Ada yang tahu asal muasal kebiasaan memberikan uang pada anak-anak ketika Hari Raya Idul Fitri ?
Secara budaya, hal tersebut bertentangan dengan sikap orang Indonesia yang tidak terbiasa mengenalkan konsep uang (atau keuangan) pada anak-anak di usia dini. Pamali, kata orang-orang tua dulu. Ga ada konsep baku kapan sebaiknya anak dikenalkan pada uang. Namun logikanya, ketika anak sudah bisa berhitung maka mereka akan lebih mudah menerimanya. Umumnya, orang Indonesia baru “mengenalkan” uang ketika anak di usia sekolah dasar.
Padahal kalau dicermati, kita bisa mengedukasi konsep keuangan terhadap anak-anak lewat event Hari Raya ini lho…
Kami mengawalinya ketika Kaka Cantik di kelas 2 SD. Begitu “sadar” bahwa dengan puasa dia akan “kehilangan” jatah uang jajan hariannya maka dia pun mulai bernegosiasi untuk mendapatkan akumulasinya di Hari Raya nanti. Namun, ketika Kaka Cantik tidak berpuasa, maka dia tidak akan mendapatkan kompensasi apa-apa. Kenapa ? Karena di usianya yang pada saat itu 8 tahun, dia sudah mampu berpuasa sehari penuh.
Secara budaya, hal tersebut bertentangan dengan sikap orang Indonesia yang tidak terbiasa mengenalkan konsep uang (atau keuangan) pada anak-anak di usia dini. Pamali, kata orang-orang tua dulu. Ga ada konsep baku kapan sebaiknya anak dikenalkan pada uang. Namun logikanya, ketika anak sudah bisa berhitung maka mereka akan lebih mudah menerimanya. Umumnya, orang Indonesia baru “mengenalkan” uang ketika anak di usia sekolah dasar.
Padahal kalau dicermati, kita bisa mengedukasi konsep keuangan terhadap anak-anak lewat event Hari Raya ini lho…
Kami mengawalinya ketika Kaka Cantik di kelas 2 SD. Begitu “sadar” bahwa dengan puasa dia akan “kehilangan” jatah uang jajan hariannya maka dia pun mulai bernegosiasi untuk mendapatkan akumulasinya di Hari Raya nanti. Namun, ketika Kaka Cantik tidak berpuasa, maka dia tidak akan mendapatkan kompensasi apa-apa. Kenapa ? Karena di usianya yang pada saat itu 8 tahun, dia sudah mampu berpuasa sehari penuh.




