-webkit-border-radius: 100px; -moz-border-radius: 100px; border-radius: 100px; #linkwithin_logolink_0 {display:none;}

Ibu, Cinta Tanpa Akhir

Inginnya aku 
Menjadi malaikat tanpa sayapmu
Yang selalu melindungimu
Dari semua yang meresahkanmu
Namun ternyata aku tak mampu


Maka kurajut doa
Yang kuuntai semenjak kutahu
Ada kehidupan lain dalam diriku


Doa dan cinta abadiku
Sudah kujadikan selimut kehidupanmu
Yang akan menemanimu 
Bahkan
Jika ku tak disisimu


Kau mungkin tak sempat mengucapkan
Tapi aku sepenuhnya mengerti
Dan Tuhan pun tahu
Betapa cintamu padaku
Satu pintaku
Bawa aku selalu
Dihatimu
Di setiap elah langkah nafasmu


***

tulisan ini diikutsertakan dalam #NgeblogBareng Kelompok Emak-Emak Blogger
dalam rangka memperingati Hari Ibu 2013

Fiksi Mini Lagi

Masih bermain diksi di fiksi mini.


***

#6
Buyung bingung.  Sudah dua malam bapak dijemput om tetangga sebelah.
Bapak pergi memakai baju dan gincu peninggalan ibu.

#7
Setelah dipikir masak-masak, ada yang kurang.
Otaknya tertinggal di atas meja dapur.

#8
Hari ini tidak masak.  
Tinggal sebutir beras tersisa dalam karung.

#9
Makanan berlimpah padahal Emak tidak masak.
Semalam ada kenduri di rumah pak Haji Salim.  Bapak diminta jadi tukang cuci pringnya.

#10
"Jangan MALU !  Nanti kamu mati dalam kemiskinan,"
ceramah sang koruptor pada anaknya.

***

Mencoba Ber-Fiksi Mini

Merangkai kata itu (ternyata !) tidak mudah apalagi membuatnya bermakna.
Maka saya mencobanya.
Jajal kemampuan diri dalam keterbatasan ruang berekspresi.


***

#1
Aroma miras merebak di udara, botol berserakan. 
Mulutnya tertinggal dalam salah satu botol itu.

#2
Nenek moyangku orang pelaut. 
Aku berkaca; kulitku hitam bersisik, kakiku seperti ekor ikan.

#3
Mata kita bersiborok.  Merona merah jengah wajahmu,
tapi tak semerah lingeri mu semalam.

#4
Purnama pertama, aku membeku dalam rumpun bambubisu tak bersuara.  
Liar mereka mencariku, perawan terakhir dusun Ronggeng.

#5
Alhamdulillah Mak, doamu terkabul.  Tiap hari aku pegang duit.
Batin Nuri, kasir swalayan.

***

Fenomena Ibu Jari



Image from here

Menunduk khusuk menatap layar monitor di depan mata.

Kadang ada sebaris senyum terbentuk, kadang pula kerenyit terbentuk di dahi.  Tak jarang pandangan tak berkesan.

Namun si ibu jari sibuk menari di papan ketik.

Itu adalah pemandangan yang lazim ditemui kini.

Dalam antrian menunggu lift, menanti angkot, di dalam bis, di ruang tunggu dokter, di parkiran sekolah.membunuh waktu kala makanan yang dipesan belum datang, di ruang kedatangan di bandara, di ruang boarding atau bahkan ketika rapat sedang berlangsung. 


Sounds familiar ?

What’s In A Name ?

Walaupun Shakespeare bilang, apalah artinya sebuah nama.  Pada kenyataannya memilih nama bagi [calon] anak adalah hal yang tidak mudah.  Tidak sedikit cerita berkaitan dengan pemilihan nama, dari yang sedih sampai yang lucu. 

Menyongsong kelahiran Kaka Cantik sekian belas tahun yang lalu, kami menyiapkan 2 nama; versi perempuan dan laki-laki.  Soalnya kami gak kepengen tahu jenis kelamin hasil USG.  Ceritanya pengen surprise, jadi lihat hasilnya aja waktu persalinan.  Anak ke-2 lain lagi.  Karena dari awal sudah mengharapkan anak laki-laki maka pemilihan nama pun dirancang sesuai dengan jenis kelaminnya.  Diperkuat lagi dengan hasil USG selama kehamilan.  Plus doa-doa, tentunya.  Alhamdulillah, hasilnya sesuai dengan yang harapkan.  



Jadi waktu nemu file ini, jadi inget lagi gimana seriusnya waktu milih nama buat Ade Ganteng.  Dan baru sadar kalo gak satu pun nama di atas yang dijadikan nama Ade Ganteng, hehehehe.

From The Dishes

Punya kebiasaan mengabadikan gambar makanan sebelum disantap ? 

Narcism ini menjangkiti saya juga walaupun belum sampai level akut.  Berikut hasil jepretan sebelum akhirnya makanan-makanan ini berpindah dari meja hidangan ke dalam perut saya ^_^

Chocolate Cheese Cake

Segarnya rujak

15 Menit Pertama Yang Menentukan

http://www.flickr.com/photos/ratuna173/5605337434/
Seorang kawan beristrikan seorang kritikus film.  Darinya saya diberitahu bahwa, critical time from a movie is the first 15 minutes.  Jika dalam 15 menit pertama, sang kritikus sudah gelisah, bisa dibilang  alur cerita film tersebut tidak menarik.  Atau bisa dipastikan juga, filmnya jelek.  Tapi jika lewat dari masa 15 menit sang kritikus masih duduk di tempat, berarti Anda berhasil mendapatkan perhatiannya.

Blogging pun demikian.  Tulisan yang panjang kemungkinan besar akan membuat bosan pembaca blog Anda.  Sedangkan jika terlalu pendek, yang punya blog khawatir pesan yang akan disampaikan belum atau bahkan tidak optimal.  Dari salah satu bacaan mengenai tips how to write your blog, menulis artikel blog juga mengenal konsep yang sama.

Maka tantangan seorang blogger selain komitmen untuk selalu meng-update lamannya adalah bagaimana caranya menyajikan sebuah tulisan yang menarik.  Tidak bertele-tele dalam membahas tema, pesan tersampaikan dan dimengerti oleh pembaca.  

Hanoi, City of Lakes (Part 2)

(nerusin oleh-oleh Hanoi yang ini)

The Beauty of the City
There's always a good thing within, even in a dirt !  Makanya bagian ini saya beri heading Ying Yang.  Karena selalu ada hal-hal manis sebagai penyeimbang.
  1. Ibarat trend, I found Hanoi as a vintage city.  
  2. Sudut-sudut kota dihiasi oleh bangunan yang kental unsur arsitektur Perancisnya.  East meets West menghasilkan bangunan yang cantik.  Mengingatkan saya akan bangunan art deco yang kalo di Indonesia masih bisa ditemukan di kota-kota lama seperti Bandung atau Malang.  Buat yang suka melihat-lihat bangunan-bangunan kuno, silahkan masukkan Hanoi dalam daftar must place to visit.  
  3. Banyaknya bangunan kuno yang berdiri utuh bahkan masih berfungsi umumnya untuk kegiatan pemerintahan menunjukkan jika mereka bisa memelihara dan menghargai peninggalan.
  4. Uniknya, di dalam kota juga ditemukan bangunan semacam kuil seperti yang saya temukan di pinggir danau kawasan Old Town.
  5. Nampaknya Old Town ini adalah melting pot nya kota Hanoi.  Pada malam hari, kita bisa menjumpai banyak wisman di kawasan ini.  Atmosfir internasional sangat terasa manakala kita mendengar beragam bahasa percakapan mengawang di udara; Swedia, Belanda, Perancis juga Bahasa Indonesia (nah, itu pastinya gerombolan kami, hihihi).  Selain tempat penginapan, terdapat pilihan tempat makan seperti caffe dan restoran di kawasan Old Town.  Lagi-lagi nafas Perancis kental terasa di sini.  Dari cara penyusunan meja kursi di selasaran resto persis di tepi jalan, mengingatkan saya akan film klasik  Midnight in Paris.   Wanna see an interesting night life in Hanoi ?  Definitely come to Old Town !
  6. Hanoi makin menarik karena dikelilingi banyak danau dan aliran sungai.  So they will be a beautiful scenery during the night; permukaan air danau memantulkan cahaya lampu kota.  Cantik banget !
  7. Bertentangan dengan kondisi jalanan, Hanoi punya banyak taman di tengah kota. Parks by the lake, awesome !
    Old Town di malam hari
    sayang gambarnya blur

    Hanoi, City of Lakes

    Tulisan ini pernah dimuat sebagai notes di FB sepulang dari perjalanan [lagi-lagi !] urusan kantor.  Dan setelah dipikir-pikir, it's too valuable kalo cuma ngendon di sana, makanya dakuw repost di sini. Mungkin ada beberapa kondisi yang sudah tidak valid lagi semenjak perjalanan tahun 2009 lalu. Lagipula Vietnam kabarnya is doing her homework untuk mengejar ketinggalannya dibanding negara-negara ASEAN lainnya.  Gak heran, kalo negara yang resmi jadi anggota ASEAN tahun 1995 ini mulai dilirik oleh para traveller sebagai salah satu negara tujuan wisata untuk kawasan Asia Tenggara.


    Di depan tempat menginap


    Aksara Cacing Joget

    1. Rasanya kok susah nemu orang yang bisa bahasa Inggris di negara yang tulisannya mirip cacing meliuk-liuk ini.  Sekalinya ketemu sama yang bisa berbahasa Inggris, teteubb susah juga ngertinya karena pronunciation mereka terdengar rada ajaib di telinga.  Kalo udah capek buka telinga lebar-lebar; jurus pamungkasnya adalah minta mereka mengulang perkataannya atau bilang Thank you seraya ngeloyor pergi.  Capek juga ngobrol seperti itu, hihihi.
    2. Entah faktor nasionalis atau belum siap untuk menerima orang asing, papan nama toko dan nama jalanan masih ditulis dengan huruf bahasa lokal.  Namun sesekali terlihat juga papan nama dalam bahasa Perancis.  Percuma juga, dakuw sama ga ngertinya *tepok jidat*.
    3. Selintas, tulisan Vietnam ini sejenis dengan huruf Siam (Siamese, Thailand).  Dakuw sok tahu gak seehh ?!
    4. Karena gak PeDe untuk mencoba naik kendaraan umum selain taxi disebabkan kendala bahasa dan tulisan mirip cacing joget tersebut, alhamduillah jadi banyak berjalan kaki plus waspada tingkat tinggi (baca perihal Chaotic Road berikut).
    5. Kendala bahasa ini ternyata diamini pula oleh wisman lain yang kami sapa ketika menanyakan arah. Unless you understand or speak French, then talking with native is hopeless!  Begitu terangnya.  Kalo gitu sama donk penderitaannya sama kita.  Kirain kita aja yang nyaris putus asa karena ngga ada penduduk lokal yang bisa diajak ngomong, hehehe.
    6. Alhasil selama di Hanoi, saya lebih banyak menggunakan bahasa tarzan daripada bercakap-cakap sebagaimana lazimnya orang berkomunikasi.  

    DIY : Refill Bantal

    Untuk urusan bantal, saya suka yang "berisi" namun empuk.  Makanya saya jadi pilih-pilih untuk urusan yang satu ini.  Karena pada prinsipnya, tidur itu harus enak jadi perangkat tidur pun sebaiknya yang membuat tubuh nyaman.

    Bantal terlalu "gendut" atau "kempes" gak bakal masuk hitungan. Keduanya bikin ga nyenyak tidur.  Yang terlalu berisi membuat kepala serasa nangkring karena membuat jarak antara kepala dengan tulang leher. Terlalu "kempes" membuat posisi kepala nyaris sejajar dengan badan bisa menyebabkan tubuh jadi terlalu telentang.  Keduanya bikin saya ga enak tidur.






    Malangnya, di abad 21 ini sudah jarang ditemukan lagi bantal yang terbuat dari kapuk (atau saya aja yang jarang ketemu ? )  Umumnya terbuat dari bahan sintetis lazim disebut dacron untuk isian bantal.  Keunggulan dacron adalah karena sifatnya yang lembut dan empuk.  Karena itu cocok banget untuk bantal.  Namun ternyata kelembutan dan empuknya dacron ini juga tidak selamanya alias ada batasannya.  Ketika sifat-sifatnya termakan usianya maka sang dacron pun "kempes" dengan sukses.

    Father & Son

    ....
    I was once like you are now, and I know that it's not easy, 
    To be calm when you've found something going on. 
    But take your time, think a lot, 
    Why, think of everything you've got. 
    For you will still be here tomorrow, but your dreams may not
    ....
    Father & Son - Cat Stevens

    Iseng Yang Kreatif

    Berawal dari keisengan namun bikin saya jejingkrakan gak karuan ketika menerima Femina edisi 30/2013.

    Gara-gara sebuah email yang saya kirimkan ke redaksi Femina.  

    Ceritanya sih, pengen pamer hasil menjilid kumpulan bonus-bonus Femina yang saya kumpulkan selama ini. Majalah gaya hidup wanita yang satu ini gak pelit memberikan bonus buklet pada pembacanya.  Topiknya pun beragam selain tentang life style juga informasi mengenai kesehatan, teknologi, fashion, kecantikan, kuliner dan resept masakan, tempat wisata, karier bahkan peluang bisnis khusus wanita.   

    Asinan, The Iconic Food of Bogor

    Masih tentang kuliner, apalagi yang jadi icon kuliner Kota Bogor selain roti yang bentuknya kecil-kecil itu dan toge goreng ?  Tiada lain adalah asinan.

    Yup !  Jenis yang satu ini sudah menjadi ciri khas Kota Kujang lainnya untuk urusan perut.  Sederhana saja tampilannya; selain asinan sayur ada juga asinan buah atau kombinasi keduanya.  Disajikan dengan kuah cuka yang dicampur ulekan cabe merah.  Ditambah taburan kacang tanah goreng yang masih ada kulitnya. Aksesoris lainnya adalah kerupuk mie yang bentuknya melingkar-lingkar itu.  Jika masih kurang pedas, silahkan tambahkan sambal yang biasanya hanya terdiri dari cabai rawit hijau.  Lebih sip lagi jika dinikmati dalam kondisi dingin setelah disimpan dulu dalam lemari pendingin.  Dijamin, mata yang terbuai kantuk langsung melek !  Segerrrr !!



    Untuk urusan asinan, saya punya beberapa pilihan yang patut dicoba.

    New Way of Working

    Today, lunch time, at coffee shop, somewhere in part of Southern Jakarta.

    What attracting me is not why they sitting in the coffee shop in the middle of the day during Ramadhan.  But what they are doing there.  Instead of a cup of coffee or even plate of snacks, they have notebook in front of them.  Some of them sitting alone but number of tables are surrounded by people.  Surely they doing something not only for coffee over social chatting.  From what I can see there are 5-6 tables which having same condition.

    By a glance, I noticed they are not browsing.  As they are very serious looking at their notebook in front of them, the other is having discussion with people sitting next to them.  The body gesture saying that I'am working.  Coffee shop is just a place where they work today.  I also see they do worksheet similar with I do at the office.  Are they working ?  Hm...what an interesting work of style those people have.  Not always need coming to the "monotonous" cubicle every day.  What matter is as long as the work is done, you get paid.  

    Technology shall ease human live, working is one of them.  If you are a result oriented like me then working remotely or being freelancer can be the option.  Especially if you are also getting tired with the chaos from traffic situation these days.  Meeting is scheduled if communication can not solved over email nor phone.  Otherwise, get your job done, no matter where you are.





    Bangkok Trivia Fact

    Ini hasil mengumpulkan ingatan dari beberapa kali kunjungan singkat ke Negara Siam.  Kenapa saya sebut "kunjungan singkat" ?  Karena semua perjalanannya dalam rangka kerja dan gak pake acara jalan-jalan kecuali maksain untuk City Tour which is itu ternyata yang dianjurkan juga oleh Tourism Authority of Thailand, hehehe tepat lah kalo begitu. 

    City of Temples
    Nggak cuma Bali, Bangkok juga bertebaran kuil baik yang terdapat di dalam kota maupun di luar kota Bangkok. Belum lagi patung Budhanya yang segede-gede gaban itu terbuat dari emas.  



    Hot hot hot !
    Jakarta atau kota-kota lainnya di Indonesia yang dekat pantai rasanya udah panas banget tapi ternyata di sana lebih panas.  Bawaannya pengen kipasan terus atau berteduh.  Makanya ga bisa lihat pohon rindang sedikit. Bawaannya pengen dekeeeet terus.  Bukan mau nari sambil nyanyi lagu Bollywood tapi buat 'ngadem'.  

    Untuk menghindari dehidrasi, maka sangat dianjurkan untuk sedia air mineral karena sebentar-sebentar minum terus.


    To Do in Bangkok in One Day

    Workshop finished on Thursday, will be arrived in Bangkok same day very late night; and ahead to Jakarta on Saturday.  What would I do for the whole Friday then ?

    It was a trip from Hanoi back in 2010 where I had a workshop together with office mates.  Instead of hours, the flight will transit for 1 (one) day and I didn't notice until 1-day before departure. It was too late to change the itinerary (damn !).  

    There are 2 alternatives go to Hanoi from Jakarta.  If we take Singapore Airlines then we will transit in Singapore.  And we'll stop over in Bangkok if we fly with Thai Air.  There were no direct flight from Jakarta to Hanoi.  What I meant by strange is we had to stay over night on our way back home because the carrier arrived in Bangkok late mid night and continue to Jakarta the day after.  Unlikely from Jakarta to Hanoi, it was only transit for a couple of hours (about 2 to 3 hours if not mistaken) at Bangkok before continue to Hanoi in the same day.




    Knew it would be almost midnight arrived in Bangkok on the way to Jakarta, I reserved a hotel near Suvarnabhumi International Airport.  Back then, I wasn't quite happy about the fact that had to stay one more day on the way back home; not only because I already left home for more than a week (home sick syndrome attack !) but I can imagine it was soo unpractical for carrying bag in & out the hotel in a day, check-in again, boarding again while you can do it earlier.  On top of that, the day I transit in Bangkok was coincided with Eid Adha.  It was my first experience being away during religion festive !  Well face it, that it's the unpleasant thing (if I may say) about traveling; itinerary sometimes not "friendly" as you expected.  Who says, travelling is fun ?  Err, let me refresh;   big time, travel is always fun!

    Bag Pack si Tas Serbaguna

    Selain buku dan sepatu, tas adalah benda yang bisa bikin saya kalap (hallah !).  Apalagi jika bahan tas terbuat dari kulit, hadeeuuuhhhh, bisa meriang panas dingin daku dibuatnya....kalo ga sampai beli hehehe.  Suami Ganteng sampai ga bisa komentar lagi sama kebiasaan saya yang satu ini.  

    Untuk keperluan narsis, saya suka model tote bag.  Terbukti model tas yang satu ini ageless dan bisa untuk occasion apa aja; mulai dari yang resmi semisal untuk kerja hingga untuk keperluan santai jalan-jalan ke mall.  Alhasil dari yang ukuran kecil sampai yang gadang pun masuk dalam koleksi. Sayangnya si tote ini ga cucok banget kalo untuk travelling.  Ngerepotin. Walau pake yang ukuran besar sekalipun.  Terlebih jika jalan-jalannya disambi dengan aktivitas foto memakai kamera non-pocket.  Ngga banget pokoknya.  


    Wisata Kuliner Bogor, My Personal Preferences

    Pertanyaan yang paling sering diajukan oleh orang yang baru tahu jika saya berdomisili di Kota Hujan alias Bogor adalah; "Tahu gak, FO (Factory Outlet) yang paling bagus di mana ?" atau "tempat makan yang enak, di mana ya ?"  Atau dapat komentar seperti ini; "Katanya ada bansus (bandrek susu) enak banget di daerah bla bla bla, udah pernah nyoba belum lo ?"

    Honestly, itu adalah pertanyaan yang sulit dijawab karena jawaban-jawabannya subjektif. Kalau saya bilang bagus atau enak tapi ternyata tidak satu selera, nah...repot 'kan ?

    Nggak jarang pula, baik saya maupun Suami Ganteng, ditelepon di kala akhir pekan oleh teman-teman kami yang isi pertanyaannya adalah; "eh, gue mau ke tempat bli bli bli, tapi ngga tahu tempatnya.  Kira-kira dari pintu Tol (Jagorawi) gue harus ambil arah ke mana ya ?"  Ada dua kemungkinan besar, yang nelpon tidak pasang GPS di kendaraannya atau lupa bahwa Google Maps itu free dowload di smart phone yang dipakainya untuk menelepon kami (^_^).

    Pertanyaan seperti ini masih enak untuk dijawab.  Yang bingung kalo ada yang nanya; "Gue lagi di Bogor nih, lagi nyari tukang soto. Belah mana ya ?"  Lha, memangnya cuma satu tukang soto di Bogor ?  Lagipula, posisi kawan yang bertanya itu ada di mana sampe 'lempeng' aja bilang "belah mana ?"  (Se)Belah mana dari sisi siapa ?  Hihihi.

    Terlepas dari semua itu, saya seneng-seneng aja ditanya seperti itu. Telepon dari teman-teman pun kami anggap sebagai sambungan tali silaturahmi ^_^.  Dianggap lebih tahu dari Mr. Google (Maps) artinya informasi kami bisa dipercaya 'kan ?

    Bicara soal selera pribadi, saya jadi pengen share beberapa spot kuliner jadi favorit kami sekeluarga dan kemudian sering saya rekomendasikan baik ke kawan dan kerabat.  Dan semoga ngga dianggap 'promo terselubung' ya, hehe...

    Toge Goreng Ibu Hj. Omah
    Ini salah satu icon kuliner kota Bogor. Rebusan toge, mie kuning dan potongan lontong plus tahu yang disiram kuah khas berbahan tauco ini termasuk jajanan yang diperkenalkan oleh kedua orang tua saya di waktu kecil.  Penjual toge goreng awalnya mangkal di depan Kantor PLN Jl. Jend. Sudirman sebelumnya akhirnya menempati lokasi permanen di Toko Kue Bogor Permai masih di ruas jalan yang sama.  Rasa bumbu kuahnya yang nggak berubah dari pertama kali mencicipi dulu sekali hingga sekarang menambah rasa romantisme masa lalu saya; teringat kenangan makan bersama Bapak dan almarhum Mama beserta kakak-kakak.  Saat ini, usaha Toge Goreng Ibu Hj. Omah sudah dikelola oleh generasi ke-3.  Penjual yang biasa melayani kami sekeluarga dulu merupakan ayah Ibu Hj. Omah.  Betapa segala sesuatu itu jika dikelola dengan baik, nyata bisa diwariskan termasuk diantaranya usaha kaki lima ini.

    Hit 14th !


    14 is you now
    grow,run and alive
    touch the sky
    as high as you can imagine






    Menyiasati Writer Block

    Yang namanya pikiran buntu itu bisa terjadi pada jenis pekerjaan dan siapapun; baik profesional atapun amatir.  Dari pengalaman sendiri ketika masih jadi orang kantoran, yang suka saya lakukan ketika mengalami kebuntuan adalah angkat telepon dan ngobrol ngalor-ngilur sama teman yang “bersedia” untuk terima telepon saya hehehe.  Jika telepon ga sukses karena ga bisa nemuin ‘korban’ yang bersedia diajak bicara, maka saya akan “namu” minimal sama temen yang duduk di meja sebelah.  Ga ada orang di meja sebelah ?  Nyamperin temen yang duduknya beda lantai, itung-itung olahraga kecil-kecilan.   Lumayan lho, selain ngelurusin kaki karena duduk berlama-lama ternyata tidak baik untuk kesehatan, siapa tahu dapat update dari bagian lain.  Atau bahkan timbul ide ciamik setelah bincang-bincang dengan kawan dari bagian lain.

    A Girl with Houndstooth Fedora Hat

    The moment your kids ask you to buy things which you never think before they would like to have in a first place OR they did not have interest as they were, be aware Mom, it might a signal.  Yup ! A signal from "kiddo" to A Grown Up !

    So when Kakak Cantik asked me to buy a houndstooth hat, I knew that the time is coming.

    And it doesn't stop there.  Not only buy the hat but she also asked me to framed her while she put different poses wearing a new hat.  

    Well face it, Mom, she is grown up now !

    Playing Under The Rain

    Ketika saya kecil, alharmahumah Mama sesekali mengijinkan saya untuk mandi hujan di pekarangan rumah dengan syarat hujan minus petir.  Rasanya sangat sensasional buat saya saat itu.  Yang biasanya harus terkurung dalam rumah karena di luar hujan, tiba-tiba saja diijinkan untuk bermain-main dalam hujan.  What a memory !!  Kenangan yang sama yang saya inginkan pada Adek Ganteng dan Kakak Cantik.


    One Lazy Saturday

    It was one lazy Saturday.  

    But seemed my 6-yo boy has a tons of energy to spill out.  All of the sudden, I decided to "freeze" him. 

    'Coz there is no same moment for the second time !




    15 Things We Barely Do These Days

    Seperti yang diterangkan oleh Rancho ketika ditanya oleh dosennya dalam film 3 Idiots bahwa teknologi seyogyanya untuk memudahkan kerja manusia.  Jadi barang sekecil resleting pun, menurut Pancho, bisa dikategorikan sebagai mesin.

    Ketika hidup kita sudah diinvasi oleh teknologi plus internet di masa kini, pernah terpikir ga kalau ternyata kita sudah jarang melakukan hal-hal berikut ?



    Lupus Oh Lupus

    Image from Google
    Serial Lupus yang dimuat di majalah Hai booming.  Anak laki-laki SMA Merah Putih yang hobi mengunyah permen karet itu tiba-tiba jadi iconic remaja. Selain belajar gelembungin permen karet, para cowok pun ramai-ramai berpotonganan rambut jambul dengan semi gondrong di bagian belakang.  Kalau pun bagian gondrongnya terpaksa dipotong karena razia di sekolah, minimal bagian jambul masih bisa dipertahankan. 

    Excercise Makes Perfect


    http://www.life-in-spite-of-ms.com/multiplesclerosispictures.html
    Courtesy Image of Life In Spite of MS
    Myelin atau muscle memory adalah lapisan yang menyelubungi rantai sel mata rantai informasi pada jaringan sistem syaraf manusia.  Ia berfungsi meningkatkan kecepatan arus informasi jaringan sistem manusia dan menyebarkannya ke seluruh jaringan otot.  Semakin tebal lapisan itu berarti semakin tinggi kecepatan arus informasinya, semakin mahir gerakannya.
    (Myelin, hal. 107, Rhenald Kasali)

    “Kita adalah apa yang kita kerjakan berulang kali. Dengan demikian, kecemerlangan bukan tindakan, tetapi kebiasaan.”
    (Aristoteles)

    Artinya, kalau mau menghasilkan tulisan yang baik, maka harus banyak menulis, menulis dan menulis.

    Dan saya pun menulis, lagi.

    Srikandi Blogger 2013, Kartini Millenium


    Semenjak punya blog 3 tahun yang lalu, saya jadi rajin menulis (lagi).  Sadar dengan kemampuan menulis yang minim membuat saya tambah semangat untuk belajar menulis  lebih baik lagi.  Rajin blog walk sambil ikut komunitas kelompok menulis adalah salah satu kiat saya nambah ilmu.  Ga cukup satu, saya ikut juga Kelompok Emak-emak Blogger atau bekennya KEB yang digawangi oleh Mira Sahid.  Berawal dari group discussion emak-emak di forum FB, sampai akhirnya dibuat web bersama sebagai etalase keroyokan hasil tulisan para emak.

    Namanya emak, segala rupa dibahas.  Begitu pula dengan blog KEB; berbagai hal diulas.  Mulai dari curhat, puisi, resep sampai tips.  Nama boleh 'emak', tapi keanggotaan tidak eklusif bagi yang hanya menyandang status emak saja.  Selama tertulis resmi jenis kelamin di KTP sebagai perempuan dan suka nge-blog, sok aja gabung.


    Cimory Chocolate Factory


    Ngga afdol rasanya pulang bepergian tanpa membawa oleh-oleh.  Pulang bawa sayur-mayur dari Puncak ?  Bosen ah !  Sekarang ada pilihan baru yang patut dicoba kalau kita habis jalan-jalan di sekitaran Puncak. 




    Optimal Dengan Kamera Ponsel

    Masih tentang foto dengan menggunakan kamera ponsel yang praktis bisa dibawa kemana-mana.

    Sekalian mau pamer (ehm !) hasil jepretan dengan kamera ponsel.  Foto-foto berikut ada yang diambil dengan Blackberry Bold (lensa 2 MP) dan ada pula dengan menggunakan Soner Xperia 10 (lensa 7 MP).  Beberapa foto sudah ada yang di-retouch dengan efek untuk mendramatisir hasil gambar walau sebetulnya saya lebih suka yang original version.  




    Fotografi dengan Kamera Ponsel


    Jika dulu fotografi hanya bisa dinikmati oleh sekelompok orang tertentu mengingat harga kamera beserta aksesorisnya yang tidak murah itu.  Sekarang ini dengan tersedia media yang memuat alat perekam gambar statis ini maka fotografi tidaklah menjadi eksklusif lagi.  Perangkat foto tersedia di pasaran dengan berbagai varian spesifikasi berikut harga.  Tinggal sesuaikan dengan kebutuhan kita.

    Untuk mendapatkan gambar berkualitas baik pun tidak lagi membutuhkan kamera foto dengan harga aduhai.  Bahkan sang maestro foto sekelas Arbain Rambey pun mengatakan bahwa hasil foto tidak mesti tergantung dari kamera.  Artinya dengan kamera ponselpun kita bisa dapatkan gambar yang sama kualitasnya dengan hasil jepretan kamera konvensional.











    Mars & Venus

    Semenjak Kakak Cantik (usia ABG) sadar penampilan, maka satu titik jerawat di wajah adalah malapetaka.  Obat penghilang noda jerawat dari segala merek sudah dicoba namun dengan success rate jauh dari harapan.  Setelah menyimak dan mengerti bahwa perawatan tubuh termasuk muka lebih merupakan upaya pencegahan dan bukan hasil sim salabim.  Maka sekarang Kakak Cantik punya ritual tambahan sebelum tidur yaitu membersihkan muka.  Rupanya aktivitaas ini tidak luput dari perhatikan Adek Ganteng yang menginjak usia 6 tahun.





    Maka ketika di suatu malam menjelang tidur di mana Kakak Cantik sedang membersihkan wajahnya, sang adik pun bertanya;

    Adek Ganteng : "Kamu lagi apa, Kak ?"
    Kakak Cantik  : "Lagi bersihin muka."
    Adek Ganteng : "Kenapa harus dibersihin ?"
    Kakak Cantik : "Supaya mukanya engga jerawatan dan bagus."
    Adek Ganteng : "Gaya banget."
    Kakak Cantik : "Kalo jadi cewek emang harus gitu, Dek; gaya."
    Adek Ganteng : "Huuuuhh, dasar cewek" ujarnya sambil ngeloyor pergi.

    Kalo ada yang bilang Men from Mars and Women from Venus, mungkin ini salah satunya daaa...nnnn ga kenal batasan usia.