My Dairy Note's

Life Style & Family Blog Indonesia

    • Home
    • About
    • Disclosure
    • Lifestyle
      • Books & Movie
      • Travel
      • Culinary
      • Fotografi
    • Midlife Series
      • Family
      • Wellness
      • Blogging
      • Techno
    • Career & Project Management
      • Project Management


 

📍 Limabelas tahun yang lalu, saya gak tahu apa itu blog.  Saya pikir ngeblog itu cuma buat orang kreatif. Saya? Cuma ibu-ibu yang suka nulis sebatas di buku jurnal dan foto-foto. Walaupun bekerja di perusahaan penyedia jaringan selular, namun jaringan infrastruktur dan blogging tidak ada keterkaitan langsung dalam pekerjaan saya yang lakukan sehari-hari.  Tapi ternyata, satu keputusan kecil untuk mulai menulis blog, malah bikin saya jadi melek teknologi.

Dari yang awalnya bingung edit foto pake aplikasi sekarang, sekarang sudah mengenal ragam tools preference.  Bisa bikin visual blog title cakeup di Canva. Dari yang nggak ngerti apa itu “bounce rate”, jadi mulai mempelajari Google Analytics. Walau masih terseok-seok memahami si analitik  ini tapi dijalainin aja.  Dari yang nulis pakai hati saja, sekarang mulai tahu caranya membuat tulisan yang bisa ditemukan orang lewat Google.

Ngeblog bukan cuma bikin saya punya ruang cerita—tapi juga membentuk saya jadi perempuan digital-savvy di usia yang nggak muda lagi. Dan saya ingin berbagi tentang hal itu.

Kenapa Saya Mulai Ngeblog

Awalnya sederhana: saya hanya ingin menyimpan cerita perjalanan dan foto-foto favorit. Tidak ada niat muluk. Platform yang saya pilih pun yang paling mudah  waktu itu dan gratisan; Blogger.

Saya tidak tahu bahwa di balik tombol “Publish”, ada dunia pembelajaran yang luas.

Saya pikir saya hanya menulis. Tapi ternyata, saya sedang membangun keterampilan.


Dari Menulis ke Skill Teknologi

✍️ 1. Kemampuan Menulis yang Meningkat

Saya jadi terbiasa menulis dengan struktur.  Konstruksi penulisan biasanya saya bangun dengan menerapkan kombinasi Konsep 5W1H (Who, What, When, Why, Where and How) Questions dengan Metode Mind Map.  Dan ternyata metode ini bermanfaat dan sangat membantu saat membuat jurnal ilmiah saat pascasarjana kemaren.

Padahal awal nulis asal-asalan dalam artian ya asal aja. Lama-lama belajar merapikan paragraf, memilih kata, dan mengatur alur cerita agar enak dibaca. Ini pun hasil blog walking, postingan orang lain kok lebih baik, dibanding dengan tulisan sendiri yang alurnya lompat-lompat 🫣.  Tanpa disadari, ngeblog adalah latihan menulis paling konsisten yang pernah saya jalani.

🔎 2. Paham Dasar SEO

Dulu saya nggak tahu kenapa tulisan saya jarang dikunjungi. Kemudian paham soal riset kata kunci, meta description, alt text gambar, dan pentingnya internal linking. Saya belajar agar tulisan saya tak hanya menyentuh hati, tapi juga ditemukan oleh mesin pencari.  Dan ini ternyata syulidt, Fergusooo!

Proses SEO, riset keyword biasanya dilakukan setelah tahap konstruksi penulisan selesai.  Gunanya agar sejalan dengan tema dan ngga “lari” kemana-mana.

🎨 3. Kenalan dengan Canva

Awalnya bingung buka Canva. Sekarang, saya bisa bikin visual branding sederhana untuk artikel, feed Instagram, hingga presentasi. Desain bukan hal menakutkan lagi—malah jadi bagian menyenangkan dari proses kreatif.

Keperluan visualisasi selain jadi penggerak untuk punya foto bagus, juga karena iri lihat blog luar yang “kok keren-keren banget sih visualisasinya?”.  Ternyata ada cara dan aplikasinya sendiri hehe.

📊 4. Mengintip Google Analytics

Saya belajar memahami data: siapa yang baca blog saya, dari mana mereka datang, dan konten mana yang paling disukai. Dari situ saya jadi lebih peka dalam menulis dan merancang topik yang relevan.

Walau sama-sama menulis, beda nulis di blog dengan di buku.  Kalau kita mau blog kita dikunjungi dan artikelnya dibaca maka sarannya kita tulis apa yang disenangi atau diperlukan oleh pembaca.  Bukan oleh kita.  Yang mulanya saya menulis apa saja yang suka, jadi saya menulis yang saya suka dan dibutuhkan audience.  Google Analyticslah jawabannya.


Blog post title made using Canva


Skill Tambahan yang Tak Disangka

🗓️ 5. Manajemen Konten

Ngeblog melatih saya membuat kalender konten, menyusun ide, mengatur waktu menulis.  Yang mana ini relevan dengan profesi saya sebagai seorang project manager. Gak mudah mengelola multi jadwal seperti ini.  Banyak juga melesetnya.  Pembelajaran dari time management ini adalah mengasah kemampuan menetapkan prioritas dan lebih memahami kemampuan diri sendiri.    

📢 6. Dasar Digital Marketing

Saya belajar membuat headline yang menarik, call-to-action yang halus, dan membagikan tulisan lewat media sosial. Karena tanpa promo, postingan kita gak ada yang tahu.  Website kita gak ada pengunjungnya.  Diperkirakan ada lebih dari 600 juta blog di seluruh dunia pada tahun 2023. Jumlah ini mencakup hampir sepertiga dari seluruh situs web. Dengan sekitar 7,5 juta postingan blog yang dipublikasikan setiap hari, ini berarti ada lebih dari 2,7 miliar artikel baru yang ditambahkan ke internet setiap tahunnya.  Bayangkan!  Ngeblog ternyata jadi pintu masuk saya memahami dunia pemasaran konten. yang kmpetitif.

🤝 7. Koneksi dan Kolaborasi

Saya bertemu banyak teman baru lewat dunia blog. Dari komunitas menulis, sharing session, hingga peluang kolaborasi yang tak terduga. Bertemu dengan orang-orang dengan kesamaan hobi bahkan vibes; dunia jadi terasa lebih luas—dan hangat.

💫 8. Personal Branding dan Self-Awareness

Di lingkup pertemanan, mereka jadi tahu hobi dan kemampuan saya menulis. Sebagai individu, saya jadi lebih tahu apa yang ingin saya tulis, siapa yang saya tuju, dan bagaimana menyampaikan pesan dengan gaya saya sendiri. Ternyata menulis blog juga melatih kesadaran diri.

Blog ini bukan sekadar wadah cerita, tapi cermin perjalanan saya bertumbuh.


Mindset Baru: Gaptek Itu Bisa Diubah

Saya jadi paham: gaptek itu bukan label, tapi titik awal.

Menulis blog pelan-pelan membuat saya mengenal tools baru, mengerti istilah digital, dan yang paling penting: nggak takut lagi belajar hal baru. Ternyata, semuanya bisa dipelajari asal dimulai.

Ngeblog bukan hanya soal punya pembaca, tapi soal menjadikan diri kita sendiri pembelajar.


Masih Ragu Nulis Blog?

Nggak harus muda, nggak harus tech-savvy, dan nggak perlu menunggu jadi “pintar dulu” baru mulai.

Mulailah dari cerita yang ingin disharing, bisa kisah inspiratif, cerita jalan-jalan atau pengalaman berharga lainnya. Bahkan sesimple ceritain alasan sering mengunjungi kedai kopi favorit.  Pelan-pelan akan terbiasa. Dan tiba-tiba tanpa disadari, sudah bisa mendesain blog, membaca data, paham SEO, dan lebih percaya diri dalam dunia digital.

Saya mengalaminya. Dan saya percaya, Anda pun bisa.


💡 Bonus: 5 Hal Kecil yang Bikin Saya Nggak Gaptek Lagi karena Ngeblog

✅ Belajar Canva → bisa desain untuk diri sendiri & kerjaan kecil
✅ Menulis rutin → jadi lancar menyampaikan ide secara tertata
✅ Tahu SEO dasar → tulisan saya bisa ditemukan pembaca baru, ini pun masih perlu belajar banyak.
✅ Cek Google Analytics → lebih paham kebutuhan pembaca
✅ Ikut komunitas → tahu tools dan tren terbaru


Refleksi Dari Gaptek ke Growth

Satu keputusan kecil > bikin blog dan nulis pake hati > ternyata membuka banyak pintu belajar malah jadi side hustle.

Dan saya yakin, perjalanan ini belum selesai. Masih banyak hal yang bisa saya pelajari. Tapi saya tidak menyesal sudah memulainya.  Dan that's why I keep blogging, walau sempat vakum beberapa waktu.

Masih merasa “aku mah gaptek”.  Mungkin karena cuma belum mulai aja.

🌿 Kalau sudah coba nulis blog, jangan lupa  drop url-nya di kolom komen di bawah ya buat saya baca.  Kita sama-sama blog walking! 🥳



Share
Tweet
Pin
Share
8 comments
Selain topik tentang travel; food, fashion dan beauty nampaknya merajai jenis niche blog lokal belakangan ini. Kombinasi topik yang saya sebuatkan itu lazim juga disebut sebagai life sytle blog. Coba  ketik "lifestyle blogger Indonesia" maka dalam waktu kurang dari 1 menit kita akan dihadapkan pada berjuta hasil mesin pencarian.

Beda cerita waktu saya ketik "home decor blogger Indonesia".  Banyak juga sih yang dihasilkan tapi lebih pada laman yang mengarah ke Pinterest atau website milik majalah interior, which is not what I am intent to see.

Maka dari itu, menurut saya, catet, menurut saya lho yaaa, agak sulit menemukan blog lokal dengan kriteria home decoration yang dimiliki oleh blogger Indonesia.  Padahal yang nulis juga blognya gado-gado.  Minta ditoyor ini mah! 😜


Share
Tweet
Pin
Share
23 comments


Hi there!

It's been a while for me not posting an article about Blogging.

Kali ini saya mau sharing tentang template blogspot yang clean and simple.  

Jika ada yang bertanya, kenapa berbasis Blogspot, why not WordPress?  The anwer is why not? 😄

Well actually, itu samalah dengan kenapa makan bubur kok diaduk, gak diaduk aja donk.  Atau, mending mana antara jadi full time mom or wanita pekerja?

Buat saya, it doesn't matter whatever the choice is.  Daripada mendebatkannya, lebih baik cari tahu:

Share
Tweet
Pin
Share
75 comments


Warning: artikel ini akan panjang.  Tapi semata-mata agar jelas setelah Anda membacanya.  Well, itu sih harapannya ^_^

Salah satu kegayaan blogger sok sibuk seperti saya adalah ikut lebih dari satu komunitas blogger #sibakponi.  Tapi ada satu kesamaannya; yaitu mensyaratkan para member untuk memajang banner community di blog masing-masing.  

Ketika makin banyak banner yang harus saya pasang, menurut saya tampilan blog jadi nggak syantek lagi.  Barisan banner yang memanjang ke bawah di bagian side bar rasanya jadi "merusak" pemandangan blog.  Nah, saya aja sebagai pemilik blog merasa gerah ngeliatnya, apalagi orang lain?

Intinya, saya jadi ngga puas lihat tampilan blog sendiri.  On the other hand, I need to keep it as member identity.  Sampai akhirnya saya melihat tampilan banner yang seperti ini di blog milik Myra Anastasia.  

Share
Tweet
Pin
Share
15 comments

how-to-drive-traffic-to-sponsored-post-with-FB-Ads


Ada dua acara temu blogger yang saya hadiri bulan Mei lalu.  Pertama temanya mengenai infografis. Sedang satunya lagi merupakan acara rutin yang kerap digelar oleh Blogger Perempuan Network, tiada bukan Ngobrol Cantik.  Ini bukan kali pertama saya hadir di program Ngobrol Cantik.  Walau tidak semua acara offline blogger macam ini saya ikuti juga ya, kakaa!  Banyak hal yang membuat saya untuk bilang "Yes, I'm in" suatu acara.  

Picky? Yes, I am. It is for a good a reason though ^_^

Baca juga Tips Hemat Tetap Asik Ikut Acara Blogger

Jadi kenapalah saya datang ke Ngobrol Cantik kemarin, itu karena topiknya yang maknyosss!  Tidak dipungkiri, setelah makin tahu bahwa blogging itu ternyata bisa jadi lahan pengisi dompet. Makin besar pulalah rasa ingin tahu itu, halagh!  Dasar (blogger) matre, hehehe!

Share
Tweet
Pin
Share
10 comments
Pernah punya keinginan agar salah satu blog post menjadi headline di blog Anda sendiri?  Saya sering ^_^

Banyak caranya.  Sering-sering"promo" lewat akun medsos seperti Twitter atau FB.  Ini paling joss karena pembaca langsung digiring artikel yang dimaksud.  Tapi mau seberapa rajin kita melakukan hal ini?  Padahal ketika ada postingan baru maka artikel sebelumnya otomatis akan geser posisinya dalam urutan tampilan di blog.  First in first out.  Lalu bagaimana agar keinginan suatu postingan jadi highlight di blog kita sendiri?


Tutorial-Cara-Memasang-Widget-Feature-Post-pada-blogspot


Blogspot sekarang udah punya widget khusus yang dinamakan Widget Featured Post. Walaupun bukan semacam sticky post yang bakalan ada di urutan teratas, but it is very helpful to show your best piece.

Share
Tweet
Pin
Share
20 comments
Ini hari ke-8 dari 1-Day-1-Post, challenge yang sedang saya ikuti.  Masih ada 6 hari lagi ke depan hingga garis finish.  Insya Allah saya bisa menyelesaikannya seperti yang waktu yang ikuti.  

Baca juga Tips Tantangan 15 Hari Menulis

Capek?  Pasti.
Jenuh? Hampir, almost. ^_^


Menyiasati-Writer's-Blocks

Share
Tweet
Pin
Share
9 comments
Terpikir untuk memasang Recent Post Widget sendiri di blog Anda?

Menurut saya sih perlu, karena widget ini memudahkan visitor laman Anda mengetahui postingan apa saja yang baru release di web yang dikunjunginya tanpa perlu scroll down lagi.


Cara Memasang-Recent-Pos- Widget-di-Blogspot


Share
Tweet
Pin
Share
9 comments
Postingan tutorial Membuat Blog Post Title dengan Canva masih menuai komentar.  Angka blog stat juga masih nambah terus walau belum nembus ribuan, tapi bagi seorang blogger 'ala-ala seperti saya ini, it really means something.  Artinya, tutorial membuat judul blog post dengan Canva tersebut memang berguna.



Bagi saya membuat judul blog post tidak sekedar judul-judulan.  Selain menyangkut pemilihan kata yang pas-padat-dan menjual, jangan lupakan juga tentang desain judul blog post.  So yes, membuat judul blog post adalah PR tersendiri. Everybody may able to write a long paragraph but when it comes to blog post title, be careful!  Ada tulisan yang akhirnya nongkrong di folder draft menanti untuk diposting karena belum nemu judul blog post yang cocok dan pas di hati.

Mungkin sudah nemu judul blog post yang mewakili isi artikel tapi kok kepanjangan.  Atau berasa sebaliknya, judulnya kok pendek.  Sepertinya ngga meyakinkan untuk jadi judul. Walaupun tidak ada jaminan kesuksesan tulisan dari panjang pendeknya judul.  Dilema banget, ya?

Baca [TUTORIAL] Membuat Blog Post Title Dengan Canva

Share
Tweet
Pin
Share
51 comments
blogging-tips-tentang-broken-link


Di salah satu grup WA blogger yang saya ikuti sedang seru-serunya membahas broken link.  Mulai dari pertanyaan basic seperti apa yang dimaksud broken link.  Lalu apa dampak broken link terhadap blog kita sendiri jika kita menemukan broken link dalam blog kita?  Dipicu dari pertanyaan-pertanyaan seperti itulah maka –seperti biasa- saya mulai gerilya.  Browsing sana-sini untuk cari tahu tentang broken link ini lebih jauh dan saya rangkum dalam postingan berikut.


Apa itu broken link? 


Share
Tweet
Pin
Share
14 comments
how-klout-score-calculated


Kalau bukan karena ikutan Fun Blogging, saya tidak akan tahu apa itu Klout.  Bagi yang masih awam dengan Klout, ini adalah online application tools yang memberikan penilaian aktivitas sosial media kita. Semakin aktif seseorang, maka semakin tinggi scoring yang dihasilkan. 

Setelah mengerti pun, masih juga belum diseriusin.  Namun setelah ada agency yang mensyaratkan nilai Klout, baru terjagalah saya.  Ternyata si Klout ini berperan pula dan ngga bisa dianggap angin lalu lagi.  Semenjak itu, Klout score mulai diperhatikan.  Walau angka yang ditunjukkan Klout akurasinya tidak 100% but it is good enough to show how interactive our social media is.


Share
Tweet
Pin
Share
36 comments
tutorial-membuat-blog-post-title-dengan-canva


Pengen tahu bagaimana caranya membuat judul blog post yang kekinian ?   Itu lho, judul blog post yang desainnya mirip cover majalah.  Biasanya gambar yang digunakan clean and simple dengan font huruf yang juga kekinian.   Bukan tiada maksud membuat desain judul blog post yang ciamik begitu.  Selain untuk menarik perhatian visitor, desain judul yang demikian juga Pinterest-able lho!  Perhatikan daja eh gambar-gambar keren di Pinterest

Ternyata kita bisa membuatnya sendiri dengan aplikasi grafis yang user friendly.  Berita bagusnya, aplikasi ini bisa diakses gratis.  Cukup sign-up aja dengan menggunakan akun sosmed seperti G+ atau Facebook.  Kalau mau pakai akun email juga bisa.


Share
Tweet
Pin
Share
105 comments
tutorial Cara embed google maps di blog post

Curiosity kills the cats.

Pernah dengar ?  Jika diartikan kurang lebih artinya rasa penasaran bisa membuat seseorang melakukan apa saja.  Demikian juga saya.  Saking pengennya bisa menempatkan sebagian dari Google Maps di postingan sendiri, akhirnya nguprek-nguprek sendiri.

BTW, apa sih, perlunya Google Maps ini untuk artikel kita ?
Jika Anda mau pamerin resto atau tempat nongkrong favorit Anda, naahhh, Google Maps bisa lebih joss dalam menerangkan di mana letak persisnya posisi yang dimaksud.

Ini dari pengalaman sendiri, ketika saya terkesan banget sama kedai kopi yang ini, di kolom komentar ada yang bertanya,"Ini tempatnya di mana ya ?"  Padahal alamat sudah jelas tertulis di artikel tersebut.

Tuh kan...

Share
Tweet
Pin
Share
16 comments
tips membuat drop down menu

Maaf ya, setelah hampir dua minggu, baru ketulis bagian kedua TIPS Membuat Dropdown Menu.
Ngulang sedikit postingan lalu.  Efek kegalaun dalam menentukan saya ini blogger apa [Baca juga Tentang Niche Blogger vs Life Style Blogger] nampak nyata dalam penentuan kategori artikel. Daripada galau berkepanjangan, akhirnya saya tetapkan untuk tetap melanjutkan kesenangan menulis apa saja seperti biasa dan memilih merapihkan tampilan kategori menjadi Drop Down Menu.  Aha !

Boleh dibilang nekat secara saya ngga punya basic soal programming atau coding apalagi CSS. But curiosity beats everything.  Saya pun mulai browsingdan berdasarkan hasil berbagai rupa drop down menu tutorial yang saya temukan, inilah cara yang saya pilih. 
Share
Tweet
Pin
Share
12 comments
membuat drop down menu

Salah satu kesulitan -kalau boleh saya sebut begitu- menjadi random blogger adalah mengelola kategori. Karena kategori ini adalah hak prerogratif yang punya blog, maka penulisan kategori bisa sesuka hati. Jika tidak disiplin atau belum punya pola atas kategori, bisa jadi kita akan berakhir dengan begitu banyak kategori.

Walaupun blogspot sudah berbaik hati menyediakan template tampilan kategori [category lay out], namun jika melihat jumlah kategori yang segitu banyak ternyata bisa memungsingkan.  Opsi yang disediakan blogspot ada 2. Pertama kategori yang bersusun vertikal [cloud].  Kedua kategori yang disusun vertikal ke bawah.  Semua sudah saya coba.  Yang berderet ke bawah, ternyata makan tempat, karena begitu banyak kategori yang saya miliki. Akibatnya harus scroll down berkali-kali. Untuk vertikal atau cloud, gak perlu scorll down laman terlalu jauh ke bawah tapi puyeng lihatnya.  Nah, saya aja yang punya blog pusing, gimana orang lain ?  That moment, I know I have to do something about it.

Dari hasil blog walking menyasar ke site orang lain, saya putuskan bahwa menu drop down sesuai untuk blog saya yang punya beragam tema.  Mengapa drop down menu ?  Karena menu model ini,memudahkan pengunjung dalam pencarian artikel.  Yang penting lagi, tampilannya sistematis.

Share
Tweet
Pin
Share
11 comments
niche blogger vs lifestyle blogger


Beberapa waktu yang lalu di komunitas blogger khusus padusi yang saya ikuti sedang seru-serunya membahas pro-cons antara menjadi spesialis blogger atau general blogger.  Yang spesialis biasa disebut sebagai niche blogger, you name it lah; ada travel blogger, food blogger, fashion blogger dan seterusnya dst.  Sedangkan general blogger sekarang mengusung julukannya sebagai life style blogger.

Sebagai seorang yang banyak maunya, jika saya mengkhususkan diri pada tema tertentu ibarat mengungkung diri sendiri.  Gue bisa tenggelam dalam kolam penasaran kalo kayak gitu !  Karena pikiran idealis saya adalah ketika kita sudah membuat suatu komitmen [a.k.a pada apapun] once we make an exceptions and excuse, it won't be surprise if there are more to come. Menyangkut blogger, jika dari awal sudah mendeklarasikan diri sebagai fashion blogger ya mungkin baiknya stay di situ.  Ketika travel blogger mengulas masakan di kota yang dikunjungi terkait perjalanannya, I think it is still ok but remember to back on the track which is travel.  Kembali ke fitrahnya, #halagh !

"Being a specialist is good, but generalist is neither bad"  
-self quote-
Share
Tweet
Pin
Share
59 comments
Berakhir sudah Tantangan #15harimenulis.  Dan ini kesimpulannya.


Share
Tweet
Pin
Share
20 comments
TRACK BLOG POST


Jika bukan karena permintaan agency tentang data pageview dan visitor terkait job review yang saya lakukan, kemungkinan besar saya tidak diggin this up.

Selain Google Analytics ternyata ada aplikasi gratis lainnya yang dapat dijadikan sebagai tracker tool.  3 aplikasi online berikut, selain sebagai URL Tracker, juga berfungsi sebagai URL shortener. URL shortener adalah aplikasi guna menyingkat url suatu blog post karena biasanya url blog post idem ditto dengan judul blog post itu sendiri.  Kenapa url perlu disingkat ?  Biasanya jika kita ingin mempublikasikan suatu postingan di sosial media yang memiliki keterbatasan karakter seperti Twitter.

Share
Tweet
Pin
Share
4 comments
polyvore


Tahu Pinterest 'kan ?
Aplikasi selain Instagram yang isinya gambar melulu.  Jika Instagram lebih ke foto, maka Pinterest selain foto juga bisa berupa artikel pendek.  Kelebihan lain Pinterest adalah adanya link hidup yang tersambungkan dengan suatu blog.

Di Pinterest juga banyak bertabur berbagai macam image baik foto maupun ilustrasi.  Dari mulai fashion hingga makanan.  Buku, film, quotes dll.  Berkat keluwesannya ini maka Pinterest banyak disukai terutama oleh penggemar fashion dan desain.

Khusus fashion, hingga ada pernyataan kalau Pinterest adalah lemari baju yang tidak kita miliki, cuma bisa kita pajang di Pin Board yang kita miliki ^_^
Share
Tweet
Pin
Share
8 comments
tips menulis panjang


Di salah satu komunitas yang saya ikuti, sedang berlangsung tantangan #15harimenulis.  Tujuan utama dari si penggagas agar kita-kita yang katanya suka nulis ini, tidak lupa tujuan menulis.  Yang katanya lagi, kalo nulis itu pakai hati.  Jangan cuma untuk ngejar job review semata #uhuk !

Buat saya yang belum pernah ikut program seperti ini, tantangan kali ini benar-benar ‘nantangin’.  Kenapa ?  Well, begini ya.

Dilaksanakan saat bulan Puasa.  Sebetulnya sih, puasanya tidak masalah. Yang bisa jadi batu sandungan adalah 15 hari terhitung dari tanggal 6 Juli kemarin berarti, program ini akan berakhir tanggal 21/7.  Dengan catatan Hari Raya Idul Fitri jatuh di tanggal 17-18 [prakiraan].  Terbayang donk, minggu-minggu Lebaran itu acaranya bisa full day bahkan kadang hingga malam.  Maklum, undangan acara kumpul saudara dan kerabat ada di sana-sini.  Energi sudah terkuras di seharian, masih harus setor tulisan juga !  Eaaaa....

Share
Tweet
Pin
Share
14 comments
Older Posts

Follow Me

Email Facebook LinkedIn Pinterest

recent posts

Blog Archive

  • ▼  2025 (4)
    • ▼  October 2025 (1)
      • Personal Branding Konsultan Project Management: 3 ...
    • ►  August 2025 (1)
    • ►  July 2025 (1)
    • ►  June 2025 (1)
  • ►  2022 (2)
    • ►  June 2022 (2)
  • ►  2021 (12)
    • ►  August 2021 (1)
    • ►  July 2021 (3)
    • ►  June 2021 (2)
    • ►  May 2021 (1)
    • ►  February 2021 (1)
    • ►  January 2021 (4)
  • ►  2020 (7)
    • ►  December 2020 (2)
    • ►  October 2020 (1)
    • ►  April 2020 (2)
    • ►  March 2020 (1)
    • ►  January 2020 (1)
  • ►  2019 (17)
    • ►  November 2019 (1)
    • ►  October 2019 (2)
    • ►  September 2019 (1)
    • ►  July 2019 (1)
    • ►  May 2019 (2)
    • ►  March 2019 (5)
    • ►  February 2019 (1)
    • ►  January 2019 (4)
  • ►  2018 (25)
    • ►  December 2018 (4)
    • ►  November 2018 (4)
    • ►  October 2018 (3)
    • ►  August 2018 (2)
    • ►  July 2018 (5)
    • ►  April 2018 (1)
    • ►  March 2018 (1)
    • ►  February 2018 (2)
    • ►  January 2018 (3)
  • ►  2017 (18)
    • ►  December 2017 (5)
    • ►  November 2017 (3)
    • ►  October 2017 (1)
    • ►  September 2017 (2)
    • ►  August 2017 (3)
    • ►  June 2017 (1)
    • ►  April 2017 (1)
    • ►  February 2017 (1)
    • ►  January 2017 (1)
  • ►  2016 (37)
    • ►  December 2016 (1)
    • ►  November 2016 (1)
    • ►  July 2016 (3)
    • ►  June 2016 (4)
    • ►  May 2016 (2)
    • ►  April 2016 (9)
    • ►  March 2016 (8)
    • ►  February 2016 (3)
    • ►  January 2016 (6)
  • ►  2015 (75)
    • ►  December 2015 (2)
    • ►  November 2015 (7)
    • ►  October 2015 (3)
    • ►  September 2015 (6)
    • ►  August 2015 (5)
    • ►  July 2015 (19)
    • ►  June 2015 (4)
    • ►  May 2015 (3)
    • ►  April 2015 (7)
    • ►  March 2015 (5)
    • ►  February 2015 (9)
    • ►  January 2015 (5)
  • ►  2014 (39)
    • ►  December 2014 (2)
    • ►  November 2014 (1)
    • ►  October 2014 (2)
    • ►  September 2014 (4)
    • ►  August 2014 (5)
    • ►  July 2014 (2)
    • ►  June 2014 (3)
    • ►  May 2014 (4)
    • ►  April 2014 (2)
    • ►  March 2014 (2)
    • ►  February 2014 (5)
    • ►  January 2014 (7)
  • ►  2013 (36)
    • ►  December 2013 (5)
    • ►  November 2013 (5)
    • ►  October 2013 (2)
    • ►  September 2013 (5)
    • ►  August 2013 (1)
    • ►  June 2013 (1)
    • ►  May 2013 (4)
    • ►  April 2013 (6)
    • ►  March 2013 (3)
    • ►  February 2013 (2)
    • ►  January 2013 (2)
  • ►  2012 (28)
    • ►  December 2012 (2)
    • ►  November 2012 (3)
    • ►  October 2012 (3)
    • ►  September 2012 (4)
    • ►  August 2012 (4)
    • ►  July 2012 (5)
    • ►  May 2012 (1)
    • ►  April 2012 (1)
    • ►  March 2012 (1)
    • ►  February 2012 (1)
    • ►  January 2012 (3)
  • ►  2011 (28)
    • ►  December 2011 (2)
    • ►  November 2011 (3)
    • ►  October 2011 (1)
    • ►  September 2011 (1)
    • ►  August 2011 (4)
    • ►  July 2011 (2)
    • ►  June 2011 (4)
    • ►  May 2011 (1)
    • ►  April 2011 (4)
    • ►  March 2011 (3)
    • ►  January 2011 (3)
  • ►  2010 (2)
    • ►  December 2010 (1)
    • ►  June 2010 (1)

Created with by BeautyTemplates