Untuk urusan bantal, saya suka yang "berisi" namun empuk. Makanya saya jadi pilih-pilih untuk urusan yang satu ini. Karena pada prinsipnya, tidur itu harus enak jadi perangkat tidur pun sebaiknya yang membuat tubuh nyaman.
Bantal terlalu "gendut" atau "kempes" gak bakal masuk hitungan. Keduanya bikin ga nyenyak tidur. Yang terlalu berisi membuat kepala serasa nangkring karena membuat jarak antara kepala dengan tulang leher. Terlalu "kempes" membuat posisi kepala nyaris sejajar dengan badan bisa menyebabkan tubuh jadi terlalu telentang. Keduanya bikin saya ga enak tidur.
Malangnya, di abad 21 ini sudah jarang ditemukan lagi bantal yang terbuat dari kapuk (atau saya aja yang jarang ketemu ? ) Umumnya terbuat dari bahan sintetis lazim disebut dacron untuk isian bantal. Keunggulan dacron adalah karena sifatnya yang lembut dan empuk. Karena itu cocok banget untuk bantal. Namun ternyata kelembutan dan empuknya dacron ini juga tidak selamanya alias ada batasannya. Ketika sifat-sifatnya termakan usianya maka sang dacron pun "kempes" dengan sukses.
Bantal terlalu "gendut" atau "kempes" gak bakal masuk hitungan. Keduanya bikin ga nyenyak tidur. Yang terlalu berisi membuat kepala serasa nangkring karena membuat jarak antara kepala dengan tulang leher. Terlalu "kempes" membuat posisi kepala nyaris sejajar dengan badan bisa menyebabkan tubuh jadi terlalu telentang. Keduanya bikin saya ga enak tidur.
Malangnya, di abad 21 ini sudah jarang ditemukan lagi bantal yang terbuat dari kapuk (atau saya aja yang jarang ketemu ? ) Umumnya terbuat dari bahan sintetis lazim disebut dacron untuk isian bantal. Keunggulan dacron adalah karena sifatnya yang lembut dan empuk. Karena itu cocok banget untuk bantal. Namun ternyata kelembutan dan empuknya dacron ini juga tidak selamanya alias ada batasannya. Ketika sifat-sifatnya termakan usianya maka sang dacron pun "kempes" dengan sukses.








