-webkit-border-radius: 100px; -moz-border-radius: 100px; border-radius: 100px; #linkwithin_logolink_0 {display:none;}

My 10 Things Thankful for This Week

I shall be thankful for being health, even others are not.  It was like two weeks earlier when both my kids and hubby were recovered from their illness.  My eldest got typhus while hubby had a rough cold.  Though they both at home, still do not like the atmosphere as barely hearing them laughing as they always do. 

So yeah, I shall be thankful now as they both got recovered and hearing them laugh again.

I shall be thankful now I can making a good porridge.  As I had an illness at home, I need to serve appropriate meals for them.  So, porridge is the most suitable dish.  Believe it or not, I’ve never made such a dish before.  It turned out easy, not as I thought before.  Instead of buying like we usually did, now I can make it on my own.




I shall be thankful for having a job though it drives me crazy, sometime upset and stressful.  Nevertheless, this job exposed me to learn things I’ve never done before.  While there are a million people out there whose jobless and left worried on how paying their bills.

Empat Benda Wajib Bepergian

Percaya atau tidak, kepribadian seseorang bisa kita nilai dari barang bawaannya.  Kalo bawaannya sedikit, katanya tipe simple alias praktis.  Sebaliknya, jika bedendotan mirip orang pindahan, bisa dipastiin orangnya rempong.  Lha, kalo yang emak-emak punya bayi, mau dinilai bagaimana ?


Bener nggaknya opini itu, nilai sendiri aja ya, hehehe.

Kalo pergi-pergi, biasanya barang bawaan disesuaikan dengan tema bepergian; pelesirkah, bekerja atau kombinasi.  Dan tentunya lamanya waktu bepergian.



Untuk barang-barang kecil semacam handphone plus aksesorisnya, ga perlu dibahas lah ya, secara by default udah pasti dibawa.  Malah setahu saya, ada yang ke kamar mandi pun bawa smartphonenya.  Mau dimandiin ‘kali ya tuh handphone ?

Jalan-jalan tanpa dokumentasi ibarat masak kurang garem.  Tapi di era gadget nan super canggih kini, ternyata fungsi kamera sudah bisa ditangani oleh smartphone. Pernah di suatu saat saya travel tak lupa berbekal kamera kesayangan tapi pas di lokasi kameranya lebih banyak diem di tas.  Cuaca yang tak mendukung bikin gak semangat jepret-jepret.  Alhasil Cuma dapet berat.  Intinya, kamera bukan [lagi] bawaan wajib apalagi kalo perginya dalam rangka bekerja.  Heuheuh, gak banget deh

Yang pasti sih, kalo saya bepergian, barang-barang ini ga pernah ketinggalan.  Mau solo travel atau bareng sama keluarga.  Buat saya, terlepas dari kepribadian, unsur praktis dan kegunaan mau-ga-mau harus dipertimbangkan. Supaya efektif bo !  Udah berat-berat dibawa tapi kalo gak dipake itu, pegelnya ditangan [bukan di hati seperi lagunya Cita Citata, jiaahh !]   ^_^

Daiji Ramen, 1st Raamen in Bogor

Itulah tagline yang diusung oleh restoran raamen ini.  Seinget saya yang udah sekian lama tinggal di Bogor, gak salah juga yang punya klaim seperti itu karena memang demikianlah adanya.  

Kedai raamen yang terletak di salah satu ruas Jalan Pajajaran ini, tidak sepi pengunjung.  Selalu ramai tidak saja kala akhir pekan, hari biasa pun bangku resto kerap terisi.  Kalau menurut saya, hal itu disebabkan oleh kombinasi antara embience restoran, pelayanan yang ramah dan so pasti rasanya donk !



5 Ciri Buku Terbitan Sekarang

Dari kecil saya sudah dimanjakan dengan buku.  Waktu kecil dulu, apapun occasion penting dalam kehidupan, seperti ulang tahun atau naik kelas, bisa dipastikan bukulah hadiah dari orang tua.  Bokap emang royal kalo soal yang satu ini.  Nilai rapor seperti book converter.  Makin bagus nilainya, makin banyak jumlah buku yang boleh dibeli, hihiy !

Karena udah suka beli buku dari dulu itulah, akhirnya merhatiin bahwa ada perubahan dalam buku yang diproduksi sekarang dan jaman kecil saya dulu.   Berikut ini 5 hal yang saya temukan bedanya, antara buku terbitan jaman baheula dengan sekarang.


[TUTORIAL] Don't Track Your Own Pageviews

Buat seorang blogger, mendamba banget kalo blognya dikunjungi dan dibaca orang.  Jumlah pengunjung merupakan self esteem bagi si blogger karena berarti dia berhasil membuat artikel yang informasinya diperlukan oleh orang lain.  

Ada blogger yang tidak mau mempublikasikan jumlah pengunjung yang datang ke blognya.  Tapi ada juga yang pamer [seperti saiah] hehehe.  Regardless whatever the reason is, yang perlu kita ketahui sebagai seorang blogger [benerin poni ^_^] ternyata kalo kita klik halaman blog kita sendiri itu juga dihitung sama si mesin hitungnya.  


Kapan Kawin ?

Nyadar ga sih, kalo ramahnya orang Indonesia itu kadang kelewatan ?  Saking ramahnya, semua serba ditanyain.   Disadari atau ngga, kesannya jadi #kepo.  BTW, tahu ngga, ternyata #kepo itu adalah kependekan dari Keen Every Personal Object ?  #barutahu ^_^

Terutama nih, kalau kita ketemu teman lama semisal reuni atau jika ada pertemuan keluarga besar.  Pertanyaannya sih standar, buat ukuran orang kita loh ya, tapi ngejawabnya yang kadang bikin susah nelen ludah sendiri.

Buat yang baru lulus kuliah; “Udah kerja di mana lo ?”.  Semoga aja dapet kerjaaan yang tempat dan posisinya bisa dipamerin, kalo ngga ?

Gambar dipinjam dari sini

Kalo udah kerja, “Pacar lo masih si itu ?”  Si ITU yang mana ?  Ga spesifik amat, padahal si ITU pun pastinya punya nama donk !  Kalo si ITU nya lebih dari satu, alamat bisa ketuker, ‘kan ?  Berabe. 

Serunya Wisata Satu Hari di Cirebon

Saya lupa tepatnya kapan, namun di salah satu majalah wanita terkemuka negeri ini pernah memuat artikel tentang Cirebon 1-day Trip.  Bayar sekian rupiah sudah termasuk tiket kereta api PP Jakarta-Cirebon, 2x makan [pagi dan siang] berikut ke beberapa tempat wisata.  Bagi saya yang no problemo “jalan” tanpa ditemani pasukan [baca: suami & anak-anak], paket seperti ini patut dicoba. 

Jadi ketika teman-teman alumni SMA woro-woro kalo mereka bakal ngadain perjalanan serupa di akhir Januari lalu, maka itu artinya sama dengan pucuk dicinta ulam tiba.  Setelah dapet green light dari Suami Ganteng, langsung aja daftar sama panitia.  Walaupun Cirebon pernah jadi tujuan liburan keluarga beberapa tahun yang lalu, namun melancong ke sana dengan menggunakan si ular besi plus teman perjalanan yang berbeda pasti rasanya ga bakal sama.

Gambir di waktu Subuh, rame bo !


Dan perkiraan itu pun tidak meleset.  Keriuhan sudah dimulai semenjak kaki menjejak Stasiun Gambir.  Meeting point di depan Starbuck pukul 05:30 dan ditunggu hingga setengah jam sebelum keberangkatan, begitu pesan panitia.  Mengingat rumah paling jauh, Bogor bo, maka pukul 4 empat pagi sudah meluncur di jalanan.  Jalanan lengang bingits.  Bogor – Gambil tidak sampai 60 menit.  Tak lama Suami Ganteng memarkir mobil di pelataran Gambir, azan Subuh terdengar berkumandang.

Be Good To Ourselves

Do we feel grateful with what we have now ?

Have we ever say “thank you” to God for have created us as we are today, as a human being, not as other creature ?

Have we ever thought if you were created to be someone else, not as you are today ?

Have we ever feel lucky and thankful for being you are today ? 

How many of us feel comfortable with our own body and never think about change it or have it in different way. 



***

Fun Blogging #3, Fun-nya Blogging

Tulisan yang telat be'eng dibuat, tapi daripada ngga nongol yo wis, tayangkan sajah !

Jadi nih, awal tahun 2015 saya buka dengan mengikuti workshop Fun Blogging Kelas Ke-3 tanggal 10 Januari yang dihelat oleh Trio Emak-emak yang juga member KEB.  Mereka tiada lain Mak Haya Aliya Zaki, Mak Shintaries dan Mak Ani Berta.  Bertempat di kantor Qwords, di Gedung Cyber Kuningan, acara bertajuk Fun Blogging ini emang fun.  Selain transfer ilmu sehari penuh, peserta juga dapet goodie bags plus hadiah dari sponsor bagi para pemenang kuis selama acara berlangsung.