambang tabur wijen yang lengket di mulut jika dikunyah, maka di sinilah tempatnya.  Selain menjual berbagai macam roti dan aneka kue, toko yang sudah berdiri dari tahun 1963 ini juga menjajakan makanan baik a la carte maupun buffet.  Rasa penganan buffet dan menunya sangat rumahan sekali maka tidak heran jika banyak ibu terutama yang malas masak seperti saya ini (hehe), membelinya dan dibawa ke rumah untuk dijadikan hidangan keluarga.  Selain sop ayam dan ayam kecapnya, bisa dicoba gulai daun singkong atau sambel kreceknya yang pedas itu.

Walaupun buka dari pukul 06.00, hindari mengunjungi toko kue ini di pada pagi hari terutama di akhir pekan karena bisa dipastikan Anda harus sabar menanti alias ngantri !


Es Sekoteng & Siomay (Bogor Permai)
Image from OpenRice.com
Karena yang empunya membuka lapaknya di halaman samping Toko Roti & Kue Bogor Permai maka jadilah biasa disebut Siomay BoPer.  Dengan membayar Rp 17,500 maka Anda akan mendapatkan satu porsi siomay yang terdiri dari siomay, tahu, kol, kentang dan telur. Tapi kita boleh kok mengganti kombinasi isiannya sesuai selera.  Sudahi seporsi siomay dengan es sekotengnya yang dibandrol sepuluh ribu rupiah semangkoknya. Kombinasi antara kerukan daging kelapa muda yang halus, alpukat dan sekoteng dalam kuah susu yang diberi es batu. Asli bikin suegerrrrr !!



Soto Mie Pak Manab
Di samping toge goreng, makanan yang satu ini juga identik dengan Kota Bogor.  Dari semua penjaja soto mie yang pernah saya coba, menurut saya ini yang memenuhi kriteria baik dari rasa, kebersihan dan tempat.  

Pak Manab sang penjual, mengaku sudah melakoni jualannya selama 10 tahun terakhir.  Pantas aja kalo dia sudah menemukan racikan bumbu yang maknyuss punya.  Bumbunya berani, ga pelit sama isiannya berupa mie kuning plus bihun ditambah dengan rajangan kol dan tomat.  Risol dan potongan dagingnya juga ga sedikit lho.  Kalo saya biasanya minta tambahan jeruk nipis plus kecap.  Seger abisss !!   Semangkok soto mie seharga Rp 10,000 ini bisa dinikmati di pelataran parkir Terminal Tas Tajur di Jl. Raya Tajur.  


Es Duren Mas Yono
Masih di lokasi yang sama dengan soto mie Pak Manab, ada pula penjaja es duren.  Dengan merogoh kocek sebesar delapan ribu rupiah, Anda sudah bisa menikmati segelas Es Duren Mas Yono yang rasanya durennnn banget !  Sepertinya sih menggunakan gula asli karena tenggorokan saya sensitif dengan pemanis buatan.


Ayam Bakar M11
Paket makan siang yang komplit ditawarkan oleh pemilik rumah Jl. Rumah Sakit II no. 11 yang dulunya dikenal juga sebagai Jalan Malabar No. 11, Bogor.

Kenapa saya bilang "paket" ? Karena dengan memilih salah satu diantara ayam bakar, ayam panggang atau daging empal itu; harga yang dibayar sudah termasuk sepotong tempe tahu, lalapan, tumis oncom leunca dan setoples kecil ikan asin goreng garing yang kriuk sekali ketika disajikan dengan nasi putih beralaskan daun pisang di atas wadah yang terbuat dari anyaman rotan.  Sambal tersedia bebas di meja masing-masing.  Buat para penggemar sambal, bisa ambil sesukanya.  Belum puas juga ?  Anda bisa order sayur asem sebagai tambahannya, di luar paketan tadi.

Sepintas sang pemilik tidak serius dengan usahanya karena hanya menyediakan kursi bangku berikut meja hanya sekadarnya saja.  Tapi tidak berarti kita terbebas dari antrian terutama pada saat jam makan.  Karena rumah yang terletak di perumahan rumah dosen IPB ini tidak pernah sepi tidak saja di akhir pekan, di hari biasa pun ramai pengunjung.


Daiji Raamen (@daijiraamen)
Bagi Anda penyuka makanan Jepang, ga usah takut kelaparan kalau sedang melancong di Bogor.  Sudah tersedia berbagai gerai makanan Jepang di pusat kota Bogor, entah itu sushi ataupun ramen atau mie khasnya Jepang.  

Adalah resto Daiji Ramen yang diklaim oleh pemiliknya sebagai the first ramen in Bogor (is it ?).   Selain ramennya yang memang enak, side dish seperti chicken katsu atau ebi furainya oke juga.  Digorengnya pas, crunchy rasanya.  Sebagai penutup, saya dan keluarga biasanya memesan es krim kacang merah.  

Untuk memanjakan pelanggannya, pihak resto mempunyai program diskon.  Untuk setiap pembelian kelipatan tertentu akan mendapatkan stempel.  Jika sudah terkumpul 10 stempel, kita berhak makan gratis 1 kali dengan menu pilihan bebas.  Asik 'kan ?


Pizza Margarita Kedai Kita
Ngga banyak cerita untuk Kedai Kita yang terletaknya di Jl. Pangrango no. 21 ini.  Saya cuma suka pizza Margaritanya.  Tipis, kaya akan rasa keju and sooooo smokey karena dipanggang di atas bara kayu bakar.  
  

Roti Bakar Sari Rasa
Malam-malam pengen makan roti bakar dan segelas coklat panas atau kopi ?  Arahkan kendaraan Anda ke Jalan Siliwangi dengan melintasi Jalan Suryakencana.  Tidak jauh dari gedung Bank HSBC, Anda akan melihat jejeran tenda-tenda penjaja spesialis malam hari.  Yak, betul !  Selain sate, sea food dan nasi uduk akan terlihat pula tenda bertulisan Roti Bakar Sari Rasa. 

Yang juara di sini tuh, roti bakarnya.  Cobain deh, roti bakar pisang keju coklatnya. Dijamin ngga cukup 1 porsi.  Udah pernah mampir ke tenda-tenda roti bakar lainnya, tapi yang paling nyantol rasanya di lidah cuma di sini.  Harga makanannya ekonomis banget.  Ga heran mejanya jarang kosong terutama saat week-end.  Tidak hanya remaja, rombongan keluarga pun sering kami lihat menikmati jajanan ringan malam hari di sini, termasuk kami tentunya.

Nah, ada yang kira-kira ingin dicoba ?

18 comments:

  1. wah,,foto roti bakarnya bikin ngiler,,salam kenal ya mba,,besok2 kalo aku ke bogor minta di traktir ah he he :)

    ReplyDelete
  2. Roti bakarnya emang bikin ngiler banget kok, Bund...

    ReplyDelete
  3. Replies
    1. Hayu dicoba biar brenti ngilernya, Nia ^_^

      Delete
  4. Waah...sebagai penduduk baru di Bogor, perlu inih buat dicoba :)
    Ada penjual toge goreng yang jadi langganan keluarga suami. Yang jualan jg sudah tua dan kenal baik dg mertua. Tempatnya di sebelah BPN ( jejeran mall BTM) di dalam gang kecil. Sebelah hotel apa yaa yg baru itu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gang Bojongneros, mak ?
      Setahu saya memang ada toge goreng yang di situ tapi semenjak banyak pembangungan, ga ngerti pada pindah ke mana.
      Selamat wiskul ya..^_^

      Delete
  5. Dari semua ini, yang paling deket dari Stasiun Bogor yang mana ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bogor Permai yang paling deket dengan Stasiun Bogor. Selamat wiskul dan terima kasih sudah mampir ^_^

      Delete
  6. waduh...jadi mendadak pengen ke Bogor iniii...

    ReplyDelete
  7. Minggu depan mau wikul ke bogor,pie apple nya lumayan juga tuh...jadi inget pernah mkn roti bakar mlm2 di tmn kencana...

    ReplyDelete
  8. Replies
    1. Sebelahnya Tom Yam Padjajaran, masuk di belokan Wisma Rengganis arah ke VilDut, Wed

      Delete
  9. belum pernah nyobain semua nih....

    ReplyDelete
    Replies
    1. worth to try, mba.
      selama mencoba kalo lagi di Bogor :D

      Delete
  10. Masakan di Bogor cenderung manis dan legit ya mba, enak sih. Tapi berhubung faktor U, maka diriku sedikit pemilih hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mosok sih, mba?
      Bukannya di Jawa Tengah, snacknya lebih terasa manis, ya..

      Delete
  11. es dureennya di mas yono tuh.. the one and only wkwk

    ReplyDelete
  12. Dari semua list itu, baru pizza bakar yang pernah saya datangi. Memang enak sih rasanya. :D

    ReplyDelete

Hai ^_^
Terima kasih sudah berkunjung dan membaca tulisan saya di blog ini.
Silakan tinggalkan komentar yang baik.
Mohon maaf, komentar anonim maupun yang sifatnya spam, tidak akan dipublikasikan.
Keep reading and Salam !