Apa yang terbayang kalo denger kata ‘piknik’ ?
Acapkali mendengar kata piknik yang terbayang dalam benak
saya adalah duduk di hamparan rumput nan luas sambil bermain dan ngemil-ngemil
cantik makanan yang dibawa dalam keranjang bambu. Dengan bekal roti isi, berbagai biskuit,
minuman segar beserta buah-buahannya.
Tidak lupa buku bacaan dan radio kecil untuk menambah kemeriahan. Supaya adem, lokasi menghamparkan tikarnya di
bawah pohon nan rindang. Menikmati
keteduhan dibelai angin sepoi-sepoi. Ideal
banget ya ? Atau ini efek kebanyakan
baca bukunya Enid Blyton yang sukses bikin saya terngiler-ngiler saking
suksesnya beliau mennggambarkan suasana piknik ala Lima Sekawan ? Bisa jadi.
Tapi seringnya kenyataan tidaklah sama dengan impian,
hihihi. Dari semua piknik yang udah
dilakonin, nggak ada tuh seperti yang digambarkan di atas. Boro-boro sempat siapin makanan segitu banyak
dan lengkap. Ada beberapa hal
penyebabnya; utamanya adalah waktu dan biaya.
Menyiapkan begitu banyak makanan, sudah pasti perlu persiapan khusus. Mulai dari belanja bahan hingga
membuatnya. Padahal udah tahu ‘kan kalau
cooking is not my thing ! Selain faktor
malas, seringnya piknik kami berjalan
tanpa direncanakan alias dadakan.

