-webkit-border-radius: 100px; -moz-border-radius: 100px; border-radius: 100px; #linkwithin_logolink_0 {display:none;}

Tangled of My Childhood; Travelling and Books

If somebody asked me what I remember the most about my childhood, then the answer is traveling and books.  Two things that still haunted me until my present day as a parent, mom of two.

My travelling experience has began even before I was born.  It started when my Dad assigned from Jakarta to Ujung Pandang, South Sulawesi.  The whole family flew to strange city they never think before, with me still in womb.  My Mom was 8-months pregnant of me back then. Not long after I was born, Mom and me flew again to Jawa to visit my Mom’s father who was ill.  His last wish was to see me, the granddaughter of his first daughter.  Yup, my Mom was the eldest of her sibling.  And that story told to me many times, by my parents when they’re still alive.



Tentang Traveling dan Familyhood

Family is not an important thing, it’s everything.
Michael J. Fox - 


Alasan apa yang membuat Anda untuk melakukan suatu trip.  Point of interest-nya kah, atau karena ingin mencicipi kulinernya kah atau karena ada orang yang ingin Anda kunjungi di tempat tujuan?  When all those elements are checked on your list, I suggest you not to hold your trip.  Pack your things and go! Karena hal-hal itulah yang menjadi alasan kami dalam menentukan rencana perjalanan.

Seperti ketika kami impulsively memutuskan ke Pangandaran.  Sebelumnya kami mampir dulu ke rumah Uwak di Sumedang.  Selain kunjungan silaturahmi karena memang sudah lama nggak ketemu, kami pun disambut dengan hangat dan full of service.  Mulai dari jamuan makan hingga "dipaksa" menginap di kediaman mereka.  Alhamdulillah, dapat rejeki akomodasi gratis hehehe.  

Antara Bawang Merah dan Lidah Buaya

Paling seneng ikutan grup WA yang isi obrolannya bermanfaat; nggak Cuma sebatas urusan ibu-ibu saja tapi juga termasuk tukar informasi perihal kesehatan.  Di salah satu grup yang saya ikuti, beberapa hari yll tetiba jadi membahas obat-obatan non-medis.  Disulut oleh pertanyaan salah satu anggota grup WA yang sakit gigi tapi ngga mau ke dokter.  Lalu saya pun teringat tayangan salah satu TV lokal yang membahas fungsi bumbu dapur sebagai obat-obatan.  

apotik-hidup-manfaat-bawang-merah-lidah-buaya


Padahal saya termasuk jarang nonton TV, lho.  Hinggap di channel TV itupun ketika channel hopping, karena tertarik dengan pembahasan.  Nah, salah satunya mengulas bumbu dapur yang bisa digunakan sebagai obat pengurang rasa sakit gigi.

Menurut ulasan TV tersebut, ambil sejumlah cengkeh untuk disangrai.  Setelah kering, lalu gerus hingga halus.  Setelah itu ditempelkan pada bagian gigi yang sakit, Insya Allah rasa sakitnya berkurang.  Wah, itu betul-betul informasi yang baru saya dengar tentang kegunaan cengkeh.  Selain salah satu bahan yang sering dipakai dalam masakan maupun kue, cengkeh yang memiliki aroma khas juga dipakai dalam campuran rokok. 

MEA, Peluang atau Ancaman?

Maret sudah di penghujung bulan, tak terasa tiga bulan sudah MEA berlangsung.  Merasakan bedanya?  Enggak.  Atau mungkin tepatnya belum.  Padahal gaung era MEA sudah dimulai dari semenjak tahun 2015.  Namun tampaknya aktivitas berjalan seperti biasa.  Ketika counting down mejelang tahun 2016, tanpa kita sadari pintu perdagangan bebas antar sesama anggota ASEAN sebenarnya perlahan dibuka.   

MEA-peluang-atau-ancaman


Sebenarnya apa MEA itu?  Kenapa diberlakukan MEA di kawasan Asia Tenggara.  Secara konsep, MEA atau Masyarakat Ekonomi ASEAN tidak jauh berbeda dengan MEE (Masyarakat Ekonomi Eropa).  Tujuannya melindungi kepentingan ekonomi negara-negara yang tergabung di dalamnya.  

Dengan menerapkan perlakuan khusus antar sesama teman seregional, semisal penghapusan bea cukai atau keringanan pajak, diharapkan membangun situasi kondusif bagi kemajuan ekonomi negara ybs. Artinya bakalan masuk produk-produk selain produk lokal bersanding di etalase pusat perbelanjaan.  Kebijakan MEA lainnya adalah SDM (Sumber Daya Manusia).  Tenaga kerja dari Singapura, Malaysia atau Filipina misalnya bebas kerja di Indonesia.  Begitu juga sebaliknya.  Tenaga kerja Indonesia ngga Cuma berjaya di dalam negeri tapi juga eksis di luar negeri.

Ancamankah atau peluang?

Advance Class versi Asinan Blogger

Era sekarang adalah masanya kolaborasi.  Udah ngga jaman lagi kerja sendiri-sendiri.  Yang maju itu adalah yang tumbuh kembang bersama.  Tak heran jika kian hari kian banyak komunitas yang hadir. Motivasinya juga beragam.  Tidak jarang komunitas yang dibuat karena rasa kepedulian pada suatu hal atau karena rasa ketertarikan yang sama.  Mulai dari komunitas pehobi fotografi, pehobi baca buku, pehobi ngeblog.

Nah, untuk pehobi ngeblog, ada nih namanya Asinan Blogger.  Kenapa diberi nama "asinan" secara itu nama makanan?  Jadi Asinan Blogger adalah kumpulan blogger wanita -sampai postingan ini dibuat, membernya memang perempuan semua- yang berdomisili di Bogor dan sekitarnya.  Awal terbentuknya sederhana; dari grup WA yang janjian pergi bareng ke tempat acara blogger.  Mengingat acara blogger banyak dihelat di Jakarta sedangkan tidak semua orang familiar dengan kawasan Jakarta.




3 Taman Kota Bogor Yang Gratis Dikunjungi

Saya mungkin termasuk day dreamer alias tukang mimpi.  Banyak yang saya impikan, termasuk tinggal di kota dengan taman kota yang bisa diakses anytime with free alias gratis.  Mungkin ini efek keseringan nonton film luar negeri yang tidak jarang mengambil setting di sebuah taman luas.  Bebas dari PKL tak tertib serta bersih dari sampah.

Bagaimana dengan Kebun Raya Bogor ?

Ya, nggak samalah.  Walaupun luas dan tidak ada PKL -koreksi, di dalam KRB adanya food stall hehehe- serta relatif bersih tapi waktu aksesnya terbatas mirip kantor.  Dan, pake bayar pula!  Hihihi. Bukannya tak mau bayar tapi jika kota seramai Bangkok atau negara secuplik Singapura saja bisa punya banyak ruang publik, kenapa kita ngga ?

3-taman-kota-bogor-yang-gratis-dikunjungi


Rekomendasi 5 Blog Untuk Desain Pembuatan Judul Blog Post

Postingan tutorial Membuat Blog Post Title dengan Canva masih menuai komentar.  Angka blog stat juga masih nambah terus walau belum nembus ribuan, tapi bagi seorang blogger 'ala-ala seperti saya ini, it really means something.  Artinya, tutorial membuat judul blog post dengan Canva tersebut memang berguna.



Bagi saya membuat judul blog post tidak sekedar judul-judulan.  Selain menyangkut pemilihan kata yang pas-padat-dan menjual, jangan lupakan juga tentang desain judul blog post.  So yes, membuat judul blog post adalah PR tersendiri. Everybody may able to write a long paragraph but when it comes to blog post title, be careful!  Ada tulisan yang akhirnya nongkrong di folder draft menanti untuk diposting karena belum nemu judul blog post yang cocok dan pas di hati.

Mungkin sudah nemu judul blog post yang mewakili isi artikel tapi kok kepanjangan.  Atau berasa sebaliknya, judulnya kok pendek.  Sepertinya ngga meyakinkan untuk jadi judul. Walaupun tidak ada jaminan kesuksesan tulisan dari panjang pendeknya judul.  Dilema banget, ya?


#cukupsatutetes dari Si Merah dan Si Hijau

cukup-satu-tetes-dari-si-merah-dan-si-hijau


Pesan ‘sponsor’ anak-anak jika kami hendak melakukan family trip adalah, “Pilih hotel yang ada kolam berenangnya.”  Jadi bisa dipastikan, perlengkapan berenang beserta atributnya tak pernah absen dibawa.  Itu juga yang menjadi alasan mengapa kami wajib membawa toiletries sendiri.  
Walaupun pihak hotel menyediakan alat mandi, biasanya ukuran sabun hotel selain kecil juga keras.  Karena sabunnya kecil, biasanya busa sabunnya juga tidak banyakt.  Ukuran sabun nan imut juga rasanya membuat waktu mandi jadi lebih lama.  Itu baru soal ukuran sabun. 

Alasan lain adalah merk.  Kita ngga tahu brand sabun dan shampoo yang disediakan oleh hotel.  Sangat jarang hotel yang menuliskan merk alat mandi yang mereka sediakan.  Kalaupun ada yang mau, itu biasanya dilakukan oleh hotel premium.  Umumnya kemasan yang digunakan hanya mencantumkan nama hotel, bukan nama merk sabun mandi atau shampoo.  Bukan karena fanatik pada merk tertentu ya, tapi soalnya pernah memakai sabun hotel, setelah mandi kulit jadi kering sekali.  Dan sayangnya tidak semua juga menyediakan body lotion.